Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Eksperimen “Big Bang” Berhasi

Posted by kadarsah pada September 11, 2008

11/09/2008 01:38

Liputan6.com, Jenewa: Tim ilmuwan menyatakan eksperimen besar untuk reka ulang kondisi beberapa saat setelah Big Bang (ledakan besar), berhasil. Mereka kini telah menembakkan dua berkas partikel proton mengelilingi terowongan 27 kilometer yang menampung Large Hadron Collider (LHC).

Mesin senilai lebih dari sembilan miliar dolar di perbatasan Swiss-Prancis itu dirancang untuk menabrakkan partikel dengan kekuatan sangat dahsyat. Para ilmuwan berharap penelitian ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental di bidang fisika.

Berkas proton pertama, yang bergerak searah jarum jam, menyelesaikan putaran pertama terowongan bawah tanah itu sebelum Rabu (10/9) pukul 09.30 waktu Inggris (15.30 WIB). Sedangkan, berkas kedua, yang bergerak melawan arah jaruh jam, berhasil mengitari terowongan tersebut selepas pukul 14.00 waktu setempat (20.00 WIB).

Pusat Penelitian Cern (European Centre for Nuclear Research), belum mengumumkan kapan tumbukan pertama akan terjadi. Tapi, diperkirakan terjadi sebelum mesin itu dimatikan selama musim dingin. Eksperimen fisika terbesar di dunia ini berlangsung tiga dasawarsa setelah digagas.

Para teknisi dan ilmuwan meluapkan perasaan sukacita mereka, saat partikel-partikel proton menyelesaikan putaran pertama cincin bawah tanah, yang menampung kompleks riset fisika Large Hadron Collider (LHC) di bawah Gunung Alpen, Eropa. Mesin yang berlokasi di perbatasan Swiss-Prancis itu dirancang untuk untuk menumbukkan partikel-partikel subatomik.

Mereka mencoba reka ulang kondisi setelah peristiwa Big Bang, yang menurut para ilmuwan menyebabkan terbentuknya alam semesta. Satu berkas partikel subatom lain akan dikirim dari arah berlawanan, dan menabrakkan partikel-partikel itu dengan kekuatan yang sangat dashyat.

Sejumlah pengkritik menyatakan ketakutan bahwa tabrakan proton bisa menimbulkan lubang hitam yang akan menyebabkan kiamat. Namun, kekhawatiran itu ditolak oleh para pakar fisika.

Rencana penelitian ini sendiri tersenda-sendat sejak digagas sekitar 30 tahun lalu. Proyek ini menghadapi masalah pembengkakan biaya, gangguan peralatan, dan masalah konstruksi.

LHC sendiri dibangun dalam waktu sekitar 13 tahun. Collider itu dioperasikan oleh Lembaga Eropa untuk Riset Nuklir, yang lebih dikenal dengan akronimnya dalam bahasa Prancis, Cern.

Terowongan sirkuler yang sangat besar itu memuat lebih dari 1.000 magnet silindrik. Magnet-magnet itu dipasang di sana untuk mengarahkan berkas–yang terdiri dari partike-partikel yang dinamai proton–sepanjang cincin yang membentang 27 km. Pada akhirnya, dua berkas proton akan diarahkan secara berlawanan di terowongan LHC pada kecepatan mendekati laju cahaya, dan menyelesaikan 11.000 putaran per detik.

Wartawan sains BBC Matt McGrath dari Pusat Riset Nuklir Eropa, atau Cern, di Jenewa melaporkan, untuk menembakkan berkas partikel itu ke sekeliling terowongan, diperlukan ribuan magnet bertenaga besar, yang didinginkan sampai suhu minus 271 derajat Celcius.

Beberapa minggu lagi, ke dua berkas akan bertabrakan di beberapa titik di sepanjang terowongan. Tabrakan ini akan menghasilkan suhu yang jauh lebih panas dari matahari, dan terkonsentrasi di sebuah tempat yang sangat kecil, sekian kali lipat lebih kecil daripada debu.

Partikel-partikel subatomik yang terbentuk, kemudian akan dipelajari secara teliti oleh ilmuwan dari seluruh dunia. Mereka berharap data yang dihasilkan akan membuka misteri alam semesta.(ANS/BBC)

====================================================================

Hawking Bertaruh US$ 100

Rabu, 10 September 2008 | 12:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ahli fisika paling terkenal saat ini, Stephen Hawking, bertaruh US$ 100 (Rp 930 ribu) bahwa percobaan fisika sangat mahal di Swis-Prancis akan gagal mendapatkan partikel yang dianggap sebagai awal mula awal semesta dalam simulasi Big Bang.

Dalam percobaan yang dilakukan di Large Hadron Collider (LHC) yang dilakukan hari ini di perbatasan Swis-Prancis, partikel sub-atom akan saling ditabrakkan dengan kecepatan mendekati kecepatan suara.

“Menurut perhitungan sekarang, alat ini cukup untuk menemukan partikel Higgs,” kata Hawking di radio BBC seperti dikutip AFP. Partikel Higgs yang dimaksud adalah partikel yang dicoba ditemukan dalam percobaan ini.

Hawking menyatakan ia lebih berharap percobaan ini tidak akan menemukan Higgs. “Ini akan memperlihatkan ada sesuatu yang tidak beres dan kita bisa memikirkan kembali,” katanya. “Saya sudah bertaruh US$ 100 kalau kita tidak akan menemukan Higgs.”

Hari ini proton pertama akan dicoba dipercepat pada alat yang berbentuk cincin dengan lingkaran 27 kilometer yang dikelola Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN).

“Tapi apapun yang dihasilkan LHC, gagal atau sukses, hasilnya bisa mengungkapkan banyak pada kita struktur alam semesta,” kata Hawking, ilmuwan berkursi roda yang berbicara dibantu peralatan komputer.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2008/09/10/brk,20080910-134706,id.html

=================================================================================

Satu langkah lagi sudah dilalui para ahli fisika Lar ge Hadron Collider untuk bisa merekonstruksi pembentukan alam raya pada 14 miliar tahun lalu. Setelah sukses dengan pengujian sistem magnet penginjeksinya sebulan lalu, mesin penumbuk partikel terbesar di dunia itu berhasil menembakkan proton secara penuh dalam dua arah yang berbeda menurut garis keliling 27 kilometer.

“Itu dia,” kata Lyn Evans, ketua proyek riset raksasa senilai US$ 9 miliar tersebut menunjuk sebuah titik terang di layar komputernya, Rabu lalu. Saat itu juga, ribuan ahli fisika yang terlibat di laboratorium bawah tanah di perbatasan Swiss-Prancis itu serta yang ikut mengamati lewat siaran satelit bersuka ria.

Lima jam kemudian, titik terang serupa terlihat pula dalam arah yang berlawanan. “Beban pertama terlewati sudah,” kata Evans, yang telah bekerja untuk riset itu sejak 1984. Menurut dia, LHC adalah mesin dengan kompleksitas yang sangat besar. “Segala sesuatunya bisa saja melenceng setiap saat, tapi pagi ini menjadi awal yang sangat baik,” katanya lagi.

Laboratorium yang dikenal dengan akronim berbahasa Prancis CERN itu mulai menembakkan jutaan proton ke dalam LHC pada pukul 09.35 waktu setempat. Mereka sejatinya akan menembakkan proton-proton dalam dua arah berlawanan secara bersamaan sehingga menghasilkan tumbukan yang mensimulasikan situasi beberapa saat setelah big bang.

Sistem injeksi magnet LHC didesain mendorong proton hingga mendekati kecepatan cahaya, melesat 11 ribu kali di dua tabung seukuran selang milik petugas pemadam kebakaran dalam sedetik. Temperatur juga diatur pada -271 derajat Celsius alias lebih dingin dan lebih hampa daripada luar angkasa.

Hasil eksperimen tumbukan diharapkan mampu mengungkap “zat gelap”, antizat, dan kemungkinan dimensi ruang dan waktu yang tersembunyi. LHC juga diharapkan bisa menemukan bukti boson Higgs, sebuah partikel hipotetik yang juga dikenal sebagai partikel Ilahi karena diyakini mengisi massa seluruh partikel lainnya.

Eksperimen ini digerakkan 20 negara Eropa anggota CERN.

Ilmuwan yang terlibat di dalamnya berasal dari 80 negara. Sebanyak 1.200 di antaranya berasal dari Amerika Serikat, yang mengirim kontribusi dana US$ 531 juta. Jepang juga menjadi kontributor besar di sana.

http://epaper.korantempo.com/ArticleImage.aspx?article=12_09_2008_125_002&mode=1

2 Tanggapan to “Eksperimen “Big Bang” Berhasi”

  1. mutiara said

    Wah kayaknya kali ini Hawking menang ya!!

  2. kadarsah said

    Ya sepertinya kali li Hawking menang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: