Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Sekelumit Tentang Pemanasan Global

Posted by kadarsah pada April 23, 2008

 

Pemikiran tentang pemanasan global telah ada sejak dulu, tetapi tindakan nyata untuk mengantisipasinya baru dilakukan dalam dekade terakhir.

  • Rumah kaca merupakan budaya dari tuan tanah kaya Italia untuk membudiyakan sayuran dan tanaman dengan membentuk cuaca mikro. Sehingga tanaman yang tidak bisa tumbuh pada musim dingin bisa tumbuh dan menghasilkan, dengan menanamnya di rumah kaca.
  • Edme mariotte(1681) memperkenalkan sifat Matahari dan dalam penelitiannya dia mengemukakan bahwa energi sinar dan panas matahari mamapu menembus gelas dan materi transparan lainnya sedang sumber lain tidak.
  • Horace Benedict de Saussure (1760) menciptakan alat heliothermometer untuk menunjukan bahwa udara mampu menyimpan panas radiasi matahari dan sekarang disebut Efek Rumah Kaca.
  • Jean-Baptise Joseph Forier,fisikawan-matematikawan Perancis

1. Mengenalkan istilah rumah kaca 1824

2. Suhu hangat terjadi karena sebagain panas sinar matahari terjebak didalam,dan tak bisa keluar karena terhalang dinding dan atap kaca

3. Unusur gas yang paling penting CO2

4. CO2 mengontrol suhu atmosfer bumi

 

  • Svante Arrhennius (1894) menyatakan:

1. CO2 unsur terpenting yang mengontrol suhu atmosfer

2. Kadar CO2 di batuan es yang berasal dari zaman es memiliki 50 % lebih sedikit dibanding di batuan es zamannya .

3. Kenaikan suhu atmosfer beriringan dengan naiknya konsentrasi CO2

4. Mencairnya gunung-gunung es terjadi karena penambahan konsentrasi CO2 di angkasa.

  • Tahapan untuk COP:

1. Konferensi Villach,Austria,1985.

2. PBB membentuk INC kemudian United Nations Conference on Environtment and Development, di Rio de Janeiro,1992 di Brazil atau KTT Bumi. Hasil penting: konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan iklim (155 negara).

Tujuan konvensi:menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer pada ke tingkat tertentu dari kegiatan manusia yang membahayakan sistem iklim.Emisi karbon di tahun 2000 harus ditekan hingga ketingkat emisi tahun 1990.

 

 

Daftar COP

  • No

Tanggal

Tempat

Presiden

1

1995

Berlin,Jerman

Angela Merkel, Jerman

2

Juli,1996

Jenewa,Swiss

Chen Chimutengwende,Zimbabwe

3

Desember,1997

Kyoto,Jepang

Hiroshi Oki ,Jepang

4

November ,1998

Buenos Aires,Argentina

Maria Julia Alsogaray,Argentina

5

Oktober-November 1999

Bonn,Jerman

Jan Szyzko,Polandia

6

November,2000

Den Haag,Belanda

Jan Pronk,Belanda

7

Oktober-November,2001

Marrakesh,Maroko

Mohamed Elyazghi,Maroko

8

Oktober-November,2002

New Delhi,India

T.R.Baalu,India

9

Desember,2003

Milan,Italia

Miklos Persanyi,Hongaria

10

Desember,2004

Buenos Aires,Argentina

Gines Gonzales Garcia,Argentina

11

Desember,2005

Montreal,Kanada

Stephane Dion,Kanada

12

November,2006

Nairobi,Kenya

Kivutha Kibwana,Kenya

13

Desember 2007

Nusa Dua,Denpasar Bali

Rahmat Witoelar,Indonesia

Beberapa isi pokok protokol kyoto:

· Target reduksi emisi gas rumah kaca:5,2 % hingga 2012.

· Pengurangan emisi 8 % untuk Uni Eropa, penambahan emisi 8 % Australia dan pengurangan emisi 7 % USA

· Langkah kongret:emissions trading ( perdagangan emisi),kerjasama antarpihak (joint implementation),mekanisme pembangunan bersih (CDM atau clean development mechanism).

· Munculnya carbon trading (transaksi emisi gas rumah kaca) atau carbon dolar

Prinsip-prinsip Protokol Kyoto:

  1. Prinsip-prinsip protokol kyoto menjadi tanggung jawab pemerintah dan diatur dalam kesepakatan global yang dilindungi PBB
  2. Pemerintahan dibagi dalam dua kategori umum, negara-negara ANNEX 1 adalah negara maju yang dianggap bertanggungjawab terhadap emisi gas sejak revolusi industri,150 tahun silam.Mereka mengemban tugas menurunkan emisi gas srumah kaca dan harus melaporkan emisi gas nya tiap tahun. Negara ANNEX 1 ini terdiri dari 38 negara industri maju di Eropa,Amerika Utara dan Australia.Satu-satunya negara di asia yang masuk hanyalah Jepang. Negara-nega non ANNEX 1 adalah negara berkembang. Mereka tidak mempunyai kewajiban menurunkan emisi gas rumah kaca, tapi bisa berpartispasi lewat CDM. Cina,india dan Indonesia bersama lebih 130 negara lainnya masuk negara non –ANNEX 1.
  3. Negara ANNEX 1 harus mengurangi emisi secara kolektif sebesar 5.2 % dibandingkan emisi yang dilaporkan tahun 1990 ( jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi tahun 2010 tanpa protokol maka target ini berarti pengurangan sebesar 29 %.
  4. Pengurangan emisi 6 gas rumah kaca(CO2,CH4,NO,SHF,HFC,PFC) dihitung sebagai rata-rata selama 5 tahun 2008-2012. Target pengurangan emisi adalah 8 % eropa,7 % usa,6 % jepang,0 % rusia, sedangkan penambahan emisi 8 % australia dan 10 % islandia
  5. Batas kadaluarsa tahun 2013, dan akan dibuat target reduksi karbon baru. Jika tahun 2012 negara ANNEX 1 tak bisa memenuhi target, selain tetap harus memenuhi kekurangannya, pasca 2012 negara tersebut harus membayar denda sebesar 30 % dari berat karbon dalam target ANNEX 1.
  6. Protokol Kyoto memiliki mekanisme fleksibel yang memungkinkan negara ANNEX 1 mencapai batas emisi gasnya dengan membeli kredit pengurangan emisi dari negara lain. Pembelian itu bisa dilakukan dengan uang tunai atau berupa pendanaan untuk sebuah proyek penurunan emisi gas buang dari negara non-ANNEX 1 melalui mekanisme CDM.Bisa juga melalui pengerjaan proyek sesama ANNEX 1 melalui program joint implementation (JI) atau membeli langsung dari negara ANNEX 1 yang sudah dibawah target.
  7. Sebuah proyek baru bisa dijual dalam perdagangan emisi karbon bila sudah mendapatkan persetujuan dari dewan eksekutif CDM yang berpusat di Bonn, Jerman. Hanya dewan eksekutif yang berhak mengeluarkan akreditasi sertified emission reductions (CER) bagi sebuah proyek untuk diperjual belikan.
  8. Jadi negara non ANNEX 1yang tidak punya kewajiban menurunkan emisi gas buang, tapi jika mengimplementasikan proyek gas rumah kaca yang bisa menurunkan emisi ia akan menerima kredit karbon yang bisa dijual pada negara ANNEX 1.

  • 11 Desember 1997,UNFCCC protokol untuk menahan laju konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi.Meliputi 28 pasal, dengan Pasal 25 menyatakan bahwa:segala ketentuan akan berlaku,90 hari setelah tak kurang dari 55 negara peserta konvensi,termasuk negara ANNEX 1 yang melepas setidaknya 55 % gas buang berdasarkan data tahun 1990, telah meratifikasi kesepakatan tersebut .
  • Syarat 55 negara dicapai tanggal 23 mei 2002,ketika Islandia meratifikasi, November 2004, Sudan negara yang meratifikasi ke 127
  • 18 November 2004, Rusia (negara dengan emisi 17 %) negara yang meratifikasi ke 128, sehingga syarat 55 % gas emisi bisa dicapai.
  • Indonesia meratifikasi ke 131, 3 Desember 2004,
  • Juni 2007,175 negara telah meratifikasi ( meliputi 70 % penduduk bumi,61,6 % emisi dalam daftar ANNEX 1
  • Peristiwa-peristiwa yang menunjukan pemanasan global:
  • CH Gurun Dasthi Kibri,Iran menurun 16 % selama 1976-2000
  • CH Gurun Kalahari,Afsel 12 % selama 1976-2000
  • CH Gurun Atacama,Chile 8 % selama 1976-2000
  • Temperatur di DAS Citarum, suhu rata-rata dimusim hujan:26,1 di tahun 2020 ( 24,7 di 2001).Pada saat kemarau dari 27,1 menjadi 30,7 ( WWF-ITB).
  • CH meningkat dari 239 menjadi 1377 mm/tahun.
  • Badan Perlindungan Lingkungan Daerah Jawa Barat :54 % tutupan DAS hilang selama 1983-2002,jumlah komplek perumahan meningkat 233 % selama 1983-2002, dan jumlah industri meningkat sebesar 868 %
  • Hama tanaman rapa meningkat karena musim dingin yang lebih hangat menyebabkan kondisi lingkungan lebih kondusif bagi keberlangsungan hidup.
  • 11 tahun terakhir merupakan musim dingin terhangat
  • Penyakit tanaman rapa berpindah dari Inggris ke Scotlandia akibat pemanasan global yang memungkinkan musim dingin di Scotlandia lebih hangat dan penyakit tanaman rapa bisa hidup di Scotlandia, yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
  • Mengurangi kesuburan tanah sebesar 2 %-8 %
  • 75 % emisi CO2 dari Indonesia berasal dari ilegal loging dan konversi lahan.
  • Badai Katrina menyerang Amerika 24-31 Agustus 2005,kerugian mencapai US$200 milyar,puncaknya 29 Agustus 2005,1836 tewas,705 luka-luka. Dan sebanyak 1300 tewas secara langsung, tekanan udara yang terjadi sebesar 902 mb, kecepatan angin 280 km/jam,dengan air yang tercurahkan 150 mm.
  • Kebakaran hutan meningkat 25%-50 % dalam 5 tahun terakhir.
  • Kelebatan hutan di USA menurun drastis.
  • Pohon berdaun ringan diatas kawasan Great lakes menghilang, yang menyebabkan hilangnya biodiveristas hutan
  • Kawasan laut Artik hilang seluas 2 juta km persegi selama 6 tahun terakhir
  • Es dikutub utara akan hilang September tahun 2040, jika emisi CO2 seperti sekarang
  • Luas Kawasan salju menyusut 5,9-1,9 juta dalam 10 tahun terakhir.
  • Puncak musim panas 2040 es hanya ada di Greenland dan kanada
  • Lapisan salju di Antartika telah mencair seluas California selama 1999-2005
  • Banjir,Februari 2007,menurut WALHI,70 % jakarta Banjir,57 meninggal,400 000 mengungsi.
  • Banjir di Cina:130 juta menderita tahun 2003, sedangkan di Venezuela tahun 1999, 30 000 tewas.
  • WHO :Kontribusi perubahan iklim terhadap penyakit malaria 6 %di sejumlah negara,35 jenit penyakit muncul,nyamuk demam berdarah dan malaria lebih berbahaya,siklus hidup lebih pendek,masa inkubasi lebih singkat
  • California Selatan,Oktober 2007,Kebakaran menghabiskan 172 000ha,400 cedera,500 000 orang mengungsi dan 3 tewas.
  • Penduduk di Argentina,Cile,Selandia Baru mengalami rawan kanker kulit, contohnya:Punta Arena si Cile, kota paling selatan,angka penderita 66 % selama tahun 1994-2004.
  • IPCC:selama 400 000 tahun jumlah CO2 relatif stabil, sejak revolusi industri tahun 1850 gas karbon meningkat dari 280 ppm menjadi 380 ppm pada saat ini dan 560 ppm diujung abad 21.
  • Peningkatan suhu udara sebesar 1,4-5,6 C selama periode 1990-2100
  • UNFCCC(2005):hingga akhir abad ini permukaan laut naik 1 meter, jika naik 50 %,Maladewa akan tenggelam dan 60 % Pulau Grenada di Karibia akan tenggelam, sedangkan Papua Nugini d Pasifik kehilangan 25 % garis pantainya.
  • IPCC:1990-2005 peningkatan suhu:0,15 C-0,3 C dan 1,6 C-4,2 C sampai tahun 2050 atau 2070
  • Di Indonesia menurut Global Fluid Dyanmics dan Goddart International Space Study peningkatan suhu :2 C-4.2 C sampai tahun 2050-2070
  • Di Jakarta pernah tercatat 37 C,normalnya 33 C, sedangkan di Medan Sumut meningkat 0.17 c/tahun selama 1980-2002 sedangkan di Denpasar 0,87 C/tahun
  • Kondisi sekarang, kenaikan air laut 0.5 cm/tahun, Indonesia 17.504 pulau sekarang 17.480 pulau, 30 tahun kedepan 2000 pulau akan hilang, selama ini baru 20 pulau, sedangkan di permukaan air laut diteluk Jakarta naik 0.57 cm, permukaan tanah turun sebesar 0.8 cm/tahun, sehingga pada tahun 2030 Bandara Soekarno_Hatta akan tenggelam
  • Kerusakan lain akibat pemanasan global adalah :Coral Bleaching:Di Palau,Samudra Pasifik, 99% species karang rusak dan merusak sampai kedalaman 90 m
  • Kerugian ekonomi akibat perubahan iklim: 5% dari GDP dunia per tahun,terburuk 20 %, jika di cegah bisa 1 %
  • Gas Rumah Kaca terdiri dari 30 gas, tetapi yang utama adalah :CO2,CH4,H20,HFC,PFC dan SF6.
  • Indonesia menyumbang 20% emisi global yang berasal dari deforestasi atau 7.5 milyar ton CO2
  • IPCC:11 dari 12 tahun terakhir merupakan tahun terhangat global sejak tahun 1850, tingkat pemanasan temperatur bumi rata-rata selama 50 tahun terakhir hampir mendekati dua kali lipat dari rata-rata 100 tahun terakhir, selama 100 tahun terakhir suhu bumi naik 0.74, jika konsentrasi CO2 naik 200 % dari masa pra industri,suhu akan naik 3 C.
  • IPCC:1000 tahun pra revolusi Industri, jumlah GRK relatif konstan,sekarang naik 30 % dari pra revolusi industri, dan masih terus mengalami kenaikan sebesar 0.4 %/tahun
  • Global karbon project:pertumbuhan emisi 0.8 % tahun 1990-1999,3.2 % tahun 2000-2005.
  • Pada Februari 2007, IPCC mengumumkan bahwa suhu global naik 1.1-6.4 C pada 2100. Dan muka air laut naik di akhir abad 21 17.8 hingga 58.4 cm. Jika permukaan es kutub mencair akan ada tambahan lagi 9.9 -19.8 cm.
  • Pada tahun 2001, IPCC mengumumkan bahwa temperatur global naik 0.6 c sejak tahun 1900. Kenaikan terbesar sejak 10 tahun terakhir. Artinya era 1990-an adalah era yang paling panas sejak tahun 1000-an.
  • Saat ini lapisan es arktik berkurang 2,7 % dekade
  • Kritikan terhadap model IPCCC:

1. Pemanasan cendrung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad 20,bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970

2. Jumlah total pemanasan selama abad 20 hanya separuh dari yang diprediksi model

3. Trofosfer,lapisan atmosfer terendah,tidak memanas secepat prediksi model

  • Sejak revolusi industri:

1. Temperatur global rata-rata naik 0.8 C

2. Kadar CO2 awalnya280 ppm,1958 menjadi 315 ppm, dan sekarang 383 ppm.

3. Jika tak diantisipasi, konsentrasi CO2 menjadi 560 ppm (Tim Flanerry, dalam We Are the Weather Makers).

  • Model dari IPCC, ketika kadar CO2 sebesar 560 ppm temperatur naik sebesar 1.5-4.5 C, air laut naik 90 cm.
  • Tegakan pohon jadi dapat tumbuh di puncak Gunung Albert Edward di Papua Nugini, yang sebelumnya tidak pernah tumbuh .Hal ini akibat kenaikan temperatur sehingga pohon jati dapat tumbuh.
  • Gurun Sahara makin kering, sedangkan Kanada mengalami musim dingin yang parah.

 

 

Gas Rumah Kaca:

  • Emisi CO2 dari pembakaran sumber energi fosil 6.3 Giga ton/tahun, hanya separuhnya di serap alam
  • Masa hidup CO2 10 000 tahun,HCF-22 12 hari, CFC 100 tahun , dan NOx 12 tahun.
  • Kontribusi gas rumah kaca: CO2 sekitar 26 %,uap air 65 %, metan/CH4 4-9 %, ozon/O3 3-7 %, Sisanya NOx,SHF,HDF,PFC,CFC
  • Metan mendekap 20 kali lebih banyak dari CO2, dan konsentrasi metan di atmosfer lebih banyak , jumlahnya meningkat sejak revolusi industri 1045-1783 ppm (2004), tapi karena daur hidupnya pendek , maka kontribusinya sangat sedikit.
  • NOx mendekap panas 300 kali dari CO2, jumlahnya naik 16 % menjadi 314 ppb.
  • Untuk energi listrik 1000 MW,akan dihasilkan CO2 6.5 juta ton,Sox 44 000 ton,Nox 22 000 ton dan abu logam berat 320 000 ton.
  • NOx (kendaraan bermotor dan asap pabrik) penyumbang hujam asam.
  • NO2 4 kali lebih beracun dari NO
  • SO2 bukan gas rumah kaca, jika bereaksi dengan debu membentuk sulfat dan ketiks uslfat bereaksi dengan uap air membentuk hujan asam
  • CO:bayi lahir cacat dan rusak otak
  • Hidrokarbon:mudah menguap dan reaktif memicu leukeumia.
  • Penyumbang:USA 6005 juta metrik ton CO2,Cina 5017 ,Indonesia 3014 (2563 dari kebakaran hutan,275 sektor energi, 141 sektor pertanian,35 dari limbah ,menurut Emil Salim),Brazil 2316,Rusi 1745,India 1577.
  • WHO:70% pencemaran udara dikota besar berasal dari emisi kendaraan.
  • Permintaan energi dunia meningkat 2.3 %/tahun sampai taun 2020,sedang tahun 1980 hanya 1.3 %.
  • Hutan Dan Kaitannya Dengan Pemanasan Global
  • 120 milyar ton karbon,80 % diserap hutan,lahan pertanian 9 %,hutan trofis 20 %, hutan boreal 26 %, sedangkan daerah lintang tengah 7 %.
  • Laju kerusakan hutan 10-20 juta ha/tahun telah melepaskan 1.6-2.4 milyar ton karbon, sedangkan emisi karbon hanya 19 milyar ton CO2 ( 5.5. milyar ton)
  • Reforestasi 209 juta ha (28 %) dari 747 juta ha hutan trofis dunia,sehingga 2 milyar ton karbon di serap atau 7.2 milyar ton CO2, sedangkan pemakaian bahan bakar fosil 19 milyar ton.
  • Konversi hutan trofis primer menjadi lahan pertanian melepas 204 ton karbon, kalau dari hutan sekunder 100 ton.
  • Konsep REDD dimulai di CoP 11,Montreal Kanada,2005 atas usul Papua Nugini dan Kosta Rika.
  • REDD:reducing emissions from deforestation in developing countries, merupakan konsep untuk mempertahankan tegakan hutan. Sehingga negara berkembang yang bisa mempertahankan hutan tetap tegak/lestari mendapatkan dana.
  • KLH:Indonesia menyumbang 1/3 atau 2.5 milyar ton CO2
  • Luas hutan:Brazil,Nigeria,Indonesia(versi FAO:88 Juta,jika ditambah yang rusak 125 juta ha)
  • Skema CDM disektor kehutanan:aforestasi (penanaman hutan kembali pada lahan yang sudah botak /stengah botah sekurang-kurangnya sejak 50 tahun yang lalu) dan reforestasi (penanaman hutan kembali pada lahan yang sebelum 1990 sudah tidak lagi berupa hutan). Proyek CDM kehutanan baru ada di Cina sebesar US$100 000.
  • Indonesia siap 10 juta ha untuk CDM kehutanan, dengan syarat pohon CDM (tinggi minimal 5 m dan penutupan tajuk 30 %)

Kebijakan untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

  • Eropa menerbitkan bahan bakar rendah sulfur pada mesin diesel dan standar emisi ketat antara lain bermesin injeksion: Euro 1 (1998,50 % menekan kandungan PM), Euro 2 (1996,30 %), Euro 3 (2000,20%),Euro 4 (..,10%).
  • Tujuan Eropa mengurangi emisi CO2 hingga 120 gram/km.
  • Vietnam memberlakukan EURO1 tahun 1998,Filipina 2003,Singapura dan Tailand 1993,Malaysia 1997. Indonesia Euro2, tahun 2006 berdasarkan Kepmen LH nomor 141 tahun 2003 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru dan kendaraan bermotor yang sedang diproduksi untuk bensin atau solar. Jadi setiap tipe kendaraan bermotor yang akan dipasarkan di Indonesia wajib menjalani uji keamanan dan uji emisi gas buang di Dirjen hubungan darat.

Contoh-contoh pemanasan global yang terjadi di beberapa tempat ( sumber: An Inconvenient Truth).

Gambar a Menunjukan berkurangnya tutupan es di Alaska sejak tahun 1980 s.d 2001 ( warna merah menunjukan batas tutupan es pada tahun-tahun tersebut).

Gambar b Terjadi hal yang sama di Argentina dengan selang waktu sekitar 20 tahunan

Gambar c Masih di Argentina antara tahun 1928 dan 2004, terlihat perbedaan yang sangat jelas.

Gambar d Tutupan salju di Glacier National Park tahun 1910 dan tahun 1998

Gambar e Tutupan salju di Italia Adamello-Mandron Glacier

Gambar f Tutupan salju di Rhone Glacier dan Tschierva Glaccier

Gambar g Kondisi Gunung Kalimanjaro di Afrika pada tahun 1970 dan tahun 2000 dengan perubahan mencolok pada tutupan esnya.

Gambar h Kondisi tutupan salju di Amerika sekitar 50 tahun yang lalu dan kondisi sekarang

Gambar i Kontribusi negara/kawasan pada global warming, terlihat Amerika Serikta penyumbang terbesar tetapi Amerika Serikat menolak menyetujui Protokol Kyoto

Gambar j Peningkatan populasi nyamuk serta perluasan area yang dijangkiti akibat temperatur gunung yang makin menghangat kearah puncak, sehingga habitat nyambuk bertambah luas ke arah puncak gunung.

Gambar k Menunjukan emisi karbon yang dikeluarkan tiap negara dan Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama

Kondisi Indonesia pun telah di proyeksikan oleh IPCC sebagai berikut dengan beberapa skenario iklim.

Skenario Iklim menurut IPCC dibagi secara garis besar menjadi A1,A2,B1 dan B2. Pembagian ini berdasarkan kondisi-kondisi yang di alami dunia.

A1

-Pertumbuhan ekonomi sangat cepat

-Puncak populasi sekitar tahun 2050 dan menurun setelahnya

-Penggunaan teknologi baru yang efisien

A2

-Pertumbuhan populasi tinggi

-Perubahan/penggunaan teknologi berjalan lambat dan lebih beragam dibanding skenario lain

-Terjadi pertumbuhan ekonomi per kapita

 

B1

-Pertumbuhan populasi rendah

-Pertumbuhan ekonomi cepat

-Penggunaan teknologi yang bersih dan efektif

B2

-Pertumbuhan populasi sedang

-Pertumbuhan ekonomi sedang

-Penggunaan teknologi yang lebih beragam tetapi tidak sec epat pada skenario A1 dan B1

 

Proyeksi Iklim Indonesia dan Global

Referensi:

Film :The great global warming Swindle,

Film : An Inconvenient Truth

An Introduction To Climate, Glenn T.Trewartha, Lyle H.Horn,McGraw-Hill Book Company,1967

www.worldchanging.com

www.climatecrisis.net

Climatic Research Unit at the University of East Anglia, Norwich, UK.http://www.cru.uea.ac.uk

l WWF climate campaign : http://www.panda.org/climate/

The Climate Impacts LINK Project: http://www.cru.uea.ac.uk/link/

The IPCC Data Distribution Centre (DDC): http://ipcc-ddc.cru.uea.ac.uk

IPCC Fourth Assessment Report (FAR) WG-I, 2007, Climate Change 2007: The Physical

Science Basis, Summary for Policy Makers

Sekilas tentang Perubahan Iklim – Climate Change at a Glance

 

 

 

 

 

 

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: