Forecast Verification (Verifikasi Prakiraan)
Ditulis oleh kadarsah di/pada Februari 24, 2009
Forecast Verification atau Verifikasi Prakiraan merupakan proses dalam menentukan kualitas prakiraan. Proses ini dilakukan sejak tahun 1884(Muller,1944) yang juga dilakukan oleh Murphy, 1933 dengan metode yang berbeda.
Terdapat tiga alasan utama mengapa verifikasi prakiraan harus dilakukan:
- memantau kualitas ramalan , seberapa akurat metode yang digunakan serta bagaimana kualitasnya seiring waktu?
- meningkatkan kualitas
- membandingkan kualitas sistem ramalan dari beberapa sistem prediksi yang berbeda
Allan Murphy, seorang pionir dalam bidang verifikasi prakiraan , menulis tentang apa yang dimaksud dengan membuat prakiraan yang baik (Murphy, 1993). Terdapat tiga hal utama apa yang dimaksud dengan suatu prakiraan yang baik/bagus, yaitu:
- Konsistensi : tingkat kesesuaian yang prakiraan dengan situasi serta kondisi yang terjadi secara terus menerus
- Kualitas: tingkat hasil prakiraan yang setepat atau seakurat mungkin dengan kondisi sebenarnya
- Value : tingkat hasil prakiraan yang memberi manfaat bagi kondisi yang sebenarnya
Sembilan hal utama yang mempengaruhi kualitas prakiraan (Murphy):
- Bias – yang berhubungan dengan rata-rata observasi dengan rata-rata ramalan
- Association – kekuatan linear hubungan antara prakiraan dan pengamatan (misalnya, tindakan ini koefisien korelasi linear hubungan)
- Keakuratan – tingkat kesesuaian antara prakiraan dengan obser dan kebenaran (seperti yang diwakili oleh observasi). Perbedaan antara ramalan dan pengamatan adalah kesalahan. Semakin rendah kesalahan, akurasi yang lebih besar.
- Skill – tingkat akurasi prakiraan dari beberapa referensi prakiraan.
- Reliabilitas – rata-rata kesesuaian antara prakiraan dengan nilai observasi.
- Resolusi – kemampuan prakiraan untuk menyelesaikan rangkaian metode sub perangkat dengan frekuensi distribusi yang berbeda.
- Sharpness – kecenderungan ramalan untuk memprediksi nilai-nilai ekstrim.
- Diskriminasi – kemampuan ramalan untuk membedakan antar berbagai observasi, yaitu untuk mendapatkan prediksi frekuensi yang lebih tinggi .
- Ketidakpastian - variabilitas dari pengamatan. Makin besar ketidakpastian, semakin sulit ramalan .
Sumber:
Murphy, A.H., 1993: What is a good forecast? An essay on the nature of goodness in weather forecasting. Wea. Forecasting, 8, 281-293.
Recommendations on the verification of local weather forecasts