Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Madden-Julian Oscillation

Posted by kadarsah pada Mei 9, 2008


  • Roland Madden dan Paul Julian (1971) menemukan osilasi 30-60 hari,ketika menganalisis anomali angin zonal di Pasifik Tropis, data yang digunakan :data tekanan 10 tahun P.Canton (2.8 LS Pasifik), dan data angin di lapisan atas singapore.
  • Osilasi ini dihasilkan dari sirkulasi sell skala besar di ekuatorial yang bergerak ke timur dari laut Hindia ke Pasifik Tengah. Anomali angin zonal dan kecepatan potensial di troposfer atas yang sering menyebar untuk melakukan siklus mengitari bumi. Proses tersebut ditandai dengan perubahan tekanan permukaan dan momentum relatif angular atmosfer.MJO merupakan variasi intraseasonal (kurang dari setahun )yang terkenal di daerah tropis.
  • Osilasi ini merupakan faktor penting saat fase aktif dan fase lemah monsun India dan Australia, sehingga menyebabkan gelombang laut, arus, dan interaksi laut-udara.
  • Pergerakan awan ke arah timur diasosiasikan dengan osilasi MJO
  • Analisis spektral digunakan oleh Yanai dan Maruyama, 1966 untuk menemukan gelombang gravitasi Rossby di stratrosfer ekuatorial, Wallace dan Kousky menggunakan untuk mengidentifikasi gelombang kelvin stratosferik.
  • Osilasi MJO dapat juga dianalisis dari data rawinsonde,sehingga terlihat koherensi antara tekanan permukaan,angin zonal dan temperatur tiap pada berbagai level dalam rentang 41-53 hari.
  • Angin meridional berperan dalam MJO.
  • Awal dan aktivitas monsun Asia-Australia dipengaruhi sangat kuat oleh pergerakan MJO ke timur (Yasunari 1979; Lau and Chan 1986)
  • Kopel dengan lautan tropis dengan angin baratan mengakibatkan MJO secara signifikan dapat memodifikasi SST,surface heat fluks. (Kawamura 1991; Zhang 1996; Jones and Weare 1996; Flatau et al. 1997; Jones et al. 1998; Hendon and Glick 1997)
  • MJO mempengaruhi struktur termohalin di laut pasifik ekuatorial (Kessler.1996), dan sekaligus mentrigger peristiwa ENSO (Lau and Chan 1986; Weickmann 1991)
  • Dalam hal prediksi cuaca, saat amplitudo MJO membesar tingkat prediksi membesar dan juga berlaku sebaliknya, selain itu prediksi jangka menengah berhasil baik jika eror di daerah ektratropis (tropical intraseasonal osilasi) minimal
  • Contohnya hasil NCEP, dapat memprediksi 10 hari kedepan,dengan syarat error mode frekuensi rendah tropical dan ektratroopical mengecil dan presistensi amplitudo MJO membesar.
  • Dengan menggunakan analisis EAR (Equatorial Atmosphere Radar) secara vertikal ( zonal-vertikal, data angin) dapat menunjukan adanya pergerakan ke timur dipermukaan dan ke barat di lapisan atas dan inilah yang disebut dengan siklus MJO serta hal tersebut sesuai dengan teori skema perpotongan MJO sepanjang ekuator.
  • MJO juga memiliki siklus 40-50 hari
  • MJO mempengaruhi seluruh lapisan trofis,terlihat jelas di Pasifik Barat dan Hindia.
  • Unsur yang dilibatkan dalam menganalisi MJO dapat berupa :angin,SST,perawanan,hujan, dan OLR.
  • Fenomena MJO, terlihat jelas pada variasi OLR ( sensor inframerah satelit), sebab CH tropis adalah konvektif,dengan puncak awan konvektif sangat dingin sehingga memancarkan sedikit radiasi gelombang panjang.
  • Pergerakan awan konvektif dari barat ke timur sepanjang Pasifik Tropis ditandai konvergensi di lapisan bawah (troposfer )dan divergensi di lapisan atas(stratosfer).
  • MJO merupakan sirkulasi skala besar di ekuator dan berpusat di Samudera Hindia dan bergerak ketimur antara 10 LU dan 10 LS.
  • Mekanisme MJO:

  1. CSIK (Conditional Instability of the Second Kind)
  2. Evaporation-wind feedback

  • CSIK memiliki dua mekanisme:

  1. Penjalaran gelombang kelvin ke arah timur yang ditandai dengan pemanasan awan kumulus
  2. Interaksi dengan osilasi stabil pada keadaan dasar yang stabil

  • Aktivitas konveksi dapat mempengaruhi siklus MJO
  • Faktor orografik bisa menghambat pergerakan MJO
  • Siklus MJO ( Matthews A.J,2000) ditunjukan berupa gugus-gugus awan tumbuh di Samudera Hindia lalu bergerak ke arah timur dan membentuk suatu siklus dengan rentang 30-60 hari dan dengan cakupan daerah 10N-10S, seperti yang ditunjukan Gambar 1.

Identifikasi Osilasi MJO Dengan Menggunakan OLR

Gambar diatas menunjukan siklus MJO dengan interval selama 3 harian atau 22.5 derajat.Gambar diatas menggunakan OLR sebagai salah satu cara untuk menggambarkan perjalanan siklus MJO. Siklus MJO pada fase 0 atau t=0,konveksi tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia dan terjadi supresi (mengalami kekeringan)di Samudera Pasifik. Kedua peristiwa ini bergerak ke timur sampai fase 180 dengan lokasi yang berkebalikan (konveksi di Samudera Pasifik dan supresi di Samudera Hindia).Kondisi ini terus bergerak ke timur dan kembali ke fase 0 ( Konveksi di Samudera Hindia dan supresi di Samudera Pasifik). Penjalaran ini memerlukan waktu 30-60 hari dengan efek basah dan kering pada daerah-daerah yang di lewatinya.

Mengidentifikasi Osilasi MJO Dengan Menggunakan Parameter SLP

·

Sama dengan Gambar 1 hanya dengan menggunakan SLP.

Gambar skematik MJO di Ekuatorial

Gambar 3 diatas menunjukan skema MJO di ekuatorial. Garis panah menunjukan sirkulasi meridional yang diasosiasikan dengan MJO. Garis atas menunjukan tinggi tropopause dan garis bawah menunjukan tekanan permukaan laut(sea-level pressure, SLP). Terlihat dalam gambar tersebut munculnya awan dan posisinya bergeser ke arah timur.

Sedangkan Wang dan Rui melakukan penelitian munculnya MJO menggunakan data OLR 1975-1985 dan mengklasifikasikan penjalaran MJO menjadi tiga tipe, seperti yang ditunjukan oleh Gambar 4.

Propagasi MJO dengan tiga tipe penyebaran

Referensi:

·

  • Flatau M, Flatau PJ, Phoebus P, Niiler PP (1996) The feedback between equatorial convection and local radiative and evapo-rative processes: the implications for intraseasonal oscillations.J Atmos Sci 54: 2373±2386
  • Hendon HH, Glick J (1997) Intraseasonal air-sea interaction in the tropical Indian and Pacipic Oceans. J Clim 10: 647±661
  • Jones C, Weare BC (1996) The role of low-level moisture conver-gence and ocean latent heat fluxes in the Madden and Julian Oscillation: an observational analysis using ISCCP data and ECMWF analyses. J Clim 9: 3086±3104
  • Jones C, Waliser DE, Gautier C (1998 ) The infuence of the Madden and Julian Oscillation on ocean surface heat fluxes and very high sea surface temperature variability in the warm pool region. J Clim 11: 1057±1072
  • Kawamura R (1991) Air-sea coupled modes on intraseasonal and interannual time scales over the tropical western Pacific.J Geophys Res 96: 3165±3172
  • Lau KM, Chan PH (1986) Aspects of the 40±50 day oscillation during the northern summer as inferred from outgoing long-wave radiation. Mon Weather Rev 114: 1354±1367
  • Kessler WS, McPhaden MJ, Weickmann KM (1996) Forcing of intraseasonal Kelvin waves in the equatorial Pacific. J Geophys Res 100: 10613±10631
  • Madden RA, Julian PR (1971) Detection of a 40±50 day oscillation in the zonal wind in the tropical Pacific. J Atmos Sci 28: 702± 708
  • Madden RA, Julian PR (1994) Observations of the 40±50 day tropical oscillation: a review. Mon Weather Rev 112: 814±837
  • Matthews, A. J., 2000: Propagating mechanism for the Madden Julian oscillation. Quart. J. Roy.Met. Soc., 126, 2637-2651.

  • Weickmann KM (1991) El NinÄ o/Southern Oscillation and Madden-Julian (30±60 day) oscillations during 1981±1982. J Geophys Res 96: 3187±3195
  • Yasunari T (1979) Cloudiness ¯uctuations associated with the Northern Hemisphere monsoon. J Meteorol Soc Jpn 58: 225± 229
  • Zhang C (1996) Atmospheric intraseasonal variability at the surface in the tropical western Paci®c Ocean. J Atmos Sci 53: 739±758

We

mjo

m2000mathewws

masunaga_etal_jas06

masunaga_jas07

A REVIW OF OBSERVATIONAL STUDIES ON MADDEN-JULIAN OSCILLATION

10 Tanggapan to “Madden-Julian Oscillation”

  1. La An said

    terimakasih pak jurnalnya

  2. kadarsah said

    Sudah saya tambahkan lagi beberapa jurnal yang penting

  3. sayah said

    mas, masunaga sensei itu pembimbing saya. hehe. beliau memang meneliti ttg MJO, kalau saya mungkin mau belajar mengenai cloud clusternya saja.
    Mudah2an MJO ini bisa jadi salah satu parameter untuk forcasting di wilayah tropis yang notabenenya susah sekali, karena tidak memiliki baroclinic disturbances.
    Oiya , mau menambahkan, MJO ini fenomena adalah event per event, bukan yg kontinyu. dan pergerakan dia ke arah timur itu tidak terjadi secara smoothly, tapi timbul hilang, timbul-hilang, dipengaruhi gerak east sudden shift…
    Tapi kalau pakai filtering dan spectral analysis, insyaAlloh akan terlihat smooth sekali.

  4. kadarsah said

    Terimakasih atas informasi dan komentarnya.
    Kalau memungkinkan saya ingin mendapatkan journal terakhir dari Masunaga Sensei.
    Bisa dikirim ke email saya :kadarsah[at]yahoo[dot]com

    Terimakasih

  5. Rovicky said

    Gimana cara njelasin MJO utk orang awam, ya ?
    Mumet aku.

  6. kadarsah said

    Osilasi yang berkisar 30-60 hari yang dihasilkan sirkulasi sell skala besar di ekuatorial yang bergerak ke timur dari laut Hindia ke Pasifik Tengah yang pertama kali ditemukan oleh Roland Madden dan Paul Julian (1971).Osilasi ini dihasilkan dari Anomali angin zonal dan kecepatan potensial di troposfer atas yang sering menyebar untuk melakukan siklus mengitari bumi dan pergerakan awan ke arah timur diasosiasikan dengan osilasi MJO akibatnya sering mempengaruhi curah hujan di daerah yang dilewatinya.

    Mungkin demikian…..

  7. andriyas aryo said

    pak saya mau menanyakan perihal penggunaan indek mjo yang dikeluarkan oleh NOOA (http://www.cpc.noaa.gov/products/precip/CWlink/daily_mjo_index/proj_norm_order.ascii). bagaimana menentukan fase basah/kering terlebih untuk wil Indonesia. klo bapak ada jurnal terkait penggunaan indek tersebut, klo bapak berkenan saya meminta tolong bapak mau mengirimkan ke email saya. trima kasih sebelumnya

  8. farid said

    Ada beberapa perkara yang saya tidak berapa faham terutamanya tentang mekanisma MJO.
    a) Seperti yang dinyatakan diatas wave CISK dan linear WISHE (cuma sekadar mekanisma untuk survival tidak lebih dari itu) cuma membantu pembentukan small wave yang kecil dan tempoh yang cepat. Saya sering melihat wave-CISK adalah merujuk kepada internal dynamic dalam MJO (melibatkan gandingan kelvin dan rossby wave – tak kiralah symmetry atau mixed) manakala WISHE melibatkan moisture convegence yang semestinya memerlukan interaction from ocean-atmosphera (external dynamic). Tiada keputusan hingga saat ini yang mana lebih penting dan utama, misalnya Ajayamohan et. al. (2010) menyatakan bahawa sekadar internal dynamic yang diperlukan bagi MJO terus survive manakala Wang et. al. (2010) menyatakan internal dynamic tidak cukup juga perlukan external.
    b) Walau bagaimanapun, mekanisma ini masih tidak dapat menerangkan kenapa MJO juga merambat ke utara dan juga pembentukan MJO itu sendiri. Ray et. al. (2009, 2010a, 2010b) menyatakan adveksi dari luar extratopika adalah perlu bagi pembentukan MJO (tanpanya MJO tidak mungkin boleh terjadi). Peristiwa elemen ke utara juga masih tidak dapat diselesaikan walaupun ada beberapa kajian yang mengaitkan dengan Ekman layer dan sebagainya. Bagi saya, sebagai kesimpulan masih tiada mekanisma yang jelas terhadap MJO.

  9. darmawan said

    pak saya sedang riset tentang durasi MJO, kalo bapak berkenan bisa email ke saya jurnal yang berkaitan dengannya?, makasih

  10. july said

    boleh minta jurnal yang terkait dengan MJO,, mohon kirim ke email saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: