Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Diskusi Climate Change di Perut Airbus AA 330

Posted by kadarsah pada September 7, 2007

2007-09-07 20:31:00

Laporan dari Sydney

Sydney – Sebuah ruang di perut pesawat Airbus AA 330 yang membawa Presiden SBY dan rombongan ke Australia mendadak menjadi arena diskusi yang menarik. Topik yang dilemparkan dalam diskusi yang dipimpin Presiden SBY ini mengenal perubahan iklim (climate change).

Presiden SBY-lah yang melempar topik ini saat dirinya menemui rombongan. Dalam diskusi ini, hadir juga dua tokoh yang sangat berkompeten berbicara mengenai perubahan iklim ini, yaitu Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar dan mantan Menneg LH yang kini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Emil Salim.

Diskusi yang berlangsung ‘sersan’, serius tapi santai ini, diikuti juga oleh Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri, antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menko Perekonomian Boediono, Menneg Pora Adhyaksa Dault, dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk beberapa pengusaha yang masuk dalam rombongan.

Diskusi dadakan ini digelar tak beberapa lama setelah pesawat tinggal landas dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2007). Diskusi yang juga membahas masalah lainnya ini berlangsung sekitar 1 jam, dari pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.

Presiden yang mengenakan sweater warna cokelat dengan baju dalam warna putih dan berdasi merah itu menyampaikan bahwa Indonesia serius untuk membahas perubahan iklim dan menangani dampak dari pemanasan global (global warming). Saat ini, SBY mengaku senang karena sejumlah negara lain yang tadinya ‘bermalas-malasan’ membahas masalah ini, saat ini sudah mulai ikut nimbrung.

Seperti Cina, yang dulu menomorsatukan pembangunan dan menomorduakan lingkungan, sekarang tidak lagi. Amerika juga demikian halnya. “Karena itu, saya akan datang akhir bulan ini ke Amerika sebagai tuan rumah konferensi internasional Desember nanti. Indonesia jangan terus dijadikan objek,” kata SBY.

Rachmat Witoelar dan Emil Salim juga ikut nimbrung mengenai hal ini. Emil mengkhawatirkan dampak pemanasan global yang akan terjadi di dunia, bila tidak ditangani. Apalagi saat ini, suhu air laut sudah naik 0,75 derajat Celcius. Bila sampai suhu air laut naik 2 derajat Celcius, maka akan terjadi kerusakan dahsyat.

Sementara Rachmat Witoelar menyinggung Protokol Kyoto mengenai upaya pengurangan emisi yang akan berakhir tahun 2012.

Perubahan iklim ini memang dibahas di dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) 2007 yang digelar di Sydney hingga 9 September mendatang. Kehadiran Presiden SBY dan rombongan ke Sydney, kota tertua dan terbesar di Australia, yang berada di negara bagian New South Wales ini, juga untuk menghadiri acara tersebut. Indonesia dari awal ikut mengusung tema perubahan iklim ini. (asy/asy)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/07/time/203159/idnews/827197/idkanal/10

2 Tanggapan to “Diskusi Climate Change di Perut Airbus AA 330”

  1. iip said

    salam kenal:)

  2. kadarsah said

    Salam kenal juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: