Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Kondisi Ozon di Indonesia Masih Normal dan Aman

Posted by kadarsah pada September 16, 2007

Dr. Ninong, ”Lebih Baik Dibandingkan Tahun Lalu”BANDUNG, (PR).-
Kondisi ozon di Indonesia dinilai masih dalam batas normal dan aman. Meski begitu, masyarakat perlu mewaspadai penggunaan bahan perusak ozon (terutama CFC). Sebab penggunaan bahan perusak ozon yang tidak terkendali memungkinkan terjadinya lubang ozon di Indonesia.

Peneliti Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Dr. Ninong Komala mengatakan, saat ini konsentrasi ozon di Indonesia berkisar antara 240-270 dobson unit (DU). Sementara di Bandung berkisar antara 255-258 DU. ”Kondisi ini masih relatif aman, karena batas minimal konsentrasi ozon yakni 150 DU,” kata Ninong, Minggu (16/9).

Kendati demikian, rata-rata konsentrasi ozon ini sangat fluktuatif. Kondisi terparah terjadi tahun 2006 karena banyaknya kasus kebakaran hutan. ”Sekarang sedikit lebih baik dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

Dikatakan Ninong, ozon terdapat di dua lapisan yakni statosfer dan troposfer yang fungsinya cenderung kontradiktif. Saat ini, kecenderungannya, lapisan yang ada di statosfer menurun sehingga sinar ultra violet pun semakin banyak mengenai kulit manusia. Sementara, lapisan ozon yang ada di troposfer cenderung meningkat seiring dengan peningkatan polusi udara.

Sejumlah kejadian alam, diakui Ninong dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon. Namun, gas yang dibawa peristiwa alam ini tidak akan sampai menembus lapisan statosfer (ozon) karena sifatnya yang mampu bereaksi dengan air. Sementara, CFC yang merupakan buatan manusia cenderung bersifat stabil dan tidak mampu bereraksi dengan air di udara, sehingga dapat menipiskan lapisan ozon.

Katarak meningkat

Menurut Ninong, 10 persen penipisan ozon akan memicu peningkatan radiasi ultraviolet sebesar 20 persen. ”Jadi kewaspadaan itu penting sebab bisa jadi bukan lapisan ozon di wilayah Indonesia yang tipis, tetapi efeknya mencapai ke negara kita,” katanya. Ia menjelaskan, sejumlah gejala yang menandakan lapisan ozon semakin menipis, antara lain semakin meningkatnya kasus katarak, serta kanker kulit.

Diakui Ninong, CFC serta beberapa bahan sejenis memang menguntungkan manusia. Namun, tidak aman bagi lapisan ozon. Secara internasional, saat ini tengah diuji bahan alternatif yang mempunyai daya rusak lebih rendah dibandingkan CFC.

Menipisnya lapisan ozon dan peristiwa pemanasan global, kata Ninong merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Namun begitu, menipisnya lapisan ozon hanya salah satu penyebab kecil pemanasan global. Artinya, kondisi kota yang semakin panas belum tentu disebabkan oleh menipisnya lapisan ozon, melainkan banyaknya polusi udara oleh gas CO2. ”Penyebab utama pemanasan global itu gas CO2, uap air, gas metana, baru lapisan ozon yang tipis,” ujarnya. Oleh karena itu, kondisi kota yang semakin panas belum bisa diindikasikan sebagai salah satu gejala menipisnya lapisan ozon.

Dalam rangka peringatan hari ozon tahun 2007 ini, Lapan pun mengampanyekan kepedulian terhadap lapisan ozon melalui Lomba Poster untuk pelajar SMA. Tiga karya yang dinilai sebagai pemenang akan dikirimkan ke UNEP (organisasi lingkungan dunia) sebagai bentuk peran serta Indonesia mengampanyekan peduli lapisan ozon. (A-155)***

Sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/092007/17/0205.htm

2 Tanggapan to “Kondisi Ozon di Indonesia Masih Normal dan Aman”

  1. ahmadi said

    tolong kirimkan artikel ke email saya masalah penyebab menipisnya ozon. terimakasih

  2. kadarsah said

    artikel tentang penipisan ozon bisa didapatkan di http://www.ipcc.ch

    Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: