Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Istilah Meteorologi

Posted by kadarsah pada Juni 30, 2007

Iklim / musim di Indonesia ditentukan oleh kondisi dinamika atmosfer seperti sirkulasi angin ( monsun ) dan perkembangan suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia, selain itu dipengaruhi juga oleh phenomena alam skala regional dan global .

A. Sirkulasi Angin (Monsun)

Sirkulasi angin di Indonesia ditentukan oleh pola tekanan di Australia dan Asia, pola tekanan ini mengikuti pola gerak tahunan matahari. Sebagai akibatnya pola angin di Indonesia umumnya adalah pola monsun, yaitu sirkulasi angin yang berubah arah hampir 180° dalam setiap tahunnya. Pola angin monsun barat yang datang dari Asia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan monsun timur yang datang dari Australia menyebabkan terjadinya musim kemarau di Indonesia.

B. Suhu muka laut

Suhu muka laut di perairan Indonesia sebagai indeks banyaknya uap air pembentuk awan di atmosfer. Jika suhu muka laut dingin uap air di atmosfer menjadi berkurang, sebaliknya jika suhu muka laut panas uap air di atmosfer banyak. Pola suhu muka laut di Indonesia secara umum mengikuti gerak tahunan matahari. Suhu muka laut di Samudera Hindia ( kecuali sebalah barat Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Nangro Aceh Darussalam ) mempunyai rentang perubahan yang cukup lebar yaitu minimum berkisar 26.0° C pada bulan Agustus hingga maksimum berkisar 31.5° C pada bulan Febrauari – Maret. Wilayah perairan lainnya umumnya mempunyai rentang perubahan lebih sempit yaitu berkisar 29.0° C hingga 31.5° C dan waktu terjadinya minimum dan maksimumnya tidak sama disetiap perairan.

C. Phenomena Global yang mempengaruhi iklim di Indonesia

1. El Nino dan La Nina

El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi laut dan atmosfer yang ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di Pasifik Equator atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). Sedangkan La Nina merupakan kebalikan dari El Nino ditandai dengan anomali suhu muka laut di daerah tersebut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya).

Berdasar intensitasnya El Nino dapat dikategorikan sebagai berikut :

a) El Nino Lemah (Weak El Nino) yaitu jika anomali suhu muka laut di Pasifik equator positif antara +0.5º C s/d +1,0º C yang berlangsung selama 3 bulan berturut-turut atau lebih.

b) El Nino sedang (Moderate El Nino) yaitu jika anomali suhu muka laut di Pasifik equator positif antara +1,1º C s/d 1,5º C yang berlangsung selama 3 bulan berturut-turut atau lebih.

c) El Nino kuat (Strong El Nino) yaitu jika anomali suhu muka laut di Pasifik ekuator positif > 1,5º C yang berlangsung selama 3 bulan berturut-turut atau lebih.

Fenomena El Nino secara umum akan menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, besar pengurangannya tergantung dari lokasi dan intensitas El Nino tersebut. Namun demikian, karena luasnya wilayah Indonesia serta posisi geografisnya yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

Sedangkan La Nina secara umum akan menyebabkan curah hujan di Indonesia bertambah. Kategori La Nina sama dengan El Nino, demikian juga dampak La Nina tergantung pada lokasi dan intensitas La Nina tersebut.

2. Dipole Mode

Dipole Mode merupakan penomena intreraksi laut – atmosfer di Samudera Hindia yang dihitung dari nilai perbedaan (selisih) anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera. Nilai perbedaaan anomali suhu muka laut ini disebut Dipole Mode Indek ( DMI )

Jika nilai DMI positif (Dipole Mode Positif), secara umum curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat akan berkurang. Sedangkan jika nilai DMI negatif (Dipole Mode Negatif), maka curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat secara umum akan bertambah.

SIFAT HUJAN

Sifat hujan ditetapkan berdasar pada perbandingan antara jumlah curah hujan dalam sebulan dengan nilai rata-rata atau normalnya pada bulan yang bersangkutan di suatu tempat.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

– Di Atas Normal (A) : jika nilai perbandingannya >115%

– Normal (N) : jika nilai perbandingan antara 85%-115%

– Di Bawah Normal (B) : jika nilai perbandingannya <85%

TINGKAT KETERSEDIAAN AIR

Tingkat ketersediaan air ditentukan berdasar atas kadar air antara 0% pada titik layu permanen tanaman dan 100% pada kapasitas lapang, untuk lahan yang tidak beririgasi.

Tingkat ketersediaan air dibedakan atas 3 kriteria yaitu:

– Cukup : Jika kadar air sedalam jelajah akar tanaman >60%

– Sedang : Jika kadar air sedalam jelajah akar tanaman antara 40% — 60%

– Kurang : Jika kadar air sedalam jelajah akar tanaman <40%

Conntoh peta keserdiaan air yang dikeluarkan BMG:

januari-20072.jpg

25 Tanggapan to “Istilah Meteorologi”

  1. agus prambudi said

    Tanya lagi jadi apa sih yang dimaksud dengan musim hujan?
    trims
    Agus

  2. kadarsah said

    Definisi musim hujan tergantung siapa yang mendefinisikan, nah karena otoritas resmi di Indonesia adalah BMG, maka berdasarkan definisi BMG dapat digunakan.Definisi awal musim hujan yaitu ketika curah hujan sudah mencapai 50mm dan diikuti dengan 50mm pada dua dasarian berikutnya, atau sebaliknya pada musim kemarau.

    Di Indonesia awal musim hujan ini berbeda-beda pada masing-masing daerah begitu pula dengan intensitas hujan yang terjadi.Tetapi puncak musim hujan normalnya terjadi bulan Desember-Januari-Februari sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juni-Juli-Agustus.

    Cogito Ergo Sum!

    Kadarsah

  3. adi purnomo 254155/GE/06211 said

    saya pengen tahu langsung akibat yang ditimbulkan oleh El Nino dan La Nina? itu aza.

  4. kadarsah said

    Saya hanya membahas efeknya bagi Indonesia saja.

    Ketika terjadi El Nino, Wilayah Indonesia mayoritas mengalami kekeringan , lamanya musim kemarau bertambah lama serta musim hujan yang singkat.
    Akibat langsung:
    -kegagalan panen akibat kebutuhan air tidak mencukupi

    -timbulnya berbagai penyakit

    -potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat pesat,sehingga timbul polusi udara dan akhirnya timbul penyakit pernapasan,transportasi darat,laut udara terganggu.

    -kekurangan energi listrik dari PLTA akibat dari turunnya debit waduk

    Akibat langsung dari La Nina;
    -potensi banjir semakin besar
    -potensi longsor semakin besar
    -mengancam kelancaran lalu lintas darat,laut dan udara akibat hujan yang lebat atau banjir.
    -timbulnya berbagai macam penyakit

    Cogito Ergo Sum
    Kadarsah

  5. Adakah bukti ilmiah bahwa laut dan hutan menyerap CO2 sehingga timbul istilah rosot/sink ? Apakah kapasitas laut dalam menyerap gas rumah kaca tetap/tidak bisa meningkat ?

    terimakasih.

  6. kadarsah said

    Bukti ilmiah tentang laut dan hutan menyerap CO2 sangat banyak dan bisa ditelusuri di berbagai jurnal internasional.
    Secara sederhana pada siang hari tumbuhan ( hutan) menyerap CO2 untuk melakukan poses Fotosintesis.

    Kapasitas laut dalam menyerap CO2 bisa meningkat atau menurun bergantung faktor-faktor pendukung penyerapan CO2.

  7. spiderpig said

    Mas,saya pernah belajar pengantar interaksi atmosfer-laut,disana dosennya menyebutkan,justru kalo di daerah tropis justru banyak mengeluarkan CO2,mohon penjelasannya.

  8. spiderpig said

    maksudnya lautannya banyak mengeluarkan co2,dan bukan menyerapnya

  9. kadarsah said

    Terimakash atas tanggapan sdr.spiderpig
    Untuk komentar no.7 dan 8 saya gak tahu bagaaimana laut di daerah tropis bisa mengeluarkan CO2?serta faktor apa yang menyebabkan hal itu terjadi di daerah trofis? Waktu dominannya siang atau malam?
    Mungkin bisa ditanyakan ke dosen yang bersangkutan.

  10. Faried said

    Mas, anda artikel ini dari sumber apa??? soalnya saya sekarang lg cari referensi tentang suhu permukaan laut di Indonesia dan juga musim-musim yg ada di Indonesia.
    Terima Kasih

  11. kadarsah said

    Artikel tersebut merupakan rangkuman dari beberapa tulisan ditambah revisi serta tambahan.
    Untuk kategori sifat hujan merupakan definisi dari BMG.

  12. Noersomadi said

    Mr.Kadarsah how are you ? where are you now ? Do you still remember me ?

  13. kadarsah said

    Mr.Noersomadi o-Genki desuka?

    Saya baik-baik saja.
    Saya masih ingat dong.
    Untuk mencari saya search engine saja di internet.

    Terimakasih

  14. vanthey said

    dimana saya bisa menemukan data suhu muka laut indonesia??
    thx buat infox

  15. kadarsah said

    Silahkan kunjungi alamat berikut: https://kadarsah.wordpress.com/2007/08/07/link-meteorologi/
    dan browsing atau klik yang bertulisan SST,SST-avhrr.

    Atau bisa kunjungi :http://podaac.jpl.nasa.gov/DATA_CATALOG/sst.html
    Silakan pilih daerah yang diinginkan.

  16. vanthey said

    mau bertanya bagaimana cara mengolah data dari http://podaac.jpl.nasa.gov/DATA_CATALOG/sst.html agar dapat dilihat nilai SSTnya?
    terimakasih atas petunjuknya..

  17. kadarsah said

    Silakan didownload dulu dan bukan winzipnya, trus jika datanya bisa dibuka oleh GrADS silakan dibuka memakai GrADS.

  18. sri widyastuti said

    mohon diberi alamat untuk mengetahui angka sst tiap bulannya dan analisisnya untuk mengetahui sst bulan berikutnya tks

  19. alam said

    apakah yang dimaksud equator….

  20. 2. Pada waktu kapal melewati selat sempit di daerah pegunungan, sering mengalami angin dengan kekuatan 7 skala Beaufort, disebabkan oleh “VENTURY EFFECT”
    a. Apa yang dimaksud dengan “VENTURY EFFECT” ini
    b. Jelaskan mengapa hal tersebut terjadi

  21. remon said

    tolong berikian referensi mengenai AWAN serta jenis-jenis dan defenisi dar AWAN

  22. gea said

    pak mau tanya masalah el nino yg membuat presipitasi berkurang, lalu apakah itu bisa dijadikan alsan sebagai banyaknya kebakaran hutan atau lahan, kalau iya bagaimana kaitan ilmiahnya pak?
    best regards

  23. gea said

    pak mau tanya masalah el nino yg membuat presipitasi berkurang, lalu apakah itu bisa dijadikan alsan sebagai banyaknya kebakaran hutan atau lahan, kalau iya bagaimana kaitan ilmiahnya pak?
    best regards

  24. rieda said

    pengertian swly6,cuac6,rough sea

  25. Aries D Siswanto said

    Yth Pak Kadarsjah,

    Dalam terminologi pembagian lapisan atmosfer, saya menjumpai istilah SUKAT, mohon pencerahannya.

    Salam
    Aries

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: