Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Archive for the ‘Umum’ Category

RUU MKG ( Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika)

Posted by kadarsah pada September 8, 2009


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 31 TAHUN  2009

TENTANG

METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,,

Menimbang :

a. bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kawasan kontinen maritim yang terletak di antara dua benua dan dua samudera serta berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dalam wilayah khatulistiwa menyebabkan wilayah Indonesia sangat strategis dengan kekayaan dan keunikan kondisi meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
b. bahwa unsur meteorologi, klimatologi, dan geofisika merupakan kekayaan sumber daya alam dan memiliki potensi bahaya sehingga harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan manusia;
c. bahwa informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika mempunyai peran strategis dalam meningkatkan keselamatan jiwa dan harta, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan;
d. bahwa lingkungan strategis nasional dan internasional menuntut penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, otonomi daerah, dan akuntabilitas penyelenggara negara dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat demi kepentingan nasional;
e. bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh terhadap penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara global sehingga perlu diantisipasi dan direspons melalui kerja sama internasional;
f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e perlu membentuk Undang-Undang tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;

Mengingat : Pasal 5 Ayat (1), Pasal 20, dan Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Meteorologi adalah gejala alam yang berkaitan dengan cuaca.
2. Klimatologi adalah gejala alam yang berkaitan dengan iklim dan kualitas udara.
3. Geofisika adalah gejala alam yang berkaitan dengan gempa bumi tektonik, tsunami, gravitasi, magnet bumi, kelistrikan udara, dan tanda waktu.
4. Penyelenggaraan adalah kegiatan pengamatan, pengelolaan data, pelayanan, penelitian, rekayasa, dan pengembangan, serta kerja sama internasional dalam bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
5. Pengamatan adalah pengukuran dan penaksiran untuk memperoleh data atau nilai unsur meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
6. Data adalah hasil pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang diperoleh di stasiun pengamatan.
7. Pengelolaan Data adalah serangkaian perlakuan terhadap data.
8. Pelayanan adalah kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan dan penyebaran informasi serta penyediaan jasa.
9. Kalibrasi adalah kegiatan peneraan sarana pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
10. Sarana adalah peralatan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
11. Prasarana adalah penunjang sarana meteorologi, klimatologi, dan geofisika
12. Stasiun Pengamatan adalah tempat dilakukannya pengamatan.
13. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis objektif.
14. Pengembangan adalah kegiatan yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya.
15. Rekayasa adalah penerapan ilmu dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun.
16. Rencana Induk Penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, yang selanjutnya disebut Rencana Induk, adalah pedoman nasional penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
17. Daerah Lingkungan Pengamatan adalah wilayah di sekitar stasiun pengamatan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap hasil pengamatan.
18. Perubahan Iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung, oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.
19. Mitigasi adalah usaha pengendalian untuk mengurangi risiko akibat perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi/meningkatkan penyerapan gas rumah kaca dari berbagai sumber emisi.
20. Adaptasi adalah suatu proses untuk memperkuat dan membangun strategi antisipasi dampak perubahan iklim serta melaksanakannya sehingga mampu mengurangi dampak negatif dan mengambil manfaat positifnya.
21. Badan Hukum Indonesia adalah badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, atau badan usaha yang berbentuk badan hukum.
22. Sertifikat Kompetensi adalah tanda bukti seseorang telah memenuhi persyaratan pengetahuan, keahlian, dan kualifikasi di bidangnya.
23. Badan adalah instansi pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
24. Kepala Badan adalah kepala yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
25. Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
26. Pemerintah Daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
27. Setiap Orang adalah orang perseorangan atau korporasi.

BAB II
ASAS DAN TUJUAN
Pasal 2

Penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika berasaskan:
a. kebangsaan;
b. kejujuran;
c. keilmuan;
d. kepentingan umum;
e. manfaat;
f. keseimbangan, keserasian, dan keselarasan;
g. keterpaduan;
h. keberlanjutan; dan
i. ketelitian dan kehati-hatian.

Pasal 3

Penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika bertujuan untuk:
a. mendukung keselamatan jiwa dan harta;
b. melindungi kepentingan dan potensi nasional dalam rangka peningkatan keamanan dan ketahanan nasional;
c. meningkatkan kemandirian bangsa dalam penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
d. mendukung kebijakan pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat;
e. meningkatkan layanan informasi secara luas, cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami;
f. mewujudkan kelestarian lingkungan hidup; dan
g. mempererat hubungan antarbangsa melalui kerja sama internasional.

BAB III
PEMBINAAN
Pasal 4

(1) Meteorologi, klimatologi, dan geofisika dikuasai oleh negara dan pembinaan penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah.
(2) Pembinaan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pengaturan;
b. pengendalian; dan
c. pengawasan.
(3) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi penetapan kebijakan umum dan teknis, penentuan norma, standar, pedoman, kriteria, perencanaan, persyaratan, dan prosedur perizinan.
(4) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi arahan, bimbingan, pelatihan, perizinan, sertifikasi, dan bantuan teknis.
(5) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c terdiri atas kegiatan pemantauan, evaluasi, audit, dan tindakan korektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(6) Pembinaan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diarahkan untuk:
a. meningkatkan kualitas pengamatan, pengelolaan data, dan pelayanan;
b. meningkatkan nilai tambah penelitian, pengembangan, dan rekayasa;
c. mewujudkan sumber daya manusia yang profesional;
d. meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan peran serta masyarakat;
e. memenuhi kepentingan publik dan pengguna jasa;
f. meningkatkan peran dan hubungan dalam kerja sama internasional; dan
g. mewujudkan kegiatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang komprehensif, terpadu, efisien, dan efektif.

Pasal 5

Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB IV
PENYELENGGARAAN
Bagian Kesatu
Penyelenggara
Pasal 6

(1) Pemerintah wajib melaksanakan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Badan.
(3) Badan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas pokok, fungsi, dan kewenangan yang diatur dengan Peraturan Presiden.
(4) Badan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri yang mengoordinasikannya.
(5) Selain dilaksanakan oleh Badan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika dapat dilakukan oleh instansi pemerintah, pemerintah daerah, badan hukum, dan/atau masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(6) Badan mengoordinasikan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah lainnya dan pemerintah daerah.

Bagian Kedua
Rencana Induk
Pasal 7

(1) Rencana induk merupakan pedoman nasional untuk penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Rencana induk disusun dengan mempertimbangkan modal dasar dan lingkungan strategis.
(3) Rencana induk memuat:
a. visi dan misi;
b. kebijakan;
c. strategi; dan
d. peta rencana.
(4) Rencana induk disusun untuk jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun dan ditetapkan oleh Presiden.
(5) Rencana induk sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun atau sesuai dengan kebutuhan.

Bagian Ketiga
Kegiatan Penyelenggaraan
Pasal 8

Penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika terdiri atas kegiatan:
a. pengamatan;
b. pengelolaan data;
c. pelayanan;
d. penelitian, rekayasa, dan pengembangan; dan
e. kerja sama internasional.

BAB V
PENGAMATAN
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 9

Pengamatan meteorologi harus dilakukan paling sedikit terhadap unsur:
a. radiasi matahari;
b. suhu udara;
c. tekanan udara;
d. angin;
e. kelembaban udara;
f. awan;
g. hujan;
h. gelombang laut;
i. suhu permukaan air laut; dan
j. pasang surut air laut.

Pasal 10

(1) Pengamatan klimatologi meliputi:
a. iklim; dan
b. kualitas udara.
(2) Pengamatan iklim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harus dilakukan paling sedikit terhadap unsur:
a. radiasi matahari;
b. suhu udara;
c. suhu tanah;
d. tekanan udara;
e. angin;
f. penguapan;
g. kelembaban udara;
h. awan;
i. hujan; dan
j. kandungan air tanah.
(3) Pengamatan kualitas udara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b mencakup:
a. Pencemaran udara yang meliputi unsur:
1. partikulat (SPM, PM10, PM2.5);
2. sulfur dioksida (SO2);
3. nitrogen oksida dan nitrogen dioksida (NO, NO2);
4. ozon (O3);
5. karbon monoksida (CO); dan
6. komposisi kimia air hujan.
b. Gas rumah kaca yang meliputi unsur:
1. karbon dioksida (CO2);
2. methan (CH4);
3. nitrous Oksida (N2O);
4. hidrofluorokarbon (HFCs);
5. perfluorokarbon (PFCs); dan
6. sulfur heksafluorida (SF6).
(4) Pengamatan klimatologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara berkesinambungan untuk jangka waktu tertentu.

Pasal 11

Pengamatan geofisika harus dilakukan paling sedikit terhadap unsur:
a. getaran tanah;
b. gaya berat;
c. kemagnetan bumi;
d. posisi bulan dan matahari;
e. penentuan sistem waktu;
f. tsunami; dan
g. kelistrikan udara.

Pasal 12

Pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilakukan di stasiun pengamatan.

Pasal 13

(1) Pengamatan yang dilakukan oleh setiap kapal dengan ukuran tertentu atau pesawat terbang Indonesia untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan penerbangan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Hasil pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaporkan kepada Badan.
(3) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pelarangan sementara melakukan pengamatan; atau
c. pelarangan tetap melakukan pengamatan.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Kedua
Sistem Jaringan Pengamatan
Pasal 14

(1) Sistem jaringan pengamatan terdiri atas stasiun-stasiun pengamatan.
(2) Sistem jaringan pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dan dikelola oleh Badan.

Pasal 15

(1) Pembentukan sistem jaringan pengamatan dilakukan berdasarkan kriteria:
a. jenis pengamatan;
b. cakupan pengamatan;
c. kerapatan antarstasiun pengamatan;
d. tata letak stasiun pengamatan; dan
e. jenis sarana komunikasi.
(2) Sistem jaringan pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. sistem jaringan pengamatan meteorologi;
b. sistem jaringan pengamatan klimatologi; dan
c. sistem jaringan pengamatan geofisika.

Bagian Ketiga
Stasiun Pengamatan
Pasal 16

(1) Untuk melaksanakan pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika wajib didirikan stasiun pengamatan.
(2) Pendirian stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh Badan atau selain Badan.

Pasal 17

(1) Stasiun pengamatan yang didirikan oleh selain Badan dapat masuk dalam sistem jaringan pengamatan melalui kerja sama dengan Badan.
(2) Stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi kriteria sistem jaringan pengamatan.
(3) Stasiun pengamatan yang masuk dalam sistem jaringan pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang menghentikan pengamatannya, baik yang bersifat sementara maupun permanen, tanpa izin Badan.

Pasal 18

Setiap stasiun pengamatan yang didirikan oleh selain Badan yang masuk dalam sistem jaringan pengamatan dapat mengakses data hanya untuk mendukung tugas pokok atau kepentingannya.

Pasal 19

(1) Setiap stasiun pengamatan yang didirikan oleh selain Badan dilarang memublikasikan data hasil pengamatannya langsung kepada masyarakat kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.
(2) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembekuan stasiun pengamatan; atau
c. penutupan stasiun pengamatan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 20

(1) Stasiun pengamatan yang didirikan oleh selain Badan yang menjadi bagian dalam sistem jaringan pengamatan dilarang direlokasi, kecuali mendapat izin dari Badan.
(2) Segala biaya yang timbul akibat relokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab pemilik stasiun pengamatan.

Pasal 21

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara kerja sama dan izin relokasi stasiun pengamatan yang masuk dalam sistem jaringan pengamatan diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Keempat
Metode Pengamatan
Pasal 22

(1) Metode pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik jenis pengamatan.
(2) Metode pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan:
a. kesamaan waktu pengamatan;
b. pembacaan dan penaksiran;
c. pencatatan data;
d. pengelompokan data; dan
e. penyandian data.
(3) Metode pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib dipatuhi oleh setiap tenaga pengamat.
(4) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembekuan sertifikat; atau
c. pencabutan sertifikat.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 23

Ketentuan lebih lanjut mengenai metode pengamatan diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB VI
PENGELOLAAN DATA
Pasal 24

(1) Pengelolaan data dilakukan untuk menghasilkan informasi yang cepat, tepat, akurat, luas cakupannya, dan mudah dipahami.
(2) Pengelolaan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan berdasarkan standar yang ditetapkan.

Pasal 25

Pengelolaan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 meliputi:
a. pengumpulan;
b. pengolahan;
c. analisis;
d. penyimpanan; dan
e. pengaksesan.

Pasal 26

(1) Pengelolaan data dapat dilakukan oleh Badan dan selain Badan.
(2) Pengelolaan data oleh Badan dilakukan terhadap hasil pengamatan dalam sistem jaringan pengamatan.
(3) Pengelolaan data oleh selain Badan hanya dilakukan untuk mendukung kepentingan sendiri.

Pasal 27

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan data diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 28

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dan Pasal 26 ayat (3) dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembekuan pengoperasian stasiun pengamatan; atau
c. penutupan stasiun pengamatan.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB VII
PELAYANAN
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 29

(1) Pemerintah wajib menyediakan pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
(3) Pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. informasi; dan
b. jasa.

Bagian Kedua
Pelayanan Informasi
Pasal 30

Pelayanan informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (3) huruf a terdiri atas:
a. informasi publik; dan
b. informasi khusus.

Pasal 31

Informasi publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a terdiri atas:
a. informasi rutin; dan
b. peringatan dini.

Pasal 32

Informasi rutin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf a meliputi:
a. prakiraan cuaca;
b. prakiraan musim;
c. prakiraan tinggi gelombang laut;
d. prakiraan potensi kebakaran hutan atau lahan;
e. informasi kualitas udara;
f. informasi gempa bumi tektonik;
g. informasi magnet bumi;
h. informasi tanda waktu; dan
i. informasi kelistrikan udara.

Pasal 33

Peringatan dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf b dapat meliputi:
a. cuaca ekstrim;
b. iklim ekstrim;
c. gelombang laut berbahaya; dan
d. tsunami.

Pasal 34

(1) Lembaga penyiaran publik dan media massa milik Pemerintah dan pemerintah daerah harus menyediakan alokasi waktu atau ruang kolom setiap hari untuk menyebarluaskan informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Lembaga penyiaran harus menyediakan alokasi waktu untuk menyebarluaskan peringatan dini meteorologi, klimatologi, dan geofisika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 35

(1) Informasi khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b dapat meliputi:
a. informasi cuaca untuk penerbangan;
b. informasi cuaca untuk pelayaran;
c. informasi cuaca untuk pengeboran lepas pantai;
d. informasi iklim untuk agro industri;
e. informasi iklim untuk diversifikasi energi;
f. informasi kualitas udara untuk industri;
g. informasi peta kegempaan untuk perencanaan konstruksi; dan
h. informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk keperluan klaim asuransi.
(2) Selain informasi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kebutuhan informasi khusus lainnya dapat pula dilayani sesuai dengan permintaan.

Pasal 36

(1) Pelayanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 hanya dilakukan oleh Badan, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelayanan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 37

Dalam hal diketahui adanya kejadian ekstrem meteorologi, klimatologi, dan geofisika oleh petugas stasiun pengamatan, anjungan pertambangan lepas pantai, kapal, atau pesawat terbang yang sedang beroperasi di wilayah Indonesia, kejadian tersebut wajib seketika disebarluaskan kepada pihak lain dan dilaporkan kepada Badan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Ketiga
Pelayanan Jasa
Pasal 38

Pelayanan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (3) huruf b paling sedikit terdiri atas:
a. jasa konsultasi; dan
b. jasa kalibrasi.

Pasal 39

Pelayanan jasa konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf a diberikan untuk penerapan informasi khusus meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Pasal 40

(1) Pelayanan jasa kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf b merupakan layanan peneraan sarana pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Jasa kalibrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan standar kalibrasi yang ditetapkan.

Pasal 41

Pelayanan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dapat dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah lainnya, atau badan hukum Indonesia yang memenuhi persyaratan.

Pasal 42

Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan pelayanan jasa konsultasi dan kalibrasi diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Keempat
Biaya Pelayanan
Pasal 43

(1) Pelayanan informasi khusus dan pelayanan jasa dikenai biaya.
(2) Biaya pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diterima oleh Badan atau instansi pemerintah lainnya merupakan penerimaan negara bukan pajak.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis dan tarif layanan informasi khusus dan layanan jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB VIII
KEWAJIBAN PENGGUNAAN INFORMASI
Pasal 44

(1) Pemerintah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain wajib menggunakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika dalam penetapan kebijakan di sektor terkait.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban penggunaan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB IX
SARANA DAN PRASARANA
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 45

Pemerintah wajib memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Bagian Kedua
Sarana
Pasal 46

Sarana penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika terdiri atas:
a. peralatan pengamatan;
b. peralatan pengelolaan data; dan
c. peralatan pelayanan.

Pasal 47

(1) Peralatan pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 huruf a terdiri atas:
a. peralatan pengamatan meteorologi dan klimatologi; dan
b. peralatan pengamatan geofisika.
(2) Peralatan pengamatan meteorologi dan klimatologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat meliputi:
a. pengukur radiasi matahari;
b. pengukur suhu udara;
c. pengukur suhu tanah;
d. pengukur penguapan;
e. pengukur tekanan udara;
f. pengukur arah dan kecepatan angin;
g. pengukur kelembaban udara;
h. pengukur awan;
i. pengukur hujan;
j. pengukur kualitas udara;
k. pengukur cuaca otomatis;
l. radar cuaca; dan
m. satelit cuaca.
(3) Peralatan pengamatan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat meliputi:
a. alat pemantau gempa bumi;
b. alat pemantau percepatan tanah;
c. alat deteksi petir;
d. alat pemantau gravitasi;
e. alat pengamatan magnet bumi; dan
f. alat tanda waktu.

Pasal 48

(1) Setiap peralatan pengamatan yang dioperasikan di stasiun pengamatan wajib laik operasi.
(2) Untuk menjamin laik operasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), peralatan pengamatan harus dikalibrasi secara berkala.
(3) Kalibrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh institusi yang berkompeten sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(4) Setiap pengamat dilarang mengoperasikan peralatan pengamatan yang tidak laik operasi.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai peralatan yang laik operasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Ketiga
Prasarana
Pasal 49

Prasarana penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika berupa:
a. stasiun pengamatan; dan
b. fasilitas penunjang lainnya.

Pasal 50

Stasiun pengamatan paling sedikit harus memenuhi persyaratan:
a. peralatan pengamatan;
b. metode pengamatan dan pelaporan; dan
c. lingkungan pengamatan.

Pasal 51

Persyaratan lingkungan pengamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf c harus dipenuhi sesuai dengan karakteristik jenis pengamatan dan mempertimbangkan:
a. daerah terbuka yang bebas dari halangan gedung dan pepohonan tinggi;
b. pengaruh topografi dan geologi;
c. daerah sekitar lingkungan pengamatan tidak berubah dalam kurun waktu relatif lama; dan
d. potensi gangguan komunikasi transmisi data.

Pasal 52

Setiap pendirian stasiun pengamatan wajib memenuhi persyaratan administratif berupa:
a. bukti kepemilikan lahan;
b. studi kelayakan;
c. izin mendirikan bangunan; dan/atau
d. akta pendirian bagi badan hukum Indonesia.

Pasal 53

Setiap stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) yang didirikan oleh selain Badan wajib didaftarkan kepada Badan.

Pasal 54

(1) Badan wajib mendirikan stasiun pengamatan dalam sistem jaringan pengamatan.
(2) Dalam mendirikan stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah yang lain, pemerintah daerah, badan hukum Indonesia atau lembaga lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 55

Setiap stasiun pengamatan yang masuk dalam sistem jaringan wajib memiliki sarana komunikasi.

Pasal 56

(1) Lokasi stasiun pengamatan yang masuk dalam sistem jaringan pengamatan ditetapkan oleh Kepala Badan.
(2) Penetapan lokasi stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan sesuai dengan:
a. rencana induk;
b. sistem jaringan stasiun pengamatan;
c. koordinat stasiun pengamatan;
d. tata letak sarana; dan
e. daerah lingkungan pengamatan.

Pasal 57

(1) Penyediaan lokasi stasiun pengamatan untuk kegiatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (2) menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
(2) Lokasi stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan untuk kegiatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Pasal 58

Ketentuan lebih lanjut mengenai studi kelayakan, tata cara pendaftaran stasiun pengamatan, dan persyaratan lokasi stasiun pengamatan dalam sistem jaringan diatur dengan peraturan kepala badan.

Pasal 59

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52, Pasal 53, dan Pasal 55 dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembekuan pengoperasian stasiun pengamatan; atau
c. penutupan stasiun pengamatan.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Keempat
Perlindungan Sarana dan Prasarana
Pasal 60

(1) Pemerintah wajib memelihara sarana dan prasarana penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sesuai dengan standar teknis dan operasional.
(2) Standar teknis dan operasional pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 61

Badan, instansi pemerintah lainnya, pemerintah daerah, dan badan hukum Indonesia bertanggung jawab terhadap pengamanan sarana dan prasarana yang dimilikinya.

Pasal 62

Setiap orang dilarang merusak, memindahkan, atau melakukan kegiatan yang dapat mengganggu fungsi sarana dan prasarana.

Pasal 63

Setiap orang dilarang mengganggu frekuensi telekomunikasi yang digunakan untuk penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Pasal 64

Pemerintah wajib melindungi frekuensi telekomunikasi yang digunakan untuk penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

BAB X
PERUBAHAN IKLIM
Pasal 65

(1) Pemerintah wajib melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
(2) Untuk mendukung mitigasi dan adaptasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah wajib melakukan:
a. perumusan kebijakan nasional, strategi, program, dan kegiatan pengendalian perubahan iklim;
b. koordinasi kegiatan pengendalian perubahan iklim; dan
c. pemantauan dan evaluasi penerapan kebijakan tentang dampak perubahan iklim.
(3) Untuk perumusan kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan kegiatan:
a. inventarisasi emisi gas rumah kaca;
b. pemantauan gejala perubahan iklim dan gas rumah kaca;
c. pengumpulan data; dan
d. analisis data.
(4) Koordinasi, pemantauan, dan evaluasi kegiatan pengendalian perubahan iklim sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dan huruf c dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Pasal 66

Instansi Pemerintah wajib menyusun kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Pasal 67

Ketentuan lebih lanjut mengenai penanganan perubahan iklim diatur dengan peraturan presiden.

BAB XI
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Pasal 68

(1) Dalam penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, pemerintah dapat melakukan kerja sama internasional.
(2) Kerja sama internasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pemenuhan kewajiban perjanjian internasional;
b. peringatan dini;
c. penelitian;
d. alih teknologi; dan
e. peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
(3) Kerja sama internasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwakili oleh Badan.
(4) Instansi pemerintah selain Badan dapat melakukan kerja sama internasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB XII
PENELITIAN, REKAYASA, DAN PENGEMBANGAN
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 69

(1) Penelitian, rekayasa, dan pengembangan meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilaksanakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membangun kemandirian bangsa.
(2) Penelitian, rekayasa, dan pengembangan meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilakukan untuk mendukung peningkatan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Bagian Kedua
Penelitian Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Pasal 70

(1) Penelitian meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilaksanakan untuk:
a. menemukenali gejala meteorologi, klimatologi, dan geofisika;
b. meningkatkan kapasitas analisis meteorologi, klimatologi, dan geofisika; dan
c. menemukan teori baru bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Penelitian meteorologi, klimatologi, dan geofisika dapat dilakukan oleh Badan, lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, badan hukum Indonesia, dan/atau warga negara Indonesia.
(3) Lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, badan hukum Indonesia, dan/atau warga negara Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib melaporkan hasil penelitian yang sensitif dan berdampak luas kepada Badan.

Pasal 71

(1) Penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) yang dilakukan oleh lembaga asing, perguruan tinggi asing, dan/atau warga negara asing wajib mendapat izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengikutsertakan secara aktif peneliti instansi pemerintah yang terkait.
(3) Lembaga asing, perguruan tinggi asing, dan/atau warga negara asing sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib melaporkan hasil penelitiannya kepada Menteri yang membidangi urusan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kepada Badan.

Pasal 72

(1) Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) yang digunakan untuk penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika wajib dilakukan uji operasional oleh Badan.
(2) Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) yang akan diinformasikan kepada publik wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Kepala Badan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai uji operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 73

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 72 ayat (1) dan ayat (2) dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembekuan izin;
c. penghentian penelitian atau pembekuan hasil penelitian; atau
d. pencabutan izin.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Ketiga
Rekayasa
Pasal 74

(1) Rekayasa meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilakukan dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk:
a. memodifikasi unsur meteorologi, klimatologi, dan geofisika; dan
b. mengembangkan sarana meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Hasil rekayasa sarana meteorologi, klimatologi, dan geofisika wajib memenuhi standar sarana yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 75

(1) Rekayasa meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 dapat dilakukan oleh Badan, lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, badan hukum Indonesia, dan/atau warga negara Indonesia.
(2) Rekayasa meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan melalui kerja sama internasional setelah mendapat rekomendasi dari Badan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 76

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (2) dan Pasal 75 ayat (2) dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembekuan izin;
c. penghentian penelitian atau pembekuan hasil penelitian; atau
d. pencabutan izin.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Bagian Keempat
Pengembangan Industri
Pasal 77

(1) Pengembangan industri sarana meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bangsa dalam memproduksi sarana meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Pengembangan industri sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi standar sarana yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 78

Pengembangan industri meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang mencakup inovasi dan alih teknologi harus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional.

Pasal 79

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan industri meteorologi, klimatologi, dan geofisika diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB XIII
SUMBER DAYA MANUSIA
Pasal 80

(1) Pengembangan sumber daya manusia di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berilmu, terampil, kreatif, inovatif, profesional, disiplin, bertanggung jawab, memiliki integritas, dan berdedikasi, serta memenuhi standar nasional dan internasional.
(2) Pengembangan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk menjamin terlaksananya penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(3) Pengembangan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan badan hukum Indonesia.

Pasal 81

Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (1), Pemerintah menetapkan:
a. kebijakan pengembangan;
b. perencanaan; dan
c. pendidikan dan pelatihan.

Pasal 82

Kebijakan pengembangan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 huruf a disusun oleh Badan.

Pasal 83

Perencanaan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 huruf b disusun berdasarkan:
a. proyeksi kebutuhan;
b. bidang keahlian;
c. strata pendidikan; dan
d. penempatan.

Pasal 84

(1) Pendidikan dan pelatihan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 huruf c dilaksanakan berdasarkan:
a. kebutuhan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik;
b. standar kurikulum dan silabus serta metoda pendidikan dan pelatihan;
c. standar tata kelola organisasi lembaga pendidikan dan pelatihan; dan
d. tingkat perkembangan teknologi sarana dan prasarana belajar mengajar.
(2) Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan standar nasional dan internasional.

Pasal 85

Badan wajib menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Pasal 86

Sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan tertentu di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Pasal 87

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan sumber daya manusia di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB XIV
HAK DAN PERAN SERTA MASYARAKAT
Pasal 88

Masyarakat berhak memperoleh informasi publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 89

(1) Masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berperan serta dalam meningkatkan penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
(2) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:
a. membantu menyebarluaskan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang bersumber dari Badan;
b. membantu menjaga sarana dan prasarana;
c. membantu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim;
d. memberikan saran dan pendapat kepada Pemerintah; dan/atau
e. melaporkan apabila mengetahui terjadi ketidaksesuaian dan/atau kesalahan prosedur penyelenggaraan dan tidak berfungsinya sarana dan prasarana.

Pasal 90

Ketentuan lebih lanjut mengenai peran serta masyarakat diatur dengan peraturan pemerintah.

BAB XV
KETENTUAN PIDANA
Pasal 91

Setiap pemilik stasiun pengamatan yang termasuk dalam sistem jaringan pengamatan yang menghentikan pengamatan tanpa izin Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Pasal 92

Setiap pemilik stasiun pengamatan yang termasuk dalam sistem jaringan pengamatan yang merelokasi stasiun tanpa izin Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Pasal 93

Setiap petugas yang dengan sengaja tidak seketika menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kejadian ekstrem meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 94

(1) Setiap orang yang mengoperasikan peralatan pengamatan yang tidak laik operasi di stasiun pengamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 ayat (4) dipidana dengan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang luka berat atau barang rusak, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang mati, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 95

Setiap orang yang merusak, memindahkan, atau melakukan kegiatan yang dapat mengganggu fungsi sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 96

Setiap orang yang dengan sengaja mengganggu frekuensi telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 97

Setiap orang yang tidak melaporkan hasil penelitian yang sensitif dan berdampak luas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 98

Setiap orang yang tidak melaporkan hasil penelitiannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 99

Setiap orang yang mengembangkan industri sarana yang tidak sesuai dengan standar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 100

Setiap orang yang melaksanakan pekerjaan tertentu di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang tidak memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 101

Dalam hal tindak pidana meteorologi, klimatologi, dan geofisika dilakukan oleh korporasi, selain pidana penjara dan denda terhadap pengurusnya, pidana yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi berupa pidana denda dengan pemberatan 3 (tiga) kali dari pidana denda yang ditentukan dalam bab ini.

BAB XVI
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 102

Pada saat Undang-Undang ini berlaku, penyelenggara meteorologi, klimatologi, dan geofisika tetap dapat menjalankan kegiatannya dengan ketentuan dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun wajib menyesuaikan berdasarkan Undang-Undang ini.

BAB XVII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 103

Peraturan pemerintah dan peraturan pelaksanaan lainnya dari Undang-Undang ini ditetapkan paling lambat 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini berlaku.

Pasal 104

Pada saat Undang-Undang ini berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan meteorologi, klimatologi, dan geofisika dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-Undang ini.

Pasal 105

Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta
pada tanggal 1 Oktober 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

DR. H. SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 1 Oktober 2009
MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA

ttd
ANDI MATTALATTA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2009 NOMOR 139

Posted in Berita, Umum | 19 Comments »

Eksperimen “Big Bang” Berhasi

Posted by kadarsah pada September 11, 2008

11/09/2008 01:38

Liputan6.com, Jenewa: Tim ilmuwan menyatakan eksperimen besar untuk reka ulang kondisi beberapa saat setelah Big Bang (ledakan besar), berhasil. Mereka kini telah menembakkan dua berkas partikel proton mengelilingi terowongan 27 kilometer yang menampung Large Hadron Collider (LHC).

Mesin senilai lebih dari sembilan miliar dolar di perbatasan Swiss-Prancis itu dirancang untuk menabrakkan partikel dengan kekuatan sangat dahsyat. Para ilmuwan berharap penelitian ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental di bidang fisika.

Berkas proton pertama, yang bergerak searah jarum jam, menyelesaikan putaran pertama terowongan bawah tanah itu sebelum Rabu (10/9) pukul 09.30 waktu Inggris (15.30 WIB). Sedangkan, berkas kedua, yang bergerak melawan arah jaruh jam, berhasil mengitari terowongan tersebut selepas pukul 14.00 waktu setempat (20.00 WIB).

Pusat Penelitian Cern (European Centre for Nuclear Research), belum mengumumkan kapan tumbukan pertama akan terjadi. Tapi, diperkirakan terjadi sebelum mesin itu dimatikan selama musim dingin. Eksperimen fisika terbesar di dunia ini berlangsung tiga dasawarsa setelah digagas.

Para teknisi dan ilmuwan meluapkan perasaan sukacita mereka, saat partikel-partikel proton menyelesaikan putaran pertama cincin bawah tanah, yang menampung kompleks riset fisika Large Hadron Collider (LHC) di bawah Gunung Alpen, Eropa. Mesin yang berlokasi di perbatasan Swiss-Prancis itu dirancang untuk untuk menumbukkan partikel-partikel subatomik.

Mereka mencoba reka ulang kondisi setelah peristiwa Big Bang, yang menurut para ilmuwan menyebabkan terbentuknya alam semesta. Satu berkas partikel subatom lain akan dikirim dari arah berlawanan, dan menabrakkan partikel-partikel itu dengan kekuatan yang sangat dashyat.

Sejumlah pengkritik menyatakan ketakutan bahwa tabrakan proton bisa menimbulkan lubang hitam yang akan menyebabkan kiamat. Namun, kekhawatiran itu ditolak oleh para pakar fisika.

Rencana penelitian ini sendiri tersenda-sendat sejak digagas sekitar 30 tahun lalu. Proyek ini menghadapi masalah pembengkakan biaya, gangguan peralatan, dan masalah konstruksi.

LHC sendiri dibangun dalam waktu sekitar 13 tahun. Collider itu dioperasikan oleh Lembaga Eropa untuk Riset Nuklir, yang lebih dikenal dengan akronimnya dalam bahasa Prancis, Cern.

Terowongan sirkuler yang sangat besar itu memuat lebih dari 1.000 magnet silindrik. Magnet-magnet itu dipasang di sana untuk mengarahkan berkas–yang terdiri dari partike-partikel yang dinamai proton–sepanjang cincin yang membentang 27 km. Pada akhirnya, dua berkas proton akan diarahkan secara berlawanan di terowongan LHC pada kecepatan mendekati laju cahaya, dan menyelesaikan 11.000 putaran per detik.

Wartawan sains BBC Matt McGrath dari Pusat Riset Nuklir Eropa, atau Cern, di Jenewa melaporkan, untuk menembakkan berkas partikel itu ke sekeliling terowongan, diperlukan ribuan magnet bertenaga besar, yang didinginkan sampai suhu minus 271 derajat Celcius.

Beberapa minggu lagi, ke dua berkas akan bertabrakan di beberapa titik di sepanjang terowongan. Tabrakan ini akan menghasilkan suhu yang jauh lebih panas dari matahari, dan terkonsentrasi di sebuah tempat yang sangat kecil, sekian kali lipat lebih kecil daripada debu.

Partikel-partikel subatomik yang terbentuk, kemudian akan dipelajari secara teliti oleh ilmuwan dari seluruh dunia. Mereka berharap data yang dihasilkan akan membuka misteri alam semesta.(ANS/BBC)

====================================================================

Hawking Bertaruh US$ 100

Rabu, 10 September 2008 | 12:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ahli fisika paling terkenal saat ini, Stephen Hawking, bertaruh US$ 100 (Rp 930 ribu) bahwa percobaan fisika sangat mahal di Swis-Prancis akan gagal mendapatkan partikel yang dianggap sebagai awal mula awal semesta dalam simulasi Big Bang.

Dalam percobaan yang dilakukan di Large Hadron Collider (LHC) yang dilakukan hari ini di perbatasan Swis-Prancis, partikel sub-atom akan saling ditabrakkan dengan kecepatan mendekati kecepatan suara.

“Menurut perhitungan sekarang, alat ini cukup untuk menemukan partikel Higgs,” kata Hawking di radio BBC seperti dikutip AFP. Partikel Higgs yang dimaksud adalah partikel yang dicoba ditemukan dalam percobaan ini.

Hawking menyatakan ia lebih berharap percobaan ini tidak akan menemukan Higgs. “Ini akan memperlihatkan ada sesuatu yang tidak beres dan kita bisa memikirkan kembali,” katanya. “Saya sudah bertaruh US$ 100 kalau kita tidak akan menemukan Higgs.”

Hari ini proton pertama akan dicoba dipercepat pada alat yang berbentuk cincin dengan lingkaran 27 kilometer yang dikelola Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN).

“Tapi apapun yang dihasilkan LHC, gagal atau sukses, hasilnya bisa mengungkapkan banyak pada kita struktur alam semesta,” kata Hawking, ilmuwan berkursi roda yang berbicara dibantu peralatan komputer.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2008/09/10/brk,20080910-134706,id.html

=================================================================================

Satu langkah lagi sudah dilalui para ahli fisika Lar ge Hadron Collider untuk bisa merekonstruksi pembentukan alam raya pada 14 miliar tahun lalu. Setelah sukses dengan pengujian sistem magnet penginjeksinya sebulan lalu, mesin penumbuk partikel terbesar di dunia itu berhasil menembakkan proton secara penuh dalam dua arah yang berbeda menurut garis keliling 27 kilometer.

“Itu dia,” kata Lyn Evans, ketua proyek riset raksasa senilai US$ 9 miliar tersebut menunjuk sebuah titik terang di layar komputernya, Rabu lalu. Saat itu juga, ribuan ahli fisika yang terlibat di laboratorium bawah tanah di perbatasan Swiss-Prancis itu serta yang ikut mengamati lewat siaran satelit bersuka ria.

Lima jam kemudian, titik terang serupa terlihat pula dalam arah yang berlawanan. “Beban pertama terlewati sudah,” kata Evans, yang telah bekerja untuk riset itu sejak 1984. Menurut dia, LHC adalah mesin dengan kompleksitas yang sangat besar. “Segala sesuatunya bisa saja melenceng setiap saat, tapi pagi ini menjadi awal yang sangat baik,” katanya lagi.

Laboratorium yang dikenal dengan akronim berbahasa Prancis CERN itu mulai menembakkan jutaan proton ke dalam LHC pada pukul 09.35 waktu setempat. Mereka sejatinya akan menembakkan proton-proton dalam dua arah berlawanan secara bersamaan sehingga menghasilkan tumbukan yang mensimulasikan situasi beberapa saat setelah big bang.

Sistem injeksi magnet LHC didesain mendorong proton hingga mendekati kecepatan cahaya, melesat 11 ribu kali di dua tabung seukuran selang milik petugas pemadam kebakaran dalam sedetik. Temperatur juga diatur pada -271 derajat Celsius alias lebih dingin dan lebih hampa daripada luar angkasa.

Hasil eksperimen tumbukan diharapkan mampu mengungkap “zat gelap”, antizat, dan kemungkinan dimensi ruang dan waktu yang tersembunyi. LHC juga diharapkan bisa menemukan bukti boson Higgs, sebuah partikel hipotetik yang juga dikenal sebagai partikel Ilahi karena diyakini mengisi massa seluruh partikel lainnya.

Eksperimen ini digerakkan 20 negara Eropa anggota CERN.

Ilmuwan yang terlibat di dalamnya berasal dari 80 negara. Sebanyak 1.200 di antaranya berasal dari Amerika Serikat, yang mengirim kontribusi dana US$ 531 juta. Jepang juga menjadi kontributor besar di sana.

http://epaper.korantempo.com/ArticleImage.aspx?article=12_09_2008_125_002&mode=1

Posted in Umum | 2 Comments »

Skenario Post-SRES, SRES, IS92, SA90,Non-SRES

Posted by kadarsah pada September 5, 2008

Skenario Post-SRES

Merupakan skenario  iklim berdasarkan skenario emisi yang di publikasikan setelah IPCC selesai melaporkan SRES ( Special Report on Emission Scenarios), setelah tahun 2000.

Special Report on Emissions Scenarios (SRES)

Skenario SRES merupakan skenario emisi yang dikembangkan oleh Nakicenovic dan Swart (2000).

The Special Report on Emissions Scenarios di singkat SRES merupakan laporan yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change  atau IPCC untuk laporan yang ketiga atau di sebut Third Assessment Report (TAR) di tahun 2001,  untuk skenario emisi masa depan digunakan untuk menjalankan model sirkulasi global untuk mengembangkan skenario perubahan iklim, hal itu untuk menggantikan  skenario IS92 yang dikeluarkan pada IPCC Second Assessment Report tahun 1995. Skenario SRES masih digunakan untuk Fourth Assessment Report (AR4)  yang dikeluarkan tahun 2007

Skenario Emisi SRES

IPCC mempublikasikan skenario iklim tahun 2000 dan digunakan dalam the Third Assessment Report (Special Report on Emissions Scenarios – SRES), skenario ini memasukan perkembangan di masa depan di lingkungan global dengan referensi khusus pada produksi gas rumah kaca dan aerosol.

Tiap storyline menampilkan perbedaan demografi,sosial,ekonomi,teknologi dan pembangunan lingkungan yang berbeda dalam cara pertambahan yang tidak dapat berubah.

Empat puluh skenario dikembangkan oleh enam tim modeling. Semua model valid, dengan tidak adanya penekanan kemungkinan terjadinya. Ke enam kelompok skenario dibentuk dari empat scenario family yaitu:A2,B1,B2 dan tiga grup dalam  scenario family A1 yang memiliki alternatif karakteristik pengembangan teknologi energi (A1F1: penggunaan energi fosil yang intensiif),A1T( penggunaan energi yang sebagian besar menggunakan energi non-fosil),A1B( penggunaan energi secara seimbang antara energi non-fosil dan energi fosil).

Empat storyline dikombinasikan dengan dua set kecendrungan divergensi: satu set bervariasi antara pengaruh ekonomi kuat dan pengaruh lingkungan kuat, seperangkat set lainnya antara bertambahnya globalisasi dan regionalisasi.

Skenario famili berisi skenario tunggal. Enam skenario famili didiskusikan di the IPCC’s Third Assessment Report (TAR) dan Fourth Assessment Report (AR4) adalah  A1FI, A1B, A1T, A2, B1, and B2.  Skenario utama  A1,B1,B2,A2 dari : Nakićenović, N. and R. Swart, Eds., 2000: Special Report on Emissions Scenarios. Cambridge University Press, Cambridge, 599 pp.

A1 keadaan dunia yang:

  • Pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat
  • Populasi global mencapai puncaknya pada pertengahan abad ( sekitar 9 milyar) dan menurun setelahnya
  • Pengenalan teknologi baru dan lebih efisien dengan sangat cepat
  • Negara-negara mengalami proses konvergensi melalui capacity building dan dengan bertambahnya interaksi  budaya dan sosial
  • Terjadi pengurangan berbagai perbedaan yang subtansif  terutama dalam pendapatan per kapita regional
  • S scenario family A1 yang memiliki alternatif karakteristik pengembangan teknologi energi (A1F1: penggunaan energi fosil yang intensiif),A1T( penggunaan energi yang sebagian besar menggunakan energi non-fosil),A1B( penggunaan energi secara seimbang antara energi non-fosil dan energi fosil).

A2  keadaan dunia yang :

  • Dunia yang sangat heterogen
  • Masalah utama yang dihadapi di tiap region adalah kepercayaan pada diri sendiri dan  pemeliharaan identitas lokal
  • Dunia yang independen dan negara-negara yang memiliki kepercayan diri sendiri.
  • Terus terjadi pertambahan populasi
  • Pengembangan ekonomi berorientasi secara regional
  • Perubahan teknologi terjasi secara lebih lambat dan lebih terfragmentasi disertai  peningkatan pendapatan per kapita

B1 keadaan dunia yang :

  • Dunia yang konvergen dengan populasi global yang  mencapai puncaknya ( 9 milyar pada tahun 2050) di pertengahan abad dan menurun setelahnya  sama yang terjadi di skenario A1, tetapi dengan perubahan kecepatan dalam struktur ekonomi sesuai dengan layanan dan informasi ekonomi
  • Pengurangan dalam intensitas material.
  • Pengenalan teknologi yang bersih dan efisien
  • Penekanan pada solusi global untuk ekonomi,sosial, dan ketahanan lingkungan,termasuk peningkatan kekayaan, tetapi tanpa tambahan inisiatif iklim
  • Dunia lebih terintegrasi, lebih friendly secara ekologi.

B2 keadaan dunia yang :

  • Penekanan pada solusi lokal daripada solusi global  untuk ekonomi,sosial dan ketahanan lingkungan
  • Peningkatan populasi global yang lebih rendah dari A2
  • Tingkat pengembangan ekonomi yang intermediate
  • Perubahan teknologi lebih lambat dan lebih bermacam-macam dibanding Skenario B1 dan A1
  • Skenario berorientasi pada proteksi lingkungan dan kekayaan sosial, yang berfokus pada tingkat lokal dam regional.
  • Dunia lebih terbagi-bagi, tetapi frinedly secara ekologi

Scenario IS92

Enam alternatif skenario IPCC (IS92a s.d IS92f) dipublikasikan tahun 1992 dalam the 1992 Supplementary Report to the IPCC Assessment. Skenario  tersebut memilliki asumsi yang luas yang diakibatkan oleh seberapa besar emisi GHG terjadi dan bagaimana kebijakan-kebijakan iklim di ambil.  Perbedaanya terletak pada ekonomi, sosial dan kondisi lingkugan, dan menghasilkan kisaran  konsentrasi GHG dimasa depan.

Dasar skenario IS92a dan IS92b sangat menyerupai skenario SA90 yang digunakan di the First Assessment Report of the IPCC in 1990.

Skenario IS92a digunakan sebagai standar skenario yang digunakan dalam mengukur akibat, meskipun rekomendasi IPCC harus menggunakan ke enam skenario tersebut untuk menunjukan range ketidakpastian dalam emisi GHG.

Populasi meningkat dari 11.3 juta sampai tahun 2100 dan rata-rata pertumbuhan ekonomi 2.3 % per tahun antara 1990-2100, dengan campuran penggunaan sumber energi yang konvensional dan terbarukan.

Emisi tertinggi GHG dihasilkan dari skenario IS92a yang mengkombinasikan semua asumsi, pertumbuhan populasi yang moderate, pertumbuhan ekonomi yang tinggi,ketersediaan bahan bakar  fosil yang tinggi bahkan penghapusan energi nuklir.

Skenario ekstrim yang lain adalah IS92c yang memiliki emisi CO2 yang menurun dan mencapai posisi dibawah tahun 1990. Hal tersebut diasumsikan bahwa populasi pertama-tama meningkat, kemudian menurun di pertengahan abad berikutnya, trus pertumbuhan ekonomi rendah dan terdapat beberapa batasan dari persediaan bahan bakar fosil.

Skenario SA90

Skenario iklim yang digunakan di the First Assessment Report of the IPCC in 1990.

Skenario Non-SRES

Skenario yang merupakan bukan SRES (Special Report on Emission Scenarios), yang terdiri dari :

  • PICTL: Skenario dengan menggunakan GHG konstan pada saat pre-industrial.
  • 20C3M :Skenario dengan menggunakan GHG yang meningkat sesuai dengan pengamatan s.d abad 20.
  • COMMIT:Skenario ideal dimana atmosfer menimbun GHG sebanyak saat tahun 2000.
  • 1PTO4X (1% to quadruple): Konsentrasi CO2 bertambah dengan kecepatan 1 %  per tahun, mencapai 4 kali lipat, kemudian konstan.
  • 1PTO2X (1% to double) :Konsentrasi CO2 bertambah dengan kecepatan 1 % per tahun, mencapai 2 kali lipat, kemudian konstan.

Istilah-Istilah

Climate model

Suatu sistem numerik yang merefresentasikan sistem iklim berdasarkan aspek sifat-sifat fisik,kimia dan biologi ,komponen-komponen, interaksinya, proses timbal-balik,  dan proses penghitungan untuk semua elemen-elemen tersebut. Sistem iklim dapat dipresentasikan dengan berbagai model dan dengan berbagai kombinasi komponen sebagai suatu spektrum yang meliputinya. Coupled Atmosphere-Ocean General Circulation Models (AOGCMs)  merefresentasikan sistem iklim  yang paling komprehensif  melibatkan berbagai elemen iklim. Model iklim digunakan untuk mempelajari dan simulasi iklim, untuk tujuan operasional, bulanan, musiman dan prediksi inter-tahunan.

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)

Merupakan konvensi yang diadopsi tanggal 9 Mei 1992 di New York dan ditanda-tangani tahun 1992 di  KTT Bumi di Rio de Janeiro oleh lebih dari 150 negara dan negara Eropa.

Diagram SRES

diagram-skenario

diagram-skenario

Gambar diatas menunjukan ilustrasi skematik skenario SRES. Skenario SRES ini terbagi menjadi empat storyline yang disebut family:A1,A2,B1,B2. Total semua skenario SRES berjumlah 40 skenario yang dikembangkan oleh enam tim pemodelan. Dari tiap skenario family terdiri dari satu skenario grup kecuali skenario family A1 yang terdiri dari tiga skenario grup. Skenario A1 family terbagi tiga berdasarkan pengembangan teknologi alternatif.

  • A1F1:skenario  dengan penggunaan bahan bakar fosil secara intensif
  • A1B: skenario  dengan penggunaan bahan bakar fosil secara seimbang
  • A1T: skenario  penggunaan bahan bakar non-fosil yang lebih dominan

Tiap skenario grup terbagi menjadi dua bagian besar OS dan HS (HS: harmonized dam OS). Skenario HS artinya dalam populasi global di asumsikan produk bruto dunia dan energi terjadi keseimbangan/keselarasan.Sedangkan OS artinya menunjukan skenario yang menggunakan penggerak iklim  yang tidak terdapat di skenario iklim HS. Pengembangan dari tiap skenario baik HS dan OS di perbanyak, jadi total skenario iklim menjadi 40 . Dengan angka-angka di bawah huruf OS atau HS menunjukan masing-masing jumlah skenario iklim.

Kondisi iklim dunia sampai 100 tahun ( tahun 2100) kedepan sulit diprediksi sehingga ilmuwan berusaha uuntuk melakukan berbagai skenario yang mungkin terjadi. Akibatnya skenario iklim terbagi menjadi empat kelompok utama yang disebut storyline (A1,A2,B1,B2) dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:perubahan demografis,pengembangan ekonomi, dan pengembangan teknologi.

Figure 1: Total global tahunan emisi  CO2 dari semua sumber (energi, industri, dan perubahan tata guna lahan) tahun 1990- 2100 (dalam giga ton karbon (GtC/yr))  untuk  family dan 6 scenario grup. 40  scenario SRES ditampilkanoleh 4 family (A1, A2, B1, and B2) and 6 scenario grup(A1F1,A1T,A1B,A2,B2,B1): penggunaan energi fosil yang intensif A1FI (terdiri dari batubar,gas dan minyak), penggunaan sebagian besar energi bahan-bakar fosil A1T, keseimbangan penggunaan energi. Skenario   A1di Gambar 1a; A2 di Gambar 1b; B1 di Gambar 1c, dan B2 di Gambar 1d. Tiap warna menunjukan rentang skenario harmonized dan non-harmonized pada tiap grup. Sebagai contoh Gambar 1(a), warna oranye (dengan skenario A1F1 ditunjukan dengan garis hitam putus-putus), warna merah (dengan skenario A1B ditunjukan dengan garis hitam solid),warna oranye muda (dengan skenario A1T ditunjukan dengan garis hitam putus-putus), merupakan rentang skenario grup yang terdiri dari skenario harmonized dan non-harmonized. Begitu pula dengan Gambar 1 (b), rentang warna coklat menunjukan rentang skenario harmonized dan non-harmonized A2 dengan garis solid hitam menunjukan skenario A2.

Capacity building

Dalam kontek perubahan iklim, capacty building  diartikan sebagai pengebanggan teknik skill dan kapabilitas institusi di negara berkembang dan kondisi ekonomi dalam transisi yang mampu berpartisipasi dalam semua aspek adaptasi, mitigasi dan penelitian dalam perubahan iklim dan dalam implementasi Mekanisme Protokol Kyoto.

Clean Development Mechanism (CDM)

Menurut definisi dalam Artikel 12 dari Protokol Kyoto,  CDM memiliki dua tujuan yaitu:

  • Membantu negara-negara yang tidak termasuk dalam Annex I untuk mencapai daya dukung pembangunan dan berkontribusi pada konvensi.
  • Membantu negara-negara lain yang termasuk Annex I dalam mencapai pemenuhan kuantitas batas emisi dan komitmen reduksinya.

Certified Emission Reduction Units dari proyek CDM  yang dilakukan di negara-negara  Non-Annex I dimana batas atau pengurangan emisi HGH, ketika disertifikasi oleh entitas operasional yang didesain oleh Conference Paris, yang kemudian dapat menarik investor ( pemerintah atau swasta dari negara-negara B. Berbagai informasi dalam proses aktivitas proyek sertifikasi digunakan untuk menutupi biaya administrasi sama halnya dengan membantu negara-negara berkembang  khususnta yang rentan untuk efek  merugikan dari perubahan iklim sehingga sesuai dengan kost adaptasi.

Projection

Terminologi proyeksi digunakan dalam dalam literatur perubahan iklim. Secara umum, suatu proyeksi dilakukan untuk tiap deskripsi masa datang dan pencapaiannya. Interprestasi yang lebih jelas bisa dilihat ketika digunakan dalam terminologi proyeksi iklim yang digunakan oleh IPCC ketika berbicara tentang model yang mengestimasi iklim masa depan.

Forecast/Prediction

Ketika proyeksi diasosiasikan dengan “most likely” maka istilah proyeksi berubah menjadi prakiraan/prediksi. Suatu prediksi sering diperoleh dengan menggunakan model deterministik, kemungkinan menggunakan beberapa model, hasilnya memiliki tingkat kepercayaan yang digunakan pada proyeksi.

Scenario

Scenario: proyeksi dari potensi masa datang berdasarkan logis yang jelas dan storyline yang terkuantatisasi. Suatu skenario adalah koheren, konsisten secara internal dan kemungkinan kondisi dunia dimasa depan. Skenario bukan prediksi, tiap skenario merupakan salah satu gambaran bagaimana kondisi masa depan dapat diketahui.Suatu proyeksi bisa merupakan bahan dasar untuk suatu skenario , tetapi skenario sering memerlukan tambahan informasi. Seperangkat skenario sering diadopasi untuk merefleksikan berbagai kemungkinan dalam rentang ketidakpastian dalam proyeksi. Dengan kata lain bahwa ada beberapa kata lain yang memiliki kesamaan diantaranya: “characterisation”, “storyline” and “construction”.

Scenario Family

Istilah dalam skenario iklim IPCC yang artinya satu atau  lebih skenario yang dikelompokan karena  memiliki kesamaan demografi,sosial-politik,ekonomi dan storyline teknologi  ( Keempat scenario family: A1,A2,B2,B1).

Storyline

Deskripsi narasi dari skenario iklim ( skenario famili atau skenario) yang menyoroti khususnya tentang karakteristik utama dan dinamik serta memiliki hubungan dengan daya penggerak iklim.

Tujuh model yang digunakan:

  • The UK Hadley Centre for Climate Prediction and Research (HadCM2)
  • The German Climate Research Centre (ECHAM4)
  • The Canadian Centre for Climate Modelling and Analysis (CGCM1)
  • The US Geophysical Fluid Dynamics Laboratory (GFDL-R15)
  • The Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO-Mk2)
  • The National Centre for Atmospheric Research (NCAR-DOE)
  • The Japanese Centre for Climate System Research (CCSR)

Model Lain yang digunakan:

  • BCC:CM1
  • BCCR:BCM2
  • CCCMA:CGCM3_1-T47
  • CCCMA:CGCM3_1-T63
  • CNRM:CM3
  • CONS:ECHO-G
  • CSIRO:MK3
  • GFDL:CM2
  • GFDL:CM2_1
  • INM:CM3
  • IPSL:CM4
  • LASG:FGOALS-G1_0
  • MPIM:ECHAM5
  • MRI:CGCM2_3_2
  • NASA:GISS-AOM
  • NASA:GISS-EH
  • NASA:GISS-ER
  • NCAR:CCSM3
  • NCAR:PCM
  • NIES:MIROC3_2-HI
  • NIES:MIROC3_2-MED
  • UKMO:HADCM3
  • UKMO:HADGEM1

Climate feedback

Merupakan mekanisme interaksi  antara proses-proses yang terjadi di sistem iklim, proses tersebut disebut proses timbal-balik jika suatu proses mempengaruhi perubahan proses yang lain dan proses yang lain tersebut juga akan mempengaruhi proses yang pertama tadi.Proses timbal-balik positif terjadi jika memperkuat proses awal, sedang proses timbal-balik negatif akan mengurangi proses awal.

Climate prediction/Prediksi Iklim

Prediksi iklim atau prakiraan iklim adalah hasil  sebagai upaya untuk menghaislkan suatu estimasi dari evolusi aktual kondisi iklim dimasa depan, sebagai contoh, musiman,inter-tahunan, atau skala lebih panjang.

Climate projection/Proyeksi Iklim

Suatu proyeksi merupakan respon dari sistem iklim untuk emisi atau skenario konsentrasi dari GHG dan aerosol  atau  seknario radiative forcing ,sering disimulasikan oleh model iklim.

Proyeksi iklim berbeda dengan prediksi iklim terutama pada penekanan proyeksi iklim berdasarkan skenario emisi/konsentrasi/radiasi yang digunakan, yang berdasarkan asumsi, sebagai contoh, pengembanagn sosial-ekonomi dan teknologi yang bisa terealisasi dan bisa juga tidak sehingga menimbulkan ketidakpastian.

Climate scenario/Skenario Iklim

Refresentasi sederhana dan logis tentang keadaan iklim masa depan, berdasarkan hubungan yang konsisten dari parameter klimatologi  yang dibangun secara ekplisit digunakan dalam investigasi untuk  konsekuensi potensial dari perubahan iklim antropogenik, yang sering sebagai input untuk model. Proyeksi iklim sering digunakan untuk bahan dasar untuk membangun skenario iklim, tetapi skenario iklim  biasanya memerlukan tambahan informasi seperti pengamatan iklim .

Climate sensitivity/ Sensitivitas Iklim

Sensitivitas iklim merupakan istilah yang digunakan untuk dalam laporan IPCC equilibrium climate sensitivity merujuk pada perubahan keseimbangan rata-rata tahunan temperatur permukaan global yang diikuti oleh konsentrasi CO2 sebanyak 2 kalipat di atmosfer. Akibat keterbatasan komputasi, sensitivitas ekuilibrum iklim dalam model iklim biasanya diestimasi dengan menjalankan model sirkulasi kopel global atmosfer untuk suatu model laut mixed-layer, sebab sensitivitas ekuilibrum iklim sebagain besar ditentukan oleh proses atmosfer.

Climate system/Sistim Iklim

Sistim iklim merupakan sistem komplek yang terdiri dari lima komponen utama: atmosphere, hydrosphere,cryosphere, daratan, biosphere, dan interkasi dianataranya. Sistem iklim meningkat dalam waktu dan dipengaruhi oleh dinamika internal dan  gaya luar seperti letusan gunung api, variasi matahari, pengaruh  anthropogenic ( misalnya: perubahan komposisi atmosfer dan perubahan lahan).

Climate variability/Variabilitas Iklim

Variabilitas iklim merujuk pada variasi pada keadaan rata-rata dan statistik ( standard deviasi,kejadian ektrim)  dari iklim pada semua skala spasial dan temporal dimana peristiwa tersebut terjadi.

Variabilitas bisa disebabkan oleh proses internal dengan sistem iklim (variabilitas internal), atau variasi natural atau anthropogenic external forcing (variabilitas ekternal).

Projection/Proyeksi

Suatu evolusi potensial masa depan dari suatu kuantitas atau seperangkat kuantitas, yang sering dihitung dengan bantuan model. Proyeksi berbeda dengan prediksi dalam hal bahwa proyeksi memasukan asumsi yang berkaitan, contoh keadaan sosial-ekonomi, pengembangan teknologi yang mungkin terealisasi dan tidak sehingga menimbulkan ketidakpastian.

Scenario

Deskripsi sederhana dan logis dari bagaimana masa depan terjadi, berdasarkan seperangkat asumsi internal yang konsisten dan koheren tentang driving forces dan yang memiliki key relationships.

skenario Emisi

Skenario Emisi merupakan representasi yang logis dari peningkatan emisi masa depan yang merupakan subtansi sebagai potensi radiatif aktif ( greenhouse gases, aerosols), hal tersebut berdasarkan seperangkat asumsi internal yang konsisten dan koheren tentang driving forces (misalnya demografi dan pengembangan sosial-ekonomi, perubahan teknologi ) dan hubungan diantaranya.

Concentration scenarios, berasal dari skenario emisi yang digunakan sebagai input  untuk climate model  untuk menghitung  proyeksi iklim. Dalam IPCC (1992)  merupakan seperangkat emisi yang merefresentasikan dan digunakan sebagai basis proyeksi iklim IPCC (1996). Emisi-emisi tersebut disebut  IS92 scenarios. Dalam  IPCC Special Report on Emission Scenarios (Nakic4enovic4 and Swart, 2000)  terdapat emisi baru disebut skenario SRES.

Assessment Reports /Laporan Penilaian

Sesuai dengan mandat yang ditegaskan dalam panel, IPCC secara teratur an komprehensif mengeluarkan Assessment Reports /Laporan Penilaian mencakup: saintifik, teknik dan informasi sosial-ekonomi yang berhubungan untuk memahami pengaruh manusia terhadap perubahan iklim, potensi pengaruh perubahan iklim dan berbagai cara untuk mitigasi dan adaptasi. Empat  Assessment Reports telah diselesaikan tahun : 1990, 1995, 2001 and 2007.

Sebagai contohnya, The Fourth Assessment Report “Climate Change 2007″ terdiri dari 4 volume dengan berbagai variasi kntribusidiluncurkan bulan November 2007.

Assessment Reports biasanya dipublikasikan dalam beberapa volume, satu untuk tiap Kelompok Kerja (Working Groups), sedangkan materi yang diputuskan oleh Panel, atau Synthesis Report.

Tiap volume yang dihasilkan oleh Working Group terdiri dari  individual chapters, an optional technical summary dan Summary for Policymakers. Sedangkan ,Synthesis Reports merupakan sintesis material berisi Assessment Reports, dan materia lainnya yang berupa kilasan serta rangkuman. Ditulis tidak terlalu teknis mengingat akan gunakan untuk pengambil kebijakan.

Laporan lainnya berupa Special Reports  atau Laporan Khusus yang disiapkan untuk topik tertentu misalnya tentang penerbangan, pengaruh regional dari perubahan iklim, transfer teknologi,skenario emisi, penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan dan hutan, konentrasi CO2 dan hubungannya dengan lapisan ozon serta sistem iklim global.

global-climate

global-climate

Gambar diatas menunjukan bagaimana jika skenario tersebut dijalankan dan pengaruhnya terhadap (a) Emisi Co2,(b)Konsentrasi Co2, (c) Emisi SO2,(d)Perubahan Temperatur, (e)Kenaikan Permukaan Laut. Khusus untuk gambar (d) dan (e) terdapat rentang kemungkinan hasil model. Gambar (e) menunjukan rentang yang sangat besar hasil semua model SRES (selubung garis hitam paling luar), beberapa model SRES (selubung yang berwarna abu-abu, serta rata-rata model SRES ( selubung warna abu-abu yang lebih gelap). Sedangkan berbagai garis yang beraneka warna menunjukan rentang hasil model dari skenario masing-masing, misal warna garis merah solid merupakan skenario model A1B maka rentangan hasil model untuk skenario A1B setinggi garis tersebut,begitu pula garis yang lain.

Kritikan

Skenario SRES mendapat kritikan tajam dari Ian Castles, manatan ahli statistik Australia dan David Henderson, mantan ekonom dari  OECD. Inti kritikan mereka adalah penggunaan market exchange rates (MER)  untuk perbandingan internasional , sebagai gantinya dapat digunakan PPP exchange rate  untuk mengkoreksi  perbedaan dalam  transaksi energi.  Perdebatan tersebut  terus berlangsung sampai saat ini.

Menurut Ian Catles dan David Henderson, penggunaan  MER di  skenario SRES scenarios akan menekan perbedaan pendapatan untuk saat ini dan  terjadi  overestimate mengenai pertumbuhan ekonomi dimasa datang dinegara berkembang, akibatnya hal ini jug akan mendorong overestimate emisi GHG di masa depan. Akibatnya, IPCC harus membuat perubahan iklim yang lebih dramatik daripada yang diproyeksikan sekarang.

Akan tetapi, perbedaan dalam pertumbuhan ekonomi akan diimbangi oleh perbedaan dalam intensitas energi. Beberpa ahli mengatakan bahwa efeknya akan salaing menghilangkan secara penuh, sebagain mengatakan akan saling menghilangkan sebagian.  Sehingga secara keseluruhan, pengaruh perubahan MER menjadi PPP akan memiliki efek minimum pada karbondioksida di atmosfer.

Bahkan jika perubahan iklim global tidak berpengaruh, hakl tersebut ditentang bahwa distribusi emisi regional dan pendapatan  sangat berbeda antara skenario MER dan  PPP. Perdebatan ini dipengaruhi debat politik, dalam skenario PPP, Cina dan India lebih kecil sumbangsihnya untuk emisi global. Hal tersbeut juga menimbulkan pengaruh vulnerability pad aoerubahan iklim  dalam suatu skenario PPP, negara-negara miskin tumbuh lebih lambat dan akan mengalami akibat yang lebih besar.

Untuk download data IPCC:

http://www.ipcc-data.org/sres/gcm_data.html

Reference:

  1. J. Leggett, W.J. Pepper, R.J. Swart, J. Edmonds, L.G. Meira Filho, I. Mintzer, M.X. Wang, and J. Watson. 1992. “Emissions Scenarios for the IPCC: an Update”, Climate Change 1992: The Supplementary Report to The IPCC Scientific Assessment, Cambridge University Press, UK, pp. 68-95
  2. W. J. Pepper, R.J. Leggett, R.J. Swart, J. Wasson, J. Edmonds and I. Mintzer. 1992. “Emission Scenarios for the IPCC An Update, Assumptions, Methodology, and Results”, US Environmental Protection Agency, Washington, D.C.
  3. Brandt and Farrell (2007, Climatic Change, 84: 241-363)
  4. “Climate Change 2007: The Physical Science Basis – Summary for Policymakers”. Intergovernmental Panel on Climate Change (2007). Retrieved on 2007-02-02. Letters to the IPCC
  5. Castles and Henderson (2003), Energy and Environment, 14:159-185
  6. Castles and Henderson (2003), Energy and Environment, 14:415-435
  7. Nordhaus (2007), Energy Economics, 29:349-372
  8. Economist (Feb 13, 2003) Hot Potato: The IPCC had better check its calculations,
  9. Economist (Nov 6, 2003) Hot Potato Revisited: A lack-of-progress report on the IPCC
  10. Economist (May 27, 2004) Measuring Economies: Garbage In, Garbage Out
  11. Gruebler et al. (2004), Energy and Environment, 15:11-24
  12. Holtsmark and Alfsen (2005), Climatic Change, 68:11-19
  13. Manne et al. (2005), Climatic Change, 71:1-8
  14. 14.  Tol (2006), Climatic Change, 75:59-80

Posted in Global Climate Change, Meteorologi, Umum | Dengan kaitkata: , , | 5 Comments »

Roadrunner

Posted by kadarsah pada Juli 4, 2008

Roadrunner adalah nama superkomputer generasi berikut di Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico, AS. Pada Juni 2008, Roadrunner menjadi superkomputer tercepat di dunia setelah mencapai kecepatan 1,026 petaflop. IBM membangun komputer ini bagi Departemen Energi Amerika Serikat. Roadrunner mempunyai rancangan hibrida dengan hampir 7.000 prosesor dual core Opteron AMD dan sekitar 13.000 CPU 8i PowerXCell IBM dalam TriBlade khusus yang dihubungkan menggunakan InfiniBand. Superkomputer yang bernilai US$133 juta atau lebih dari Rp.1,2 trilyun ini memiliki kemampuan setara dengan seperseratus dari tumpukan laptop tercanggih saat ini setinggi 2,5 km atau pekerjaan yang dilakukan sehari oleh Roadrunner akan terselesaikan selama 46 tahun oleh 6 milyar penduduk bumi ini dengan jam kerja 24 jam/hari.

Roadrunner menggunakan sistem operasi Red Hat Enterprise Linux dan dikelola dengan xCAT. Komputer ini menempati ruang seluas 1.100 m² dan mulai beroperasi pada tahun 2008. Roadrunner menjadi super komputer pertama yang bisa menembus batas psikologi ‘petaflop barrier’ (1000 triliun operasi) dan menjadi komputer paling cepat di dunia sekaligus membuka cakrawala baru dalam dunia sains yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

Diciptakan oleh IBM dan Los Alamos National Laboratory, komputer yang kecepatannya lebih dari dua kali lipat komputer tercepat sebelumnya, Blue Gene/L buatan IBM. Roadrunner bisa melakukan lebih dari 1000 triliun operasi setiap detik. Sebagai pembanding Blue Gene/L adalah 478 triliun per detik/478 TeraFlops ( kurang dari separuh Petaflops dengan 212 992 prosesor).

Pada November 2007, kemampuan Blue Gene/L ini tiga kali lebih cepat dari superkomputer satu peringkat dibawahnya.

Beroperasi sejak awal Juni 2008, Roadrunner akan menggunakan 80% dari kapasitasnya untuk memastikan keamanan dan kehadandalan lumbung-lumbung senjata nuklir USA. Juga untuk penelitian astronomi dan pemetaan gen manusia. Para peneliti di Los Alamos sudah menggunakan untuk meniru proses kerja syaraf manusia yang sangat kompleks. Beroperasi di level teraflop berarti mesin ini bisa melakukan 1000 triliun perhitungan setiap detik.Untuk menguji peformanya, para ahli di Los Alamos Laboratory membuat program yang meniru sistem penglihatan manusia. Nama program itu Peta Vision. Sistem indra penglihatan manusia melibatkan satu miliar visual neurons dan triliunan synapses. Neuron adalah sel syaraf yang memproses informasi di otak. Neuron berkomunikasi dengan neuron lainnya menggunakan koneksi synaptic.

Seperti transistors di komputer. Synapses menyimpan banyak memori dan berperan penting dalam proses belajar. Synapses melakukan unjuk kerja seperti komputer ketika mendapat tugas untuk melihat. Karena adalah ribuan triliun synapses di otak manusia, proses mengenali manusia adalah persoalan komputer berskala petaflop.

Saat ini komputer belum bisa menyamai kemampuan manusia dalam melihat atau mengenali, misalkan membedakan teman dari orang asing di tengah kerumunan atau mobil tertentu di jalan tol. Roadrunner mengubah situasi itu. Dari pengujian dengan Peta Vision, Roadrunner terbukti bisa melakukan proses komputasi hingga 1,144petaflop.

Roadrunner menyatukan 6,948 dual core AMD Opteron (mikropresesor yang biasa ada di laptop) dan 12 960 prosesor PowerXCell 8i (yang dipakai Sony PS3). Ribuan komputer itu menempati area seluas 557m2. Memiliki 10 000 koneksi yang membutuhkan 91,2 km kabel serat optik, dan 80 terabytes memory yang beratnya 226,7962 kg dan mengkonsumsi listrik 3 Mw ( setara dengan kebutuhan listrik sebuah hipermarket) untuk melakukan 376 kalkulasi per watt serta ditempatkan dalam 288 rak seukuran lemari es.

Kegunaan lainny adalah melakukan simulasi efek obat-obatan terhadap tubuh manusia atau sistem keuangan yang sangat komplek hingga simulasi bagian dalam pesawat dalam satu set. (sumber: inilah.com dengan revisi seperlunya)

Posted in Umum | 1 Comment »

Daftar Semboyan Kalimat Latin

Posted by kadarsah pada Juni 4, 2008

Berdasarsarkan sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kalimat_Latin

A

A bene placito.
Sesukanya atau Sekehendak hatinya.
Ab hinc
Dari sini atau dari sumber/sebab ini.
Ab imo pectore
Dari lubuk hati yang paling dalam
Ab incunabulis
Sejak dalam ayunan/buaian.
Ab initio
Sejak semula.
Ab origine
Dari asal muasalnya.
Ab ovo usque ad mala
Dari telur sampai apel. Sebuah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan jamuan makan yang lengkap, mulai dari hidangan pembuka sampai penutup.
Ab urbe condita
Sejak berdirinya kota (Roma), yang menurut sejarah dimulai pada tanggal 21 April tahun 753 SM. Sering disingkat sebagai AUC untuk menandai Tarikh Romawi. Sejarawan Romawi Titus Livius, menggunakannya sebagai judul buku.
Ab esse ad posse
Dari ada menuju bisa atau Dari keadaan menjadi pengetahuan. Maksudnya ialah dari keberadaan hal, maka seseorang bisa mengetahui kemampuannya.
Absentem laedit, qui cum ebrio litigat.
Mereka yang berdebat dengan orang mabuk, menganggu ketertiban umum.
Absit (malum) omen.
Semoga tidak ada pertanda (buruk) .
Abusus non tollit usum.
Kemungkinan penyalahgunaan tidak menghalangi manfaat.
Acquiris quodcumque rapis.
Engkau mendapatkan apa yang kau jarah
Acta est fabula.
Apa yang terjadi adalah sebuah kisah. Ini adalah kata-kata terakhir Kaisar Agustus. Bisa pula berarti Permainan telah berakhir. (Ing: The play is over)
A Deo rex, a rege lex.
Raja oleh Tuhan, Hukum oleh Raja. Sebuah argumen yang mendasari kekuasaan sistem pemerintahan monarki.
Ad astra per aspera.
Sampai ke bintang dengan jerih payah. Ini adalah motto negara bagian Kansas, Amerika Serikat.
Ad captandum vulgus.
Mengambil perhatian rakyat. Maksudnya ialah seorang politikus yang berjanji muluk-muluk terhadap rakyat.
Adde parvum parvo, manus acervus erit
Tambahkan, sedikit demi sedikit maka nanti akan menjadi tumpukan. Dalam bahasa Indonesia, kalimat ini diterjemahkan sebagai: Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Ad hoc.
Dibentuk atau dimaksudkan untuk satu tujuan khusus saja, atau sesuatu yang diimprovisasi.Contoh: Komisi ad hoc DPR
Ad hominem
Tertuju pada pribadi atau karakter seseorang. Contoh penggunaannya “Argumen anggota dewan lebih bersifat ad hominem ketimbang membahas akar permasalahan”.
Ad impossibilia nemo tenetur.
Tak seorangpun berkewajiban melakukan hal yang mustahil.
Ad infinitum.
Sampai tak terhingga. Maksudnya ialah tiada habis-habisnya.
Ad interim
Sementara. Contoh penggunaan Hari Sabarno adalah, menteri Menko Polkam ad interim.
Ad Majorem Dei Gloriam
Untuk Keagungan Allah Yang Lebih Besar. Motto Ordo Serikat Yesus dalam Agama Katolik.
Ad nauseam.
sampai memuakkan. Maksudnya kalimat ini, adalah mengulang-ulang suatu hal berkali-kali sampai memuakkan.
Aegroto dum anima est, spes est.
Selama seseorang yang sakit masih memiliki semangat, maka masih ada harapan.
Age quod agis.
Lakukan apa yang (harus) kau lakukan. Maksudnya ialah, lakukanlah sebaik mungkin apa yang dilakukan.
Alii bella gerunt, tu felix Austria nube.
Orang lain berperang, tetapi engkau Austria yang beruntung, engkau menikah. Kalimat ini merujuk kepada siasat Austria yang pandai, dan mengkawini semua kerajaan-kerajaan di Eropa lainnya.
A mari usque ad mare
Dari Laut ke Laut. Kalimat ini adalah motto negara Kanada.
Amicus certus in re incerta cernitur.
Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian. Kalimat ini ditulis oleh Cicero
Amor patriae nostra lex.
Cinta Tanah Air adalah hukum kita.
Amor vincit omnia.
Cinta mengalahkan semuanya.
A posse ad esse non valet consequentia.
Penalaran tak berlaku dari sebuah kemungkinan menjadi sebuah kenyataan / keberadaan. Artinya seseorang tak dapat memastikan keberadaan suatu hal berdasarkan kemungkinannya.
A pedibus usque ad caput.
Dari kaki sampai kepala.
A posteriori.
Secara harafiah berarti dari yang terakhir. Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Induktif.
A priori.
Secara harafiah berarti sejak yang pertama. Frasa ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda penalaran Deduktif.
Aquila non capit muscas.
Seekor elang tidak menangkap lalat.
Aquiris quodcumque rapis
Engkau mendapatkan apa yang engkau jarah.
Ars est celare artem.
Diperlukan sebuah keahlian/seni (yang tinggi) untuk menyembunyikan sebuah keahlian/seni sesungguhnya. Maksudnya karya seni yang sejati tidak memperlihatkan teknik yang digunakan/dimiliki oleh seniman penciptanya.
Ars gratia artis.
Seni untuk seni. Moto perusahaan film Metro Goldwin Mayer.
Ars longa, vita brevis.
Seni itu panjang, sedangkan hidup itu pendek. Ini adalah kalimat terjemahan Horatius dari Hippokrates yang sering dipakai di luar konteks. Yang dimaksud dengan seni di sini ialah ilmu kedokteran di mana seseorang membutuhkan waktu seumur hidup untuk mempelajarinya.
Audaces fortuna iuvat.
Nasib baik menolong mereka yang berani. Kutipan dari karya Vergilius, Aeneid 10:284.
Audi, vide, tace, si tu vis vivere.
Dengar, lihat dan diamlah jika engkau ingin hidup.
Audi alteram partem.
Dengarkan pihak lain. Kalimat ini merupakan sebuah ungkapan dalam bidang hukum demi menjaga keadilan.
Audiatur et altera pars.
Dengar semua sisi. Ini adalah sebuah ungkapan yuridis atau hukum.
Aurora musis amica est.
Fajar adalah teman para muse, Muse adalah semacam dewi dewa pelindung seni, dari mana kata musik diambil.
Beati hispani, quibus vivere bibere est
Orang-orang Spanyol yang beruntung, bagi mereka hidup adalah minum-minum. Ejekan untuk aksen orang Spanyol yang mengeja huruf v sebagai b, sehingga kata Latin vivere (hidup) terdengar bibere (minum).
Beati pauperes spiritu.
Berbahagialah mereka yang rendah hati. Kalimat ini diambil dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius 3:5. yang lebih dikenal sebagai Khotbah di atas bukit.
Beatus, qui prodest, quibus potest.
Berbahagialah ia yang mendapatkan keuntungan dari mereka yang bisa ia pengaruhi.
Bene diagnoscitur, bene curatur.
Sesuatu yang didiagnosa dengan baik, bisa diobati dengan baik pula.
Bene qui latuit bene vixit
Ia yang tak menarik perhatian orang lain, hidup nyaman.
Bis dat, qui cito dat.
Barangsiapa yang dapat memberikan dengan cepat, ia memberikan dua kali lipat. Dikutip dari ucapan Publius Syrus.
Bis repetita non placent.
Pengulangan dua kali tidak menyenangkan.
Bona diagnosis, bona curatio.
Sebuah diagnosa baik adalah sebuah obat baik.
Bona valetudo melior est quam maximae divitiae.
Kondisi badan yang sehat lebih berharga daripada kekayaan yang berlimpah-limpah.
Boni pastoris est tondere pecus, non deglubere.
Adalah tugas seorang gembala yang baik mencukur dombanya, bukan mengulitinya. Kutipan dari karya Suetonius, De Vita Caesarum – Vita Tiberi:32. Dalam buku ini diceritakan bahwa Kaisar Tiberius menasihati para bawahannya agar jangan menarik pajak berlebihan dari rakyat mereka.
Carpe diem
Petiklah hari (ini). Kalimat lengkapnya adalah: carpe diem, quam minimum credula postero yang artinya ialah: “petiklah hari, dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.”. Kutipan dari karya Horatius Carminum I:9:8.
Maksudnya ialah orang dianjurkan untuk hidup dari hari ke hari.
Carthago delenda est.
Kartago harus dihancurkan. Kalimat yang diucapkan oleh Senator Marcus Cato ini menegaskan bahwa bila Republik Romawi ingin mengukuhkan kekuasaannya di laut Tengah, maka Kartago, ibu kota Funisia, harus dihancurkan. Rencana ini akhirnya terwujud di tahun 149 SM dalam Perang Ketiga Punik.
Casus belli.
Aksi atau insiden yang memicu peperangan.
Ceteris paribus.
dengan hal-hal lainnya tetap sama. Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus seringkali digunakan, yaitu sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi.
Cibi condimentum est fames.
Rasa lapar adalah bumbu setiap hidangan. Maksudnya ialah bagi orang lapar, semua makanan rasanya enak.
Civis romanum sum.
Saya adalah seorang warga Romawi. Kutipan dari karya (Cicero), Orationes in Verrum II.5:147
Cogito ergo sum.
Aku berpikir maka aku ada. Ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Perancis. Maksudnya kalimat ini keberadaan (eksistensi) bisa dibuktikan dengan fakta bahwa seseorang berpikir dan menjadi dasar pemikiran aliran Rasionalisme
Concordia civium murus urbium.
Kesatuan warga adalah tembok kota. Maksudnya rasa persatuan antara warga, adalah alat pertahanan yang terbaik untuk dalam mempertahankan sebuah kota.
Consuetudinis vis magna est.
Pengaruh sebuah kebiasaan sungguh luar biasa.
Consuetudo altera natura est.
Kebiasaan adalah kodrat kedua.
Contra vim mortis non est medicamen in hortis.
Tidak ada obat di kebun yang dapat menanggulangi kekuatan kematian. Maksudnya tak ada obat untuk kematian.
Corruptissima re publica plurimae leges.
Semakin korup sebuah republik, semakin banyak undang-undang.
Credo quia absurdum.
Saya percaya karena mustahil.
Cuius regio, eius religio.
Siapa memerintah, agamanya dianut. Hal ini merupakan sebuah hak istimewa raja yang ditetapkan pada Perdamaian Augsburg, 1555.
Cuiusvis hominis est errare.
Setiap orang bisa berbuat salah. Kutipan dari karya Cicero, Philippica XII, 5
Cura te ipsum.
Urusi dirimu sendiri!
Cura, ut valeas!
Berusahalah agar kau berhasil!
Damnant quod non intellegunt
Mereka menyalahkan/mengutuk apa yang mereka tak mengerti.
De gustibus non est disputandum
Tidak ada yang patut diperdebatkan menyangkut selera
De minimis non curat praetor
Praetor tidak mengurusi hal-hal yang sepele/remeh. Praetor adalah pejabat Romawi yang berperan sebagai hakim.
De minimis non curat lex
Hukum tidak mengurusi hal-hal yang sepele/remeh.
De mortuis nihil nisi bene
Tentang yang sudah berpulang/meninggal, tak ada dikatakan kecuali yang baik.
Deliriant isti Romani
Orang-orang Romawi itu memang gila. Kutipan dari kata-kata yang sering diucapkan oleh Obelix dalam serial komik Asterix.
Deo Vindice
(Dengan) Tuhan sebagai Pelindung (Kita). Motto Konfederasi Amerika.
Deorum injuriae Diis curae
Ketidakadilan terhadap dewa-dewa adalah urusan dewa-dewa. Kutipan dari karya Tacitus, Annales I:73
Deus vult!
Tuhan menghendakinya!. Sebuah semboyan para ksatria Perang Salib.
Diem perdidi
Saya telah kehilangan satu hari. Kalimat ini diucapkan oleh Kaisar Titus kala ia menyadari bahwa satu hari terlewatkan tanpa kesempatan untuk melakukan hal-hal yang baik/berguna.
Divide et impera
Pecah-belah dan kuasai! Kalimat ini konon dipakai Julius Caesar. Di Indonesia kalimat ini juga digunakan sebagai kalimat yang mengungkapkan politik kaum kolonialis penjajah Belanda.
Docendo discimus
Kita belajar dengan mengajar.
Dominus Illuminatio Mea
Tuhan adalah Cahayaku. Motto dari Universitas Oxford di Inggris yang diambil dari ayat pembuka Mazmur 27
Draco dormiens nunquam titillandus
Jangan pernah mengusik naga yang sedang tidur.
Dulce et decorum est pro patria mori
Adalah hal yang manis dan mulia apabila seseorang gugur demi negerinya. Dikutip dari karya Horatius, Carmina III:2:13
Dum spiro, spero
Selama saya masih bernafas, saya tetap berharap.
Duo cum faciunt idem, non est idem
Apabila dua orang mengerjakan hal yang sama, maka itu tidaklah sama.
Dura lex, sed lex.
Hukum memang keras, tetapi itulah hukum.
Dura necessitas
Kebutuhan adalah susah.
E fructu arbor cognoscitur
Sebuah pohon bisa dikenali dari buahnya. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Lukas VI:44
Errare humanum est. Perseverare diabolicum
Berbuat keselahan adalah suatu hal manusiawi. Mengulangi kesalahan adalah perbuatan iblis.
Et ipsa scientia potestas est.”
Pengetahuan itu sendiri adalah kekuasaan/kekuatan. Dikutip dari Meditationes Sacræ De Hæresibus karya Francis Bacon
Et nunc reges, intelligite erudimini qui judicatis terram….
Dan sekarang kalian para Raja, yang menjadi hakim di bumi, pahamlah dan terimalah pengajaran… . Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Lama, Mazmur II:10.
Exegi monumentum aere perennius.”
Telah kuselesaikan sebuah monumen yang lebih kekal dari perunggu. Kutipan dari karya Horatius Odes, III, ode 30, baris pertama
Ex astris, Scientia
atau lengkapnya Ex astris, Scientia venit, berarti dari bintang-bintang, datang pengetahuan . Varian dari moto ini digunakan oleh Apollo 13 Ex luna, scientia yang menggambarkan betapa banyaknya pengetahuan yang diperoleh dari penjelajahan manusia ke luar angkasa.
Ex oriente lux.
Cahaya datang dari Timur.Maksudnya ialah bahwa kebudayaan dan kebijaksanaan, sopan santun dan sebagainya berasal dari Dunia Timur.
Experto credite
Percayalah pada yang telah terbukti.
Ex nihilo nihil fit
Tak ada sesuatupun yang muncul dari ketiadaan.
Extra Ecclesiam Nulla Salus
Di luar Gereja, tidak ada keselamatan.Sebuah dogma Gereja Katolik Roma yang dipertentangkan. Hal ini sudah dibahas panjang lebar pada Konsili Vatikan II.
Faber est suae quisque fortunae
Setiap orang adalah penata/perancang nasibnya sendiri Kalimat ini diucapkan oleh Appius Claudius Caecus (340-273 SM), Sensor, Konsul dan Diktator pada era Republik Romawi.
Facilis descensus Averno
begitu mudahnya turun ke dalam Averno . Averno adalah nama sebuah danau belerang di sebelah selatan Itali, dekat laut Tirenia. Karena pekatnya uap belerang yang dihasilkan oleh aktifitas vulkanik, tidak ada unggas yang dapat bertahan hidup di daerah tersebut. Legenda Romawi Kuno menganggap tempat ini sebagai gerbang neraka.
“Felix qui potuit rerum cognoscere causas.”
Berbahagialah, mereka yang dapat mengerti penyebab sesuatu. Kutipan dari karya Kutipan dari karya Vergilius, Georgicon II: 490
Festina lente!.
Bergegaslah tapi perlahan! . Maksudnya lakukan segala sesuatu dengan cepat tapi dengan cermat. Kalimat ini diucapkan oleh Kaisar Agustus
Fiat justitia pereat mundus
Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun dunia harus binasa. Kalimat ini diucapkan oleh Ferdinand I (1503–1564), Raja Hungaria dan Bohemia dari 1558 sampai dengan 1564, yang diadoptasi dari kalimat yang hampir mirip artinya Fiat justitia ruat coelum dibawah.
Fiat justitia ruat caelum
Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh. . Kalimat ini diucapkan oleh Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM).
Fiat lux
Jadilah Terang. Kutipan dari Kitab Perjanjian Lama, Kejadian I:3
Fide, sed qui, vide,
Percayalah tapi berhati-hatilah memilih orang yang kau percayai
Fluctuat nec mergitur
Terombang-ambing tapi tak tenggelam. Moto ibukota Perancis, Paris.
Forsan et haec olim meminisse iuvabit,
…dan mungkin suatu waktu nanti akan menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk mengingat hal-hal/peristiwa-peristiwa ini. Kutipan dari karya Vergilius (Aenas, I:203) ini sering digunakan dalam buku tahunan (Inggris: Yearbook) yang dibagikan pada saat kelulusan.
Fortes fortuna iuvat
Nasib baik membantu para pemberani
Gaudeamus igitur iuvenes dum sumus
Karena itu bersukacitalah sewaktu kita masih muda. Kalimat ini merupakan baris pertama dari lagu Gaudeamus, yang biasanya dinyanyikan pada saat para Guru Besar memasuki ruangan. Menurut sejarahnya, lagu yang diciptakan pada abad pertengahan ini sering dinyanyikan para mahasiswa pada saat minum-minum, yang dicerminkan dari liriknya yang menggambarkan kehidupan mahasiswa yang bebas dan nyaris tanpa beban.
Gloria victis
kejayaan pada yang kalah.
Graeca sunt, non leguntur
Tertulis dalam bahasa Yunani, tidak bisa dibaca. Kalimat ini sering digunakan oleh kaum terdidik Romawi untuk menunjukkan keunggulannya, penguasaan bahasa Yunani.
Gutta cavat lapidem non vi, sed saepe cadendo; sic homo fit sapiens bis non, sed saepe legendo
Batu berlubang bukan karena kekuatan yang dashyat tapi akibat tetesan air yang berulangkali; Begitu pula manusia menjadi bijak bukan karena satu dua kali tapi karena kerapkali membaca.
Habent sua fata libelli
Buku-buku memiliki nasibnya sendiri
Hannibal ante portas
Hanibal (ada) di depan gerbang (kota Roma). Kalimat ini menggambarkan situasi genting yang dihadapi oleh Republik Romawi akibat invasi yang dipimpin Hanibal selama Perang Kedua Punik.
Hic Rhodus, hic saltus
Inilah Rhodes (pulau di sebelah tenggara laut Aegean, Yunani), disinilah kamu melompat. Kutipan dari karya Erasmus, Adagia 3:3:28 yang menyadur dari cerita Aesop (en). Dalam kisah tersebut seorang pembual mengatakan bahwa ia pernah membuat lompatan yang luar biasa di Rhodes dan ada beberapa saksi yang hadir saat itu. Salah satu seorang pendengarnya mengomentari dengan mengatakan kalimat di atas.
Hodie mihi, cras tibi
Hari ini aku, besok kamu. Kalimat ini biasanya tertulis di batu nisan, untuk mengingatkan mereka yang masih hidup bahwa suatu saat mereka akan mati.
Homines quod volunt credunt
Manusia mudah mempercayai hal-hal yang memang diinginkannya.
Homo homini lupus est
Manusia adalah serigala bagi sesama manusia.
Homo proponit, sed Deus disponit
Manusia berencana, Tuhan yang memutuskan
Homo sum, humani nihil a me alienum puto
Aku adalah seorang manusia, dan aku simpulkan tak ada satupun yang menyangkut manusia asing bagiku. Asing dalam kalimat ini bisa diartikan tidak relevan. Kalimat ini dikutip dari drama karya Terentius, Heautontimoroumenos.
Hypotheses non fingo
Saya tidak merekayasa hipotesa-hipotesa. Kutipan dari karya monumental Isaac Newton, Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, Scholium Generale alinea V. Kata-kata ini ditulis untuk menanggapi tudingan bahwa dia hanya memberikan rumus matematik dari hukum kinetik tapi tidak menjelaskan penyebab keberadaan gravitasi.

«Kembali ke atas

[sunting] I

Ignorantia iuris nocet
Ketidaktahuan akan hukum mencelakakan. Peribahasa ini dipakai dalam dunia hukum yang menyatakan bahwa ketidaktahuan seseorang akan hukum dan peraturan, tidak dapat dijadikan alasan di pengadilan.
Ignorantia legis non excusat
Pengabaian hukum tidak dapat dimaafkan/dimaklumi.
Ignoti nulla cupido
Tak ada hasrat akan sesuatu yang tidak diketahui. Artinya kebutuhan kita bertambah seiring dengan pengetahuan.
In cauda venenum.
Di ekor terdapat racun. Artinya taruhlah yang terburuk di terakhir.
In dubio pro reo.
Dalam kesangsian demi tertuduh atau dapat diartikan demi asas praduga tak bersalah.
In hoc signo vinces.
Kau akan menang dengan lambang ini. Menurut hikayat, Semboyan ini diadaptasi oleh Kaisar Konstantin setelah ia melihat penampakan salib di langit sebelum pertempuran melawan Maxentius, tahun 312 M.
In medias res.
di tengah perihal. Dalam terminologi kesastraan, ungkapan ini merujuk kepada adalah kisah/penulisan cerita yang bermula langsung di tengah cerita, biasanya langsung ke bagian yang penting dari sebuah cerita
In Medias Res adalah nama sebuah kelompok musik metal progresif dari Convington, Louisiana, Amerika Serikat serta nama album keduanya
In necessariis unitas, in dubiis libertas, in omnibus caritas.
Dalam kegentingan bersatu, dalam keraguan merdeka, dalam segala hal cinta atau Bersatu (unitas) dalam hal-hal penting/utama, bebas (libertas) dalam hal-hal yang tidak utama, dan cinta (caritas) dalam semua hal. Kutipan dari Rupertus Meldenius, seorang teolog Lutheran abad ke-17 dari Jerman, walaupun ada sejumlah sumber yang mengatakan bahwa kalimat ini berasal oleh Santo Augustinus dari Hippo. Kalimat ini seringkali digunakan untuk menekankan kebebasan beragama dan penafsiran teologi.
In vino veritas.
di dalam anggur adalah kebenaran. Maksudnya, orang yang mabuk akan mengatakan yang benar.
Inter arma enim silent leges
Di antara senjata undang-undang membisu.
Interdum dormitat bonus Homerus
Kadangkala Homerus yang baik pun mengantuk. Artinya mereka yang terbaik sekalipun kadang melakukan kesalahan.
Ira furor brevis est
Amarah adalah kegilaan yang singkat
Is fecit, cui prodest.’‘
Barangsiapa yang berguna, dia telah berbuat
Iura novat curia.’‘
Undang-undang memperbaharui/menghidupkan kembali gedung Senat. Curia adalah lembaga senat Romawi yang kemudian berubah menjadi lembaga Kepausan.
Iurare in verba magistri.
Bersumpah dengan mengutip kata-kata dari sang guru. Maksudnya membeo.
Ius Sanguinis
Hak berdasarkan darah atau garis keturunan. Contohnya sistem kewarganegaraan di Indonesia yang berdasarkan kewarganegaraan ayah.
Ius Soli
Hak berdasarkan tanah kelahiran. Contohnya sistem kewarganegaraan di Amerika Serikat
Justitia omnibus.
Keadilan untuk semua. Motto ibukota Amerika Serikat, Washington DC.
Labor omnia vincit..
Kerja/Usaha mengatasi segalanya.
Laborare est orare.
Bekerja adalah berdoa.
Major e longinquo reverentia.
Dilihat dari jarak jauh, semua hal terlihat indah. Kutipan dari karya Tacitus, Annales I:47
Mala herba cito crescit
Gulma/rumput liar berkembang dengan cepat.
Manus manum lavat
Tangan yang satu mencuci tangan yang lain.
Mater artium necessitas.
Kebutuhan adalah induk dari pengetahuan.
Maxima debetur puero reverentia.
Kasih sayang yang berlimpah wajib diberikan kepada anak. Kutipan dari karya Juvenal, Satura XIV:47
Medicus curat, natura sanat.
Tabib/dokter mengobati, Alam menyembuhkan.
Medio tutissimus ibis.
Kau kan berjalan di tempat teraman, di jalan tengah. Artinya ketidakberpihakan adalah yang paling aman. Kutipan dari karya Ovidus, Metamorphoses II:137
Memento mori.
Ingatlah kau akan mati. Semboyan Ordo Katolik Cistercian atau lebih dikenal dengan julukan Trappis.
Mens sana in corpore sano.
Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Kutipan buku karya Juvenal, Satura X:356
Mens agitat molem.
Pikiran yang menggerakan massa.
Metri causa.
Demi meter. Meter adalah irama yang tersusun secara sistematik berdasarkan panjang pendeknya suku-suku kata dalam sebuah puisi. Kadangkala seorang pujangga harus bekerja keras dengan mengubah susunan kata atau mencari padanan kata demi memenuhi kaidah ini.
Morituri te salutant
Mereka yang akan mati memberi salam padamu. Kalimat ini diucapkan para Gladiator kepada Kaisar sebelum pertarungan dimulai.
Mundus vult decipi, ergo decipiatur.
Dunia lebih suka dikelabui, oleh karena itu kelabuilah (mereka).
Natura abhorret vacuum.
Alam tidak menyukai kehampaan. Kutipan dari karya pujangga Perancis Francois Rabelais, Gargantua I:5
Natura non facit saltum
Alam tidak membuat loncatan. Artinya alam berubah secara berangsur-angsur. Kutipan dari karya Charles Darwin, Origin of Spesies Bab VI.
Naturalia non sunt turpia.
Segala hal yang alami tidak memalukan.
Nec Hercules contra plures.
Bahkan Hercules pun tak sanggup melawan banyak orang.
Nemo me impune lacessit.
Tak Seorangpun Dapat Mengusikku Tanpa Dihukum. Semboyan dari Skotlandia
Nihil lacrima citius arescit.
Tak ada lebih cepat mengeringkan dibanding air mata. Kutipan dari karya Cicero, De Inventione I:109.
Nil admirari.
Tak ada yang pantas dikagumi.
Nil sine magno labore vita dedit mortalibus.
Tanpa kerja keras, kehidupan tak memberikan apapun kepada manusia
Nil sine numini.
Tak ada yang dapat terjadi tanpa kehendak Ilahi.
Noli turbare circulos meos.
Jangan usik lingkaran-lingkaranku! Kalimat yang diterjemahkan dari kalimat dalam bahasa Yunani Μη μου τους κύκλους τάραττε! (me mou tous kyklous taratte), sering juga ditulis sebagai Noli tangere circulos meos.
Menurut hikayat kalimat ini diucapkan oleh Archimedes sebelum dibunuh oleh seorang serdadu Romawi pada saat penaklukan Sirakus.
Nomen est omen
Nama adalah satu pertanda”
Non scholae, sed vitae discimus.
Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. Adagium ini berasal dari surat-surat Seneca Muda, Epistulae morales ad Lucilium CVI, 12. Seneca adalah seorang filsuf dan pujangga Romawi yang hidup antara 4 SM – 65 M.
Non ut edam vivo, sed ut vivam edo.
Bukan aku hidup untuk makan Tapi aku makan untuk hidup.
Non vestimentum virum ornat, sed vir vestimentum.
Bukan pakaian yang memberi arti pada seseorang, akan tetapi dia yang memberi arti pada pakaiannya.
Nosce te ipsum!
Kenalilah dirimu sendiri. Kalimat ini adalah terjemahan Latin dari kalimat Yunani γνοθι σεαυτον (IPA:gnothi seauton) yang tertulis di gerbang pintu masuk Kuil Apolo, tempat peramal di Delphi, Yunani.
Nulla est medicina sine lingua Latina.
Tak ada ilmu kedokteran tanpa bahasa Latin.
Nulla poena sine lege.
Tak ada hukuman tanpa adanya undang-undang.
Nulla regula sine exceptione.
Tak ada aturan yang tidak mengenal perkecualian.
Nulla res tam necessaria est quam medicina.
Tak ada hal yang begitu penting melebihi ilmu kedokteran.
Nunc aut numquam.
Sekarang atau tidak sama sekali. Terjemahan dari bahasa Inggris Now or never.

O sancta simplicitas!.
O sebuah kesederhanaan nan kudus.
Oculi plus vident quam oculus.
Dua mata menyaksikan lebih banyak daripada satu mata’.
Omne vivum ex ovo
Semua kehidupan berasal dari telur. Kutipan dari pernyataan Francesco Redi, ahli biologi dari Italia yang menegaskan bahwa kehidupan berasal dari sesuatu yang hidup, bukan dari benda mati.
Omne vivum e vivo
Semua kehidupan berasal dari kehidupan. Kutipan dari pernyataan Louis Pasteur, ahli biologi dari Perancis yang menegaskan teori Franscesco Redi di atas.
Omnes homines sibi sanitatem cupiunt, saepe autem omnia, quae valetudini contraria sunt, faciunt.
Semua orang mengidamkan dirinya sehat/waras, akan tetapi seringkali, mereka yang sehat/waras melakukan sebaliknya.
Omnia mea mecum porto.
Kubawa seluruh milikku bersamaku.
Omnia vincit amor.
Cinta mengalahkan segalanya.
Omnium artium medicina nobilissima est.
Setiap cabang ilmu kedokteran adalah mulia.
Optimum medicamentum quies est
Obat yang terbaik adalah ketenangan.
Ora et labora.
Berdoalah dan bekerja. Kalimat ini maksudnya ialah supaya seseorang tidak hanya meminta tetapi juga berusaha.
Orare labora est.
Berdoa adalah kerja/usaha.

Pacta sunt servanda.
Perjanjian wajib dipertahankan.
Pars pro toto
Sebagian untuk seluruhnya.
Pax melior est quam iustissimum bellum
Perdamaian lebih baik ketimbang perang yang beralasan.
Per ardua ad astra.’‘
Melewati tantangan menuju bintang. Variasi dari Ad astra per aspera di atas.
Per aspera ad astra.
lihat Ad astra per aspera di atas.
per capita
per kepala/orang.
Per fas et nefas.
Melalui yang benar dan yang salah. Artinya dengan menggunakan apa saja yang diperlukan.
Per scientiam ad salutem aegroti.
Dengan ilmu pengetahuan untuk kesehatan pasien.
Periculum in mora.
Bahaya (mengintai) dalam sebuah penundaan.
Persona non grata.
Orang yang tak disukai. Orang-orang yang dipersona non grata-kan biasanya tidak boleh hadir di suatu tempat atau negara. Apabila ia sudah berada di negara tersebut, maka ia harus diusir dan dideportasi.
Plenus venter non studet libenter.
Perut yang penuh enggan belajar. Artinya kelimpahan materi cenderung membuat orang berhenti mengembangkan diri.
Plures crapula quam gladius perdidit.
Lebih banyak orang binasa akibat minuman keras daripada pedang.
Poeta nascitur, non fit
Pujangga dilahirkan, bukan diciptakan.
Post cenam non stare sed mille passus meare.
Setelah makan malam janganlah berdiam diri saja, tapi berjalanlah sejauh satu mil.
Post hoc non est propter hoc
Setelah ini bukan berarti karena ini
Potius sero quam numquam.
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Terjemahan dari bahasa Inggris Better late than never.
Pro aris et focis.
Untuk altar dan hati. Artinya demi keluarga. Kutipan dari karya Cicero De Natura Deorum, III:94
Proximus sum egomet mihi.
Aku paling dekat dengan diriku sendiri. Artinya kemurahan hati dimulai di rumah. Kutipan dari drama karya Terentius, Andria IV:1:12
Praesente medico nihil nocet.
Dengan kehadiran tabib/dokter tak ada yang membahayakan.
Praevenire melius est quam praeveniri.
Lebih baik mendahului daripada didahului.
Primum non nocere.
Pertama-tama janganlah menyakiti
Principiis obsta.
Lawan/Atasi sumbernya
Pulvis et umbra sumus.
Kita hanyalah debu dan bayangan. Kutipan dari karya Horatius, Carminum IV:7:16.
Quæ communiter possidentur communiter negliguntur.
Sesuatu yang dimiliki bersama, biasanya diabaikan.
Qualis rex, talis grex
Seperti hal rajanya, demikian pula rakyatnya.
Quem di diligunt, adulescens moritur
Seseorang yang disayangi oleh para dewa, mati dalam usia muda
Qui bene cantat, bis orat.
Ia yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali. Kalimat ini diucapkan oleh Santo Augustinus dari Hippo, uskup dan pujangga gereja.
Qui dormit non peccet/peccat
Barang siapa tidur, dia tidak berdosa.
Qui habet aures audiendi audiat
Barang siapa yang bertelinga, hendaklah dia mendengar. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius XIII:9
Qui rogat, non errat.
Barang siapa bertanya, dia tidak akan melakukan kesalahan. Mirip dengan pepatah dalam bahasa Indonesia, Malu bertanya sesat di jalan.
Qui scribit, bis legit
Barang siapa menulis, ia membaca dua kali
Qui tacet consentit
Barang siapa diam, berarti ia setuju
Qui tacet, consentire videtur
Barang siapa diam, dianggap menyetujui
Qui vult dare parva non debet magna rogare
Seseorang yang hanya ingin memberikan sedikit, tidak pantas meminta banyak.
Quidquid agis, prudenter agas, et respice finem!
Apapun yang kau lakukan, lakukanlah dengan bijak dan pertimbangkan hasil akhirnya.
Quidquid discis, tibi discis
Apapun yang kau katakan, kau mengatakannya pada dirimu sendiri.
Quidquid id est timeo puellas et oscula dantes
Apapun hal tersebut, saya takut akan para gadis terutama kala mereka memberikan ciuman.
Quidquid latine dictum sit, altum viditur..’‘
Semoga apapun yang dikatakan dalam bahasa Latin, dipandang tinggi.
Quieta non movere.
Sesuatu yang diam tidak menggerakkan.
Quis custodiet ipsos custodes?.
Siapa yang akan menjaga para penjaga. Kutipan dari karya Juvenal, Satura VI:347
Quot capita, tot sententiae
Begitu banyak pendapat/opini, sebanyak orang yang ada
Quo Vadis.
Kemana engkau pergi? Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Yohanes 16:5.
Semenjak dahulu, kalimat ini seringkali dipergunakan. Salah satu contoh yang sangat terkenal ialah judul buku dalam bahasa Indonesia: Quo Vadis NU Setelah Kembali ke Khittah 1926, karangan Kacung Marijan (Jakarta:Erlangga) pada tahun 1992.
Radix malorum est cupiditas
Akar dari kejahatan adalah nafsu.
Reddite ergo quae sunt Caesaris, Caesari.
Berikan apa yang menjadi milik Kaisar kepada Kaisar. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru, Injil Yohanes 22:21.
Repetitio est mater studiorum.
Pengulangan adalah induk dari seluruh pelajaran.
Requiescat in pace.
Semoga ia beristirahatlah dalam damai. Seringkali disingkat menjadi RIP dan ditulis di batu nisan seseorang yang beragama Kristen.
Risus abundat in ore stultorum.
Gelak tawa yang berlebihan ada di mulut orang-orang bodoh. Artinya kegembiraan yang berlebihan menandakan kebodohan.

Saepe morborum gravium exitus incerti sunt.
Pemecahan untuk penyakit-penyakit yang gawat seringkali tidak pasti.
Salus aegroti suprema lex.
Kesehatan pasien adalah azas tertinggi.
Salus populi suprema lex esto.
Hendaklah keselamatan rakyat menjadi hukum yang tertinggi. Semboyan dari negara bagian Missouri, Amerika Serikat.
Sapere aude.
Beranilah menjadi bijak. Kutipan dari karya Horatius, Epistulae II:40
Si decem habeas linguas, mutum esse addecet.
(Bahkan) jika engkau memiliki sepuluh lidah, sebaiknya engkau tetap diam.
Si quaeris peninsulam amoenam circumspice.
Jika kau mencari sebuah jazirah yang indah, lihatlah sekelilingmu. Semboyan dari negara bagian Michigan, Amerika Serikat.
Si tacuisses, philosophus mansisses.
Andaikan kau tetap diam, mungkin kau akan tetap menjadi seorang filsuf.
Si uno adhuc proelio Romanos vincemus, funditus peribimus!.’‘
Seandainya kita harus menaklukan orang-orang Romawi dalam sebuah pertempuran semacam ini lagi, kita akan sama sekali binasa . Menurut Plutarch, kalimat ini diucapkan oleh Pyrrhus, Raja Epirus, setelah kemenangannya yang memakan banyak korban.
Si vis amari, ama.
Jika kau ingin dicintai, cintailah!. Kutipan dari karya Publilius Syrus, Sententiae
Si vales, valeo
Jika kau dalam keadaan baik, demikian pula aku. Kalimat ini sering digunakan dalam surat menyurat.
Si vis pacem, para bellum.
Jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang. Kalimat ini sebenarnya merupakan penyederhanaan dari kalimat aslinya yang berbunyi, Igitur qui desiderat pacem, praeparet bellum (Oleh karena itu barangsiapa yang menginginkan perdamaian, hendaklah ia bersiap-siap menghadapi perang). Kalimat ini dikutip dari karya seorang ahli strategi militer, Flavius Vegetius Renatus, Epitoma rei militaris buku ketiga.
Si vis pacem, para iustitiam.
Jika kau mengidamkan perdamaian, tegakkan keadilan.
Si Deus pro nobis, quis contra nos?
Bila Tuhan beserta kita, siapa yang berani melawan kita?. Kutipan dari Kitab Suci Perjanjian Baru, Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma 8:31
Sic transit gloria mundi.
Demikian pula berlalunya kemuliaan dunia. Kalimat ini diucapkan pada saat pentahbisanPaus
Sine labore non erit panis in ore.
Tanpa usaha tidak akan ada sepotong roti untuk dimakan.
Sol lucet omnibus.
Matahari menyinari semua orang. Kutipan dari karya Petronius, Satiricon Liber alinea 100.
Soli Deo gloria.
Kemulian hanya untuk Tuhan.

Tarde venientibus ossa.
Hanya tersisa/ada tulang-belulang untuk mereka yang datang terlambat.
Temet nosce.
Kenalilah dirimu sendiri. Mirip dengan Nosce te ipsum di atas.
Tempora mutantur et nos mutamur in illis.
Waktu berubah dan kita pun berubah seiring dengannya. Kutipan dari drama karya Edward Forsett, Pedantius babak I adegan 3
Tempus fugit.
Waktu berlalu. Penggalan dari kalimat aslinya yang berbunyi, Sed fugit interea, fugit inreparabile tempus (Sementara waktu yang tak tergantikan berlalu). Kutipan dari karya Vergilius, Georgicon III:284.
Timeo Danaos et dona ferentes
Kutakut akan orang-orang Yunani dan hadiah yang mereka bawa. Kalimat ini diucapkan oleh Laocoon, yang khawatir bahwa patung Kuda yang terbuat dari kayu hanyalah sebuah tipu muslihat orang Yunani dalam rangka menaklukan kota mereka, Troya. Dikutip dari karya Vergilius, Aeneid II:49
Tres faciunt collegium.
Tiga (orang) menjadikan sebuah perkumpulan.
Tunc tua res agitur, paries cum proximus ardet.’‘
Hal ini akan menjadi pertimbanganmu, kala dinding yang paling dekat terbakar.
Totum pro parte / Totem proparte
Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh: Thailand menang atas Indonesia dalam pertandingan sepak bola di Jakarta kemarin sore. Di sini disebutkan Thailand dan Indonesia (keseluruhan negara Thailand dan Indonesia, namun yang dimaksudkan adalah tim kesebelasan negara Thailand dan Indonesia)
Lihat pula Pars pro toto
Ubi bene, ibi patria.
Di mana seseorang merasa betah, di sana tanah airnya.
Ubi concordia, ibi victoria.
Di mana ada keselarasan, di sana ada kemenangan.
Ubi dubium, ibi libertas.
Di mana ada keraguan/pertanyaan, di sana ada kebebasan.
Ubi fumus, ibi ignis.
Di mana ada asap, di sana ada api. Mirip dengan peribahasa Tak ada asap kalau tak ada api.
Ubi mel ibi apes.
Di mana ada madu, di sana ada lebah. Mirip dengan peribahasa Ada gula, ada semut.
Ubi tu Gaius, ibi ego Gaia.
Di mana ada kau Gaius, di sana ada aku Gaia. Pernyataan ini sering diucapkan dalam upacara perkawinan
Ultra posse nemo obligatur.
Tak seorang pun berkewajiban melampui kemampuannya.
Ulula cum lupis, cum quibus esse cupis.
Melolonglah bersama serigala-serigala, bersama merekalah yang kau inginkan.
Una salus victis, nullam sperare salutem.
Satu-satunya harapan akan keselamatan untuk para pecundang, adalah dengan tidak menaruh harapan akan keselamatan. Kutipan dari karya Vergilius, Aeneid II:354
Unum castigabis, centum emendabis.
Satu kesalahan kau hukum, seratus kesalahan yang harus kau perbaiki.
Usus magister est optimus.
Pengalaman adalah guru yang terbaik.
Ut ameris, amabilis esto.
Ramahlah agar kau dicintai.
Ut desint vires, tamen est laudanda voluntas.’‘
Bahkan pada saat kekuasaan tidak ada, kemauanlah yang layak dipuji. Kutipan dari karya Ovidus, Ex Ponto III:4:79
Ut sis nocte levis, sit cena brevis!.
Bila kau menginginkan tidur malam yang tenang, makan malamlah secukupnya!.

V

Posted in Umum | 8 Comments »

Peta Jalur Busway

Posted by kadarsah pada Mei 5, 2008

Peta Jalur Busway

Posted in Umum | 14 Comments »

Hari Meteorologi Sedunia Sebuah Catatan Menyambut Bencana

Posted by kadarsah pada April 14, 2008

Oleh Paulus Agus Winarso

Baca entri selengkapnya »

Posted in Meteorologi, Sains atmosfer, Umum | Leave a Comment »

Soeharto Pencuri Kekayaan Negara Nomor Satu di Dunia.

Posted by kadarsah pada September 20, 2007

 

“Soeharto, pencuri harta negara nomor satu di dunia.” Begitulah kesimpulan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam peluncuran “Stolen Asset Recovery Initiative,” di Markas Besar PBB, New York, pada hari Senin (17 September 2007). Artinya, menurut PBB Soeharto Inc., adalah “keluarga pencuri nomor satu di dunia.” Buku panduan ini dikeluarkan PBB dan Bank Dunia, peluncurannya dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick, dan Antonio Maria Costa Direktur Eksekutif U.N. Office on Drugs and Crime (UNODC), Badan PBB yang bertanggungjawab untuk inisiatif ini. Termasuk Adiyatwidi Adiwoso, Deputi Perwakilan Tetap RI untuk PBB, dan Arif Havas Oegroseno, Direktur Perjanjian Internasional Deplu RI, serta para pejabat tinggi sejumlah negara anggota PBB.

Berapa harta Negara yang dicuri Soeharto menurut PBB? Sejak berkuasa pada 1967-1998 harta curian tersebut bernilai 15-35 miliar dolar AS. Adapun daftar lengkapnya yang dipersiapkan oleh Transparency International (TI) dan Bank Dunia berbunyi, “Daftar Perkiraan Dana yang Kemungkinan Dicuri dari Sembilan Negara” adalah :

(1) Soeharto, Indonesia, (1967-1998) senilai 15-35 miliar dolar AS;

(2) Ferdinand E. Marcos, Filipina, (1972-1986) senilai 5-10 miliar dolar AS;

(3) Mobutu Sese Seko, Kongo, (1965-1997) senilai 2-5 miliar dolar AS;

(4) Sani Abacha, Nigeria, (1993-1998), senilai 2-5 miliar dolar AS;

(5) Slobodan Milosevic, Serbia/Yugoslavia, (1989-2000) senilai satu miliar dolar AS;

(6) Jean-Claude Duvalier, Haiti, (1971-1986) senilai 300-800 juta dolar AS;

(7) Alberto Fujimori, Peru (1990-2000), senilai 600 juta dolar AS;

(8) Pavlo Lazarenko, Ukraina (1996-1997), senilai 114-200 juta dolar AS;

(9) Arnoldo Aleman, Nikaragua (1997-2002), senilai 100 juta dolar AS;

(10) Joseph Estrada, Filipina (1998-2001) senilai 78-80 juta dolar AS (Lihat http://siteresources.worldbank.org/NEWS/Resources/Star-rep-full.pdf)

Bila Joseph Estrada mantan Presiden Filipina (1998-2001) hanya mencuri uang Negara senilai 78-80 juta dolar AS (sekitar 800 miliar rupiah) dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada hari Rabu (12 September 2007) oleh Sandiganbayan, pengadilan khusus korupsi Filipina, dalam persidangan hampir enam tahun lebih.

Soeharto yang mencuri uang Negara, ambil minimal saja 350 triliun rupiah sesuai pengumuman PBB bukan 600 triliun rupiah atau 730 triliun rupiah (Time), seharusnya dihukum 437,5 kali seumur hidup!

Mari berburu harta Soeharto Inc., “keluarga pencuri harta rakyat nomor satu di dunia,” bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa di seluruh dunia!

source:http://soehartoincbuster.org/2007/09/stop-press-perserikatan-bangsa-bangsa-senin-17-september-2007-soeharto-pencuri-kekayaan-negara-nomor-satu-di-dunia/

Posted in Berita, Umum | 4 Comments »

Kondisi Ozon di Indonesia Masih Normal dan Aman

Posted by kadarsah pada September 16, 2007

Dr. Ninong, ”Lebih Baik Dibandingkan Tahun Lalu”BANDUNG, (PR).-
Kondisi ozon di Indonesia dinilai masih dalam batas normal dan aman. Meski begitu, masyarakat perlu mewaspadai penggunaan bahan perusak ozon (terutama CFC). Sebab penggunaan bahan perusak ozon yang tidak terkendali memungkinkan terjadinya lubang ozon di Indonesia.

Peneliti Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Dr. Ninong Komala mengatakan, saat ini konsentrasi ozon di Indonesia berkisar antara 240-270 dobson unit (DU). Sementara di Bandung berkisar antara 255-258 DU. ”Kondisi ini masih relatif aman, karena batas minimal konsentrasi ozon yakni 150 DU,” kata Ninong, Minggu (16/9).

Kendati demikian, rata-rata konsentrasi ozon ini sangat fluktuatif. Kondisi terparah terjadi tahun 2006 karena banyaknya kasus kebakaran hutan. ”Sekarang sedikit lebih baik dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

Dikatakan Ninong, ozon terdapat di dua lapisan yakni statosfer dan troposfer yang fungsinya cenderung kontradiktif. Saat ini, kecenderungannya, lapisan yang ada di statosfer menurun sehingga sinar ultra violet pun semakin banyak mengenai kulit manusia. Sementara, lapisan ozon yang ada di troposfer cenderung meningkat seiring dengan peningkatan polusi udara.

Sejumlah kejadian alam, diakui Ninong dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon. Namun, gas yang dibawa peristiwa alam ini tidak akan sampai menembus lapisan statosfer (ozon) karena sifatnya yang mampu bereaksi dengan air. Sementara, CFC yang merupakan buatan manusia cenderung bersifat stabil dan tidak mampu bereraksi dengan air di udara, sehingga dapat menipiskan lapisan ozon.

Katarak meningkat

Menurut Ninong, 10 persen penipisan ozon akan memicu peningkatan radiasi ultraviolet sebesar 20 persen. ”Jadi kewaspadaan itu penting sebab bisa jadi bukan lapisan ozon di wilayah Indonesia yang tipis, tetapi efeknya mencapai ke negara kita,” katanya. Ia menjelaskan, sejumlah gejala yang menandakan lapisan ozon semakin menipis, antara lain semakin meningkatnya kasus katarak, serta kanker kulit.

Diakui Ninong, CFC serta beberapa bahan sejenis memang menguntungkan manusia. Namun, tidak aman bagi lapisan ozon. Secara internasional, saat ini tengah diuji bahan alternatif yang mempunyai daya rusak lebih rendah dibandingkan CFC.

Menipisnya lapisan ozon dan peristiwa pemanasan global, kata Ninong merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Namun begitu, menipisnya lapisan ozon hanya salah satu penyebab kecil pemanasan global. Artinya, kondisi kota yang semakin panas belum tentu disebabkan oleh menipisnya lapisan ozon, melainkan banyaknya polusi udara oleh gas CO2. ”Penyebab utama pemanasan global itu gas CO2, uap air, gas metana, baru lapisan ozon yang tipis,” ujarnya. Oleh karena itu, kondisi kota yang semakin panas belum bisa diindikasikan sebagai salah satu gejala menipisnya lapisan ozon.

Dalam rangka peringatan hari ozon tahun 2007 ini, Lapan pun mengampanyekan kepedulian terhadap lapisan ozon melalui Lomba Poster untuk pelajar SMA. Tiga karya yang dinilai sebagai pemenang akan dikirimkan ke UNEP (organisasi lingkungan dunia) sebagai bentuk peran serta Indonesia mengampanyekan peduli lapisan ozon. (A-155)***

Sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/092007/17/0205.htm

Posted in Berita, Meteorologi, Natural Hazard, Sains atmosfer, Umum | 2 Comments »

Rekor Dunia Overclock 500GHz Terpecahkan

Posted by kadarsah pada September 9, 2007

 

Jumat, 07 September 2007 18.58 WIB

Rekor Dunia Overclock 500GHz Terpecahkan

Tim riset dari IBM dan Georgia Institute of Technology telah mendesain dan membangun sebuah prosesor komputer yang memecahkan rekor kecepatan dunia, yakni 500GHz atau lebih dari 100 kali laju chip komputer yang ada saat ini.

Apa rahasianya? Prosesor ini tidak terbuat dari silikon, melainkan dari bahan germanium yang memungkinkan chip mencapai kecepatan clock yang lebih tinggi namun dengan pemanfaatan daya yang lebih sedikit. Supaya frekuensi 500GHz bisa dicapai, tim riset IBM mesti mendinginkan prototipe prosesor ini hingga -268,5 derajat Celcius, menggunakan helium cair.

Suhu super rendah inilah – sedikit di atas suhu minimum teoritis yang biasa disebut absolute zero – yang membuat prosesor tersebut mampu menampilkan performa kalkulasi satu per triliun setiap detiknya, atau diterjemahkan menjadi 500GHz.

Kecepatan yang ekstrim tersebut jauh lebih digdaya jika dibandingkan dengan prosesor yang didesain secara konvensional di suhu ruang yang kalkulasinya hanya bisa dikebut sampai 350 miliar per detik.

http://kompas.com/portal/infotekno/view.cfm?p=2007.09.07185839

Posted in Umum | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.