Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Definisi Musim Hujan BMG

Posted by kadarsah pada Agustus 6, 2007

Musim Hujan
JAKARTA (Media): Sekitar 43% dari seluruh wilayah Indonesia yang
termasuk dalam Daerah Prakiraan Musim (DPM) oleh Badan
Meteorologi dan Geofisika (BMG) disebutkan akan memasuki musim
penghujan tahun 2004 pada November.
”Pada tahun ini untuk prakiraan mulainya musim penghujan, wilayah
Indonesia dibagi dalam tiga kelompok besar. Bagian barat sebagian besar
diperkirakan akan mengalami musim penghujan lebih awal, bagian
tengah menyusul, dan terakhir bagian timur,” kata Kepala BMG,
Gunawan Ibrahim, di Jakarta, Rabu (8/9).
Permulaan musim hujan menurut definisi BMG ditetapkan berdasar
jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) lebih besar atau sama
dengan 50 milimeter dan diikuti oleh dasarian berikutnya. Permulaan
musim hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat
(mundur) dari waktu normalnya.
”Untuk curah hujan, sebagian besar, yaitu 79% normal. Curah hujan di
bawah normal akan dialami wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi
Selatan bagian barat,” kata Gunawan.
Rata-rata curah hujan yang digunakan sebagai dasar penentuan curah
hujan normal bulanan, menggunakan data standar 30 tahun, periode
1961-1990. Di atas normal jika nilai-nilai curah hujan lebih besar 115%
dari normalnya, normal jika nilai curah hujannya 85-115% dari
normalnya, dan di bawah normal jika nilai curah hujan kurang dari 85%
dari normalnya.
Untuk Pulau Jawa sebagian besar sama, musim hujan akan dimulai
November. ”Untuk DMP dalam bulan September, Sukabumi dan Lebak
diperkirakan memasuki musim penghujan, Daerah Khusus Ibu Kota
(DKI) Jakarta bagian selatan mulai Oktober, bagian utara pada
November.”

Daerah-daerah yang akan mengalami kekeringan lebih lama, yang musim
hujannya baru mulai pada Desember, antara lain, di Pulau Jawa yaitu
daerah Jawa Timur bagian timur. Lainnya yang sangat khusus–termasuk
daerah non-DPM yaitu Palu.
”Hujan di sini akan sangat sedikit sekali, hanya 50 mm per bulan, padahal
daerah tetangganya mencapai 100-200 mm. Selain kering daerah tersebut
juga rawan terjadi gempa,” terang Gunawan.
Masalah kekeringan ini akan terus berlangsung karena puncaknya baru
akan terjadi beberapa waktu sebelum hujan datang, demikian kata
Gunawan.
Karena memulai dalam waktu yang berbeda-beda, puncak musim hujan
pun berbeda sesuai dengan bentangan wilayah. ”Bagian barat pada
November sampai Desember, Pulau Jawa pada Desember-Januari, timur
pada Januari-Februari,” kata ketua BMG itu.
Saat ditanyai tentang kemungkinan terjadinya bencana banjir, Gunawan
mengatakan, ”Kemungkinan tersebut tiap tahun memang ada,” tapi dia
tidak memberikan keterangan lebih rinci tentang lokasi-lokasi
kemungkinan terjadinya banjir.
”BMG tidak menangani banjir dan longsor. Peta rawan bencana bukan
dikeluarkan oleh BMG. Pembuatannya memerlukan kerja sama dengan
instansi lainnya. Peta mereka bersifat statis dan BMG memberikan peta
cuaca yang dinamis dan selalu berubah,” kata Sri Woro menambahkan
keterangan Gunawan.
Dia kemudian menambahkan bahwa pada Desember, Sulawesi Selatan,
dan Lampung akan mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu hingga
lebih dari 401 mm per bulan. Pada bulan inilah harus mulai ditingkatkan
kewaspadaan akan bencana banjir.
Sementara soal El Nino, menurut Gunawan, secara global musim hujan
tahun 2004/2005 di Indonesia akan dipengaruhi fenomena iklim El Nino
lemah dan Dipole Mode Negatif yang mengakibatkan pada periode
musim hujan ini daerah Indonesia bagian barat akan mengalami lebih
banyak peluang hujan dari pada biasanya.
Sementara itu, di perairan Indonesia timur kemungkinan terjadi
pembentukan awan hujan lebih kecil sehingga daerah Indonesia bagian
timur akan lebih sedikit memperoleh hujan dari rata-rata.

7 Tanggapan to “Definisi Musim Hujan BMG”

  1. thanks infonya. salam kenal

  2. arie said

    mas mo tanya pakah ada definisi khusus tentang “hari hujan” menurut BMKG? adakah batasan minimum CH nya?

  3. arie said

    mas mo tanya apakah ada definisi khusus tentang “hari hujan” menurut BMKG? adakah batasan minimum CH nya?

    • kadarsah said

      Hari hujan merupakan jumlah hari yang terjadi hujan.
      Jadi ketika dinyatakan daerah A memiliki 12 hari hujan dalam sebulan artinya daerah A memiliki rata-rata 12 hari yang mengalami hujan dalam sebulan.

      Jadi permasalahannya adalah sejauh mana alat penakar hujan/sensor curah hujan dapat mendeteksi bahwa hari tersebut hujan.

      Mungkin yang bisa saya sampaikan adalah intensitas hujan yang dibagi menjadi:
      light rain 1-5 mm/hour atau 5-20 mm/hari
      moderate rain 5-10 mm/hour atau 20-50 mm/hari
      heavy rain 10-20 mm/hour atau 50-100 mm/hari
      very heavy rain >20 mm/hour atau > 100 mm/hari

  4. aa andi said

    menyambung, pertanyaan diatas. maaf mas, maksudnya definisi 1 hari hujan itu adalah dalam satu hari berapa curah hujannya lebih dari berapa mm?
    trus yang kedua.
    mohon informasinya referensi dari peraturan WMO atau BMKG definisi dan pengkelasan cuaca ektrem?
    terima kasih atas infonya

  5. naya said

    menurut mas hub. navigasi dengan cuaca dalam penerbangan apa ya?

  6. naya said

    pa hu. navigasi dengan cuaca dlm penerbangan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: