Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Skenario Dan Proyeksi Iklim IPCC

Posted by kadarsah pada Mei 29, 2008

Skenario iklim merupakan salah satu cara untuk mengetahui proyeksi iklim kedepan dengan mempertimbangkan berbagai hal yang mempengaruhi kondisi iklim. PBB membentuk badan khusus untuk kajian iklim bernama IPCC. IPCC telah melakukan beberapa skenario iklim untuk mengetahui proyeksi iklim global dan regional sampai 2100. Proyeksi iklim ini diperlukan untuk mengetahui kondisi iklim di masa yang akan datang berdasarkan skenario iklim yang ditetapkan. Proyeksi iklim ini berkaitan erat dengan perubahan iklim (climate change).

Sedangkan definisi perubahan iklim atau Climate change menurut IPCC adalah

a change in the state of the climate that can be identified (e.g. using statistical tests) by changes in the mean and/or the variability of its properties, and that persists for an extended period, typically decades or longer. It refers to any change in climate over time, whether due to natural variability or as a result of human activity. This usage differs from that in the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), where climate change refers to a change of climate that is attributed directly or indirectly to human activity that alters the composition of the global atmosphere and that is in addition to natural climate variability observed over comparable time periods.

Gambar dibawah merupakan skema yang memperlihatkan pengaruh manusia bagi perubahan iklim, pengaruhnya serta respon yang dilakukan terhadap perubahan iklim tersebut.Semua komponen saling mempengaruhi baik itu earth system, human system bagi perubahan iklim serta melibatkan berbagai proses iklim,mitigasi,adaptasi, dampak serta vulnerabilitas.

Schematic framework of anthropogenic climate change drivers, impacts and responses

Dari proses-prose diatas maka dibuat skenario iklim untuk mengetahui proyeksi. Skenario iklim yang dibuat oleh IPCC terangkum dalam gambar berikut.

SRES Scenarios IPCC

Keterangan indeks dari skenario iklim yang digunakan:

A1

-Pertumbuhan ekonomi sangat cepat

-Puncak populasi sekitar tahun 2050 dan menurun setelahnya

-Penggunaan teknologi baru yang efisien

A2

-Pertumbuhan populasi tinggi

-Perubahan/penggunaan teknologi berjalan lambat dan lebih beragam dibanding skenario lain

-Terjadi pertumbuhan ekonomi per kapita

B1

-Pertumbuhan populasi rendah

-Pertumbuhan ekonomi cepat

-Penggunaan teknologi yang bersih dan efektif

B2

-Pertumbuhan populasi sedang

-Pertumbuhan ekonomi sedang

-Penggunaan teknologi yang lebih beragam tetapi tidak sec epat pada skenario A1 dan B1

Gambar dibawa menunjukan perubahan temperatur global, laut dan darat pada tempat -tempat tertentu. Garis warna hitam menunjukan temperatur observasi/pengamatan, warna merah merupakan temperatur hasil model dengan mempertimbangkan faktor manusia dan alam, sedangkan warna hijau hanya melibatkan faktor alam.

Global and continental temperature change

Terlihat bahwa dalam gambar diatas terjadi kenaikan temperatur yang besar, kenaikan ini terjadi di beberapa daerah pengamatan. Kenaikan temperatur terutama di akibatkan faktor manusia ( anthropogenic) hal ini terlihat jelas dari hasil observasi ( garis warna hitam) dengan hasil model yang melibatkan faktor alam dan manusia ( warna merah) yang menghasilkan temperatur yang relatif sama.

Skenario Iklim Untuk Indonesia

Anomali temperatur mengacu pada tahun 1901-1950 untuk enam daerah Asia ( Indonesia dengan lambang SEA dan berwarna hijau muda) yang bewarna hitam deangan simulasinya (warna merah yang menyeliputi garis hitam) yang dihasilkan oleh model MMD.

Proyeksi iklim untuk anomali temperatur dari tahun 2001-2100 oleh model MMD untuk skenario iklim A1B (warna oranye). Warna di ujung sebelah kanan menunjukan rentang perubahan proyeksi iklim untuk tahun 2091-2100 bagi skenario iklim B1(biru),A1B(oranye), dan A2 (merah). Observasi yang dilakukan (garis hitam) menggunakan kurang dari 50 % daerah yang diamati dalam suatu dekade pengamatan.

Sedangkan proyeksi iklim untuk skala global dengan menggunakan Atmosphere-Ocean General Circulation Model, yang ditunjukan gambar di bawah. Dengan skenario iklim :A1T,B1,B2,A1F1,A2,A1B, Konsentrasi emisi yang konstan (tahun 2000) . Sedangkan gambar globe sebelah kanan menunjukan proyeks iklim untuk pemanasan global tahun (2020-2029) dan (2090-2099) berdasarkan skenario iklim A2,A1B dan B1.

Skenario Iklim

Gambar dibawah menunjukan proyeksi iklim tentang emisi global GHG (greenhouse gas=gas rumah kaca) pada enam skenario SRES yang di ilustrasikan dengan garis berwarna dan post-SRES 80 %(area abu-abu). Garis putus-putus menunjukan rentang dari skenario post-SRES(max) dan Post-SRES(min). Emisi yang dimaksud termasuk :Co2,CH4,N2O dan gas-F.

Proyeksi Iklim Temperatur Global

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: