Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Simulasi Asap Kebakaran Hutan 1996-1998

Posted by kadarsah pada Agustus 31, 2007

Berikut merupakan hasil simulasi asap kebakaran hutan yang di bagi masing-masing:

  • Simulasi asap kebakaran hutan selama Juli-Desember 1996
  • Simulasi asap kebakaran hutan selama Juli-Desember 1997
  • Simulasi asap kebakaran hutan selama Juli-Desember 1998

Alasan pemilihan ketiga tahun adalah untuk mewakili kondisi normal (1996), El Nino ( 1997) dan La Nina (1998).

Tujuan simulasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh parameter meteorologi bagai penyebaran asap kebakaran hutan. Acuan standar adalah tahun 1997, ketiga simulasi dikondisikan sama dengan perbedaan terletak hanya pada kondisi meteorologis.

1000m.png

Gambar.1 Rata-rata bulanan penyebaran asap kebakaran hutan pada level 1000 mb

850m.png

Gambar.2 Rata-rata bulanan penyebaran asap kebakaran hutan pada level 850 mb

750m.png

Gambar.3 Rata-rata bulanan penyebaran asap kebakaran hutan pada level 750 mb

500m.png

Gambar.4 Rata-rata bulanan penyebaran asap kebakaran hutan pada level 500 mb

Dari keempat gambar terlihat bahwa semakin tinggi tingkat penyebaran asap semakin lemah, selama ketiga simulasi, penyebaran yang paling kuat terjadi saat El Nino dan maksimum saat bulan September.

17 Tanggapan to “Simulasi Asap Kebakaran Hutan 1996-1998”

  1. agus prambudi said

    Jadi kesimpulannya bagaimana faktor meteorologi apa yang mempengaruhi penyebaran asap?

    Trims
    Agus

  2. kadarsah said

    Trims atas pertanyaanya
    Setidaknya ada beberapa faktor meteorologi yang bisa di analisis dengan tidak menampikan faktor lain diantaranya:
    1.Angin, angin memegang peranan sangat penting dalam turut menyebarkan asap kebakaran hutan dari sumber asap, pada artikel lain yang membahas lebih detail terlihat bahwa pada bulan September ( penyebaran yang maksimum) kecepatan angin mencapai maksimum

    2.Kandungan uap air di udara atau liquid water content. Kandungan uap air yang tinggi berpotensi besar menjadi hujan dan mampu menghilangkan asap melalui prose presipitasi.Potensi lainnya adalah dengan kandungan upa air yang tinggi mampu mengikat partikel asap dan mengendapkannya berupa wet deposition.

    Demikian tanggapan saya.

    Cogito Ergo Sum!
    Kadarsah

  3. Aditya I said

    permisi,,
    saya bisa minta tolong?
    bagaimana caranya dapetin grafik simulasi asap kebakaran yang di atas?
    cz saya mau presentasi tentang simulasi asap kebakaran hutan..
    makasih.

  4. kadarsah said

    Terimakasih atas perhatiannya.
    silakan saja didownload.Untuk gambar dan grafik lainnya bisa menghubungi saya lagi.

  5. Heri said

    maaf mas, sebenarnya saya mau coment di bag pemodelan iklim, tapi ga tau post dmn. Ini mas, mohon bantuannya,,,saya mhs Meteorologi IPB sedang tugas akhir. Rencananya saya mau menggunakan pemodelan iklim GCM dg metode statistical downscaling. Tapi saya bingung musti download dimana untuk data GCM-nya. Wilayah kajian saya DAS Cisadane. Atas perhatian n jawabannya saya ucapkan terima kasih. saya tunggu kabarnya ya.

  6. Heri said

    ok. terima kasih banyak Pak atas infonya…,
    Oya Pak saya lagi butuh toolbox netCDF untuk matlab. Saya masuk ke sini http://www.unidata.ucar.edu/software/netcdf/ untuk mendowload toolbox tersebut. Tapi sampai sekarang koq saya muter2 saja ya Pak…dibagian mananya ya kira2 toolbox itu bersembunyi. Maaf ya Pak saya banyak bertanya…

    • jesira said

      siang pak, saya pernah baca tentang tesis bapak yang berjudul analisis penyebaran asap kebakaran hutan periode el nino/la nina dengan menggunakan model regional (REMO) di ITB, yg saya mau tanyakan adalah
      1. bagaimana mendapatkan data emisi tersebut
      2. apakah riset bapak tersebut juga berpatokan pada titik hotspot
      3. ada beberapa gambar dan grafik tentang anomali kebakaran hutan yang saya butuhkan untuk tesis saya, bagaimana saya bisa mendapatkannya
      terima kasih

      • kadarsah said

        1.Data emisi tersebut merupakan kerjasama dengan Max Planck Insitute for Meteorologi, Hamburg Jerman, tentang data nanti saya usahakan.
        2.Ya berpatokan dengan titik hotspot sebagai acuan untuk di bandingkan dengan hasil model REMO
        3.Untuk beberapa gambar silakan hubungan email saya.

        Terimakasih

  7. kuji said

    Salam hormat pak..
    Saya mahasiswa s2 pengairan yang sedang menyusun tesis mengenai Statistikal Downscaling variabel iklim.
    Pertanyaan saya, DATA INPUT apa (terutama data GCM) yang dibutuhkan untuk dapat berlaku sebagai predictor bagi :
    1.Curah hujan (bulanan/harian)
    2.Temperatur
    3.kelembaban

    Terima kasih

  8. andrius said

    Pak… bagaimana mendapatkan software simulasi kebakaran hutan yang bapak tampilkan ini?
    Saya sedang menolong teman untuk tugas akhirnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: