Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Perbandingan Presipitasi Indonesia 2006 Berdasarkan Pembagian Tiga Bulanan

Posted by kadarsah pada Juli 29, 2007

 Berikut gambar yang menunjukan rata-rata presipitasi selama tiga bulan di tahun 2006. Bulan-bulan tersebut  adalah:

1.djf : desember, januari,februari

2.mam: maret,april,mei

3.jja: juni,juli,agustus

4.son:september,oktober dan november.

djf-mam-son-alabel.gif

4 Tanggapan to “Perbandingan Presipitasi Indonesia 2006 Berdasarkan Pembagian Tiga Bulanan”

  1. La An said

    kenapa harus diambil 3 bulanan seperti pembagian anda tersebut?

  2. kadarsah said

    Terimakasih atas diskusinya.

    Saya membagi menjadi tiga bulanan atau di sering disebut seasonal disebabkan:
    1.Puncak musim hujan di Indonesia umumnya terjadi pada bulan Desember-Januari-Februari (DJF) ( pada kondisi normal).Dan puncak musim panas pun terjadi pada bulan Juni-Juli-Agustus (JJA)

    2.Pembagian ini sering digunakan untuk perbandingan dengan kondisi musim di belahan bumi utara dan selatan (musim dingin:DJF, Musim Panas:JJA,Musim Gugur:SON,Musim Semi:MAM).

    Cogito Ergo Sum

    Kadarsah

  3. La An said

    terimakasih atas jawabannya pak.

    tapiada lagi yg membeuat saya bingung. saya dulu mengira klo monsun itu di akibatkan oleh perbedaan tekanan pada dua daerah yaitu antara daerah selatan katulistiwa dan utara katulistiwa, karena anginnya selalu melewati katulistiwa. tp setelah membaca tulisan anda, ternyata hanya di akibatkan oleh perbedaan tekan udara antara benua dan lautan (bisa saya sebut samudera?). apakah mungkin memang karena perbedaan itulah yg menyebabkan terjadinya angin monsun? hal ini juga untuk melogikakan pembagian tiga bulanan ini. karena menurut saya pada masa SON dan MAM arah angin sudah tidak beraturan akibat dari samanya tekanan udara pada daerah utara dan selatan katulistiwa. atau memang ada sebab lain?

  4. kadarsah said

    Perkiraan Mas La An itu benar tetapi untuk angin monsun terdapat definisi yang lebih jelas tentang kriteria monsun mengenai syarat kecepatan, terjadinya pembalikan arah dan proses terjadinya yang dikemukakan oleh Ramage.

    Cogito Ergo Sum
    Kadarsah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: