Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Pengukuran Data Meteorologi di Indonesia

Posted by kadarsah pada Juli 1, 2007

Pengukuran-pengukuran ini dilakukan oleh BMG, dan sebagian besar tulisan ini berasal dari situs BMG.

Ozon Permukaan

Ozon di lapisan troposfer merupakan salah satu gas rumah kaca yang potensial berubah karena kegiatan manusia. Ozon dihasilkan melalui reaksi radiasi matahari pada gas-gas seperti nitrogen oksida (NO 2 ) dan gas hidro karbon. Semenjak kegiatan manusia yang menghasilkan gas rumah kaca meningkat, maka pengukuran ozon permukaan ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat diketahui tingkat konsentrasi unsur di atmosfer.

Pengukuran ozon permukaan dilakukan dengan mempergunakan alat yang dinamakan Ozone Analyzer. Di Stasiun GAW Bukit Kototabang pengukuran ozon ini dimulai sejak September 1996 dengan mempergunakan alat buatan Tenco Inst.

Nilai ambang batas untuk lapisan ozon permukaan adalah 100 ppb (0.1 ppm).

SO2 dan NO2

Peramatan SO 2 dan NO 2 dilakukan dengan mempergunakan alat yang dinamakan Passive Gas Sampler. Di Stasiun GAW alat ini mulai dipasang pada bulan Nopember 1995 dengan periode peramatan dilakukan mingguan.

Konsentrasi SO 2 dan NO 2 yang teramati di Jakarta dan Stasiun GAW Bukit Kototabang menunjukkan perbedaan yang relatif cukup besar. Rata-rata konsentrasi SO2 selama lima tahun terakhir ( 1995-1999) di Jakarta adalah 8.5 ppbv sedangkan di Stasiun GAW sebesar 3.7 ppbv. Besarnya kandungan unsur SO 2 di udara Jakarta menunjukkan bahwa udara di wilayah Jakarta telah terpolusi. Walaupun nilai konsentrasi SO 2 di Jakarta berada pada level di bawah nilai ambang batas yang berlaku, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian mengingat adanya kecenderungan peningkatan konsentrasi SO 2 di Jakarta. Rata-rata konsentrasi NO 2 di Jakarta di Jakarta sebesar 45 ppbv sedangkan di Stasiun GAW Bukit Kototabang adalah 6.4 ppbv.

Nilai Ambang Batas untuk SO 2 adalah 0.01 ppm dan Nilai Ambang Batas untuk NO 2 adalah 0.05 ppm

SPM

Suspended Particulate Matter (SPM) merupakan partikel debu yang mengambang di udara. Pemantauan SPM yang dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) meliputi 37 (tigapuluh tujuh) stasiun tersebar di seluruh Indonesia. Dari 37 stasiun tersebut terdiri dari 1 (satu) stasiun yang merupakan jaringan stasiun global disebut dengan Global Atmosphere Wacth (GAW Station) berlokasi di Bukit Kototabang – Sumatera Barat, 31 (tiga puluh stasiun) merupakan jaringan stasiun regional disebut dengan Background Air Pollution Monitoring Network (BAPMoN-Stasions), 5 (lima) stasiun merupakan jaringan stasiun lokal/perkotaan yang terletak di wilayah DKI Jakarta, yaitu Glodok, Bandengan, Ancol, Taman Monumen Nasional (Monas) dan BMG Pusat.

Pemantauan terhadap Suspended Particulate Matter (SPM) cenderung mengalami kenaikan, namun demikian konsentrasinya masih di bawah ambang batas nasional (230 µgram/m 3 udara 24 jam), kecuali untuk beberapa kota besar dan kota-kota yang terkena gangguan asap akibat kebakaran hutan.

Kualitas Air Hujan

Pengukuran Kualitas Air Hujan bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi unsur-unsur kimia yang terlarut dalam air hujan, termasuk derajad keasamannya (pH). Sejak tahun 1976 sampai tahun 1980-an, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) telah melakukan pengukuran kualitas air hujan di Indonesia, dengan memasang 5 (lima) alat sampling di Indonesia yaitu di Jakarta, Manado, Medan, Cisarua-Bogor, dan Palembang. Program ini bagian dari “Background Air Pollution Monitoring Network” (BAPMoN) yang merupakan salah satu program World Meteorological Organization (WMO). Sejak tahun 1993, alat dan lokasi sampling bertambah 22 (duapuluh dua) buah, sehingga saat ini BMG mempunyai 27 (duapuluh tujuh) stasiun pemantauan kualitas air hujan tersebar diseluruh Indonesia.

Batas nilai rata-rata pH air hujan adalah 5.6, merupakan nilai yang dianggap normal atau hujan alami seperti yang telah disepakati secara internasional oleh badan dunia WMO. Apabila pH air hujan lebih rendah dari 5.6 maka hujan bersifat asam, atau sering disebut dengan hujan asam dan apabila pH air hujan lebih besar 5.6 maka hujan bersifat basa. Dampak hujan yang bersifat asam dapat mengikis bangunan/gedung atau bersifat korosif terhadap bahan bangunan, merusak kehidupan biota di danau-danau, dan aliran sungai.

Pengambilan sampel (sampling), dilakukan sekali seminggu, selanjutnya sampel tersebut dikirim ke Laboratorium Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika, di Jakarta, untuk dianalisis lebih lanjut. Parameter yang dihasilkan meliputi tingkat keasaman (pH), dayahantar listrik (conductivity), konsentrasi kation meliputi Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Amonium (NH 4 ), Natrium (Na) dan Kalium (K), serta konsentrasi Anion meliputi Sulphat (SO 4 ), Nitrat (NO 3 ), dan Klorida (Cl).

Tahun 1997, dikenal sebagai tahun El-Nino yang berdampak musim kemarau panjang dan kering di Indonesia. Prosentase hujan yang jatuh di Indonesia selama tahun 1997 hanya 55 % (limapuluh lima perseratus) dari normalnya. Penurunan cukup tajam pada bulan Juni sampai dengan bulan Nopember. Kekeringan yang cukup intensif tersebut telah menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dibeberapa wilayah, khususnya di Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya. Kondisi iklim yang kering ditambah dengan kebakaran hutan yang hebat menyebabkan meningkatnya kadar polutan baik gas maupun debu di atmosfer. Sebagai akibatnya, kualitas air hujan menurun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya polutan gas maupun debu yang terlarut dalam air hujan tersebut.

Penurunan kualitas air hujan tersebut tercermin dari menurunnya nilai rata-rata pH jika dibandingkan dengan nilai rata-rata pada tahun 1996. Pada tahun 1996 nilai rata-rata pH di Indonesia 5.46, sedangkan pada tahun 1997 nilai rata-rata pH 4.97, suatu penurunan yang cukup berarti.

Selama tahun 1997, daerah-daerah dengan nilai rata-rata pH dibawah 5.6 meliputi Medan, Pakanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Cisarua-Bogor, Bandung, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarbaru, Winangun-Manado, Sam Ratulangi-Manado, Makasar, Palu dan Jayapura. Nilai rata-rata pH terendah terjadi di Winangun-Manado sebesar 4.55, dan Palangkaraya sebesar 4.61. Pada tahun 1996 nilai pH rata-rata pH air hujan di bawah 5.6 hanya terjadi di Winangun-Manado sebesar 4.98.

Berikut jenis sampel dan metoda yang digunakan oleh BMG dan beberapa badan meteorologi lainnya.

analisis-meteorologi.gif

6 Tanggapan to “Pengukuran Data Meteorologi di Indonesia”

  1. Rudi Setiadi said

    Yth BMG.
    Mohon konfirmasi dari BMG apakah ada gempa di Kota Bandung pada tanggal 9 Agustus 2007 pukul +- 00.15 WIB mohon berita dikirim kepada Email saya (rudibusters@yahoo.com)dan berapa skala yang tercatat pada BMG.
    untuk informasinya saya ucapkan terima kasih.

  2. yupieter adiparwayoga said

    tolong dong kl ada … halaman yang memuat tentang animasi 3 dimensi siklus angin tetap, lapisan atmosfer, kelembaban udara, curah hujan .
    juga siklus angin darat, laut, gunung dan lembah, karena adik saya lg dapat tugas dari sekolah
    trims banyak

  3. kadarsah said

    Mohon maaf baru menanggapi sekarang.
    Gambar tiga dimensi yang sangat bagus bisa di cari di google dengan kata kunci vis5d.
    Atau kunjungi http://www.ssec.wisc.edu/~billh/vis5d.html.
    Cari yang versi filmnya.

  4. darmawan sandi said

    apakah punya data cuaca bulanan tahun 2006 – 2008, berhubung saya masih sangat awam membaca data BMG.

    Thanks

  5. kadarsah said

    Saya tidak punya data 2006-2008, tetapi Mas Darmawan bisa mendownload di situs berikut ini:

    https://kadarsah.wordpress.com/2007/08/07/link-meteorologi/

    lihat di kolom DATA METEO klik : GPCP,NOAA atau Gobal Preci I, II dan mungin diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam mencariya.

    Trims

  6. dewy said

    Untuk prediksi ozone berdasarkan besar konsentrasi NOx an SO2 bisa pake hukum tertentu ga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: