Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Osilasi Dan Fenomena Penyebabnya

Posted by kadarsah pada Agustus 6, 2008

Osilasi yang terjadi di bumi dapat dikategorikan menjadi osilasi yang terjadi di atmosfer dan laut. Osilasi yang terjadi dilaut dapat di bagi menjadi osilasi yang terjadi dipermukaan laut dan dibawah permukaan laut. Rangkuman osilasi dan berbagai fenomena yang berhubungan dengannya digambarkan dalam Gambar 1.

   Osilasi Dan Fenomena Penyebabnya
Osilasi Dan Fenomena Penyebabnya

Osilasi yang terjadi di atmosfer terbagi menjadi ( seperti yang terlihat di Gambar 2) :

  1. AO (Arctic Oscillation):Indeks AO (Arctic Oscillation) mengindikasikan karakteristik pola sirkulasi atmosfer yang mendominasi di Antartika.
  2. NAO ( North Atlantic Oscillation):Indeks NAO (North Atlantic Oscillation) mengindikasikan karakteristik pola sirkulasi atmosfer yang mendominasi di Samudera Atlantik Utara .
  3. PNA (Pasific –North American Pattern) :Indeks PNA (Pacific-North American Pattern) mengindikasikan karakteristik pola sirkulasi dan telekoneksi atmosfer yang mendominasi di Amerika Utara dan Pasifik Utara.
  4. PDO (Pacific Decadal Oscillation):Pasific Decadal Oscillation merupakan pola variabilitas iklim yang memiliki kemiripan dengan El Nino, tetapi dalam skala waktu lebih lama dengan pola yang paling jelas terjadi di Amrika/Pasifik Utara.
  5. SAM (Southern Annular Mode)/Antartic Oscillation:Indeks SAM (Southern Annular Mode /Antarctic Oscillation=AAO) mengindikasikan karakteristik pola sirkulasi atmosfer yang mendominasi di Antartika.
  6. SOI (Southern Oscillation Index):Indeks SOI (Southern Oscillation Index) menunjukan perbedaan tekanan antara Darwin (Australia dengan Tahiti). Indeks ini dihubungkan dengan peristiwa El Nino dan La Nina.
  7. AMO (Atlantic Multidecadal Oscillation):Indeks AMO ( Atlantic Multidecadal Oscillation) menunjukan varibilitas pola kopel laut-atmosfer dalam rentang 50-80 tahun yang terjadi di Atlantik Utara. Osilasi ini dihubungkan dengan curah hujan yang terjadi di Amerika Utara ( kekeringan ) dan Eropa ( badai/angin topan).Indeks AMO ini di definisikan oleh Enfield, Mestas-Nuñez, and Trimble (Geophys. Res. Lett., 2001), sedangkan terminologi AMO diperkenalkan oleh Kerr dalam majalah terkemuka Science (2000) setelah sebelumnya di lakukan penelitian mendalam oleh Delworth dan Mann ( 2000).
Data Seri Osilasi-Osilasi Atmosfer
Data Seri Osilasi-Osilasi Atmosfer

Fenomena yang terjadi Samudera Hindia:

  1. Western Tropical Indian Ocean (WTIO):Indeks anomali WTIO (Western Trofical Indian Ocean ) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di Samudera Hindia Barat ekuatorial dengan cakupan 50°BT – 70°BT, 10°LS – 10°LU. Indeks ini sangat penting untuk menentukan DMI (Dipole Mode Index), disamping Indeks SETIO.
  2. Southeastern Tropical Indian Ocean (SETIO):Indeks anomali WTIO (Western Trofical Indian Ocean ) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di tenggara Samudera Hindia ekuatorial atau sebelah barat Sumatera, dengan cakupan 90°BT – 110°BT, 10°LS – 0°. Indeks ini sangat penting untuk menentukan DMI (Dipole Mode Index), disamping Indeks WTIO.
  3. Dipole Mode Index (DMI):DMI atau Dipole Mode Indeks merupakan indikator gradien temperatur Samudera Hindia Ekutorial bagian barat dan timur. Untuk memperoleh DMI dilakukan dengan menghitung perbedaan indeks WTIO dan SETIO. Definisi DMI pertama kali dilakukan oleh Saji ,dkk dalam majalah Nature tahun 1999. Menurut Black ( Mon.Wea.Rev,2003) curah hujan yang yang tinggi ( ekstrim) di Afrika Timur trofis pada bulan September-Oktober-November di pengaruhi peristiwa tingginya nilai DMI.
  4. South Western Indian Ocean (SWIO):Indeks anomali SWIO (South Western Indian Ocean ) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di Afrika Selatan dan selatan Madagaskar , dengan cakupan 31BT – 45°BT, 32°LS – 25°LS. Indeks ini dikaitkan dengan curah hujan musim panas yang terjadi di subtrofis Afrika bagian selatan. Sehingga ketika curah hujan yang terjadi melewati batas normal maka hal tersebut berkaitan dengan tingginya nilai indeks SWIO.

    Beberapa ilmuwan yang meneliti SWIO indeks:

    1. Walker (J. Geophys. Res., 1990),
    2. Jury et al. (J. Clim. Appl. Met., 1993),
    3. Mason and Tyson (J. Geophys. Res., 1992),
    4. Mason 1995 (Int. J. Clim., 1995),
    5. Rocha and Simmonds (Int. J. Clim., 1997),
    6. Reason and Mulenga (Int. J. Clim., 1999),
    7. Reason (J. Clim., 2001),
    8. Behera and Yamagata (Geophys. Res. Lett., 2001)
    9. Reason (Geophys. Res. Lett., 2001)
    10. Fauchereau et al. (Int. J. Clim., 2003)
    11. Hermes and Reason (J. Clim., 2005)
    12. Washington and Preston (J. Geophys. Res., 2006).

Fenomena yang terjadi di Samudera Atlantik:

  1. Indeks Tropical Northern Atlantic (TNA) :Indeks anomali TNA (Trofical Northern Atlantic) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di bagian barat Laut Atlantik dalam cakupan 55 BB-15 BB ,5LU-25LU, indeks ini didefinisikan oleh Enfield ( JGR, 1998), dengan pola dipolar yang melintas Laut Atlantik Trofis Utara dengan periode 8-12 tahun saat bipolar musim dingin dan musim panas serta 2-3 tahun untuk bipolar musim gugur dan semi.
  2. Indeks Tropical Southern Atlantic (TSA) :Indeks anomali TSA (Trofical Southern Atlantic) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di Teluk Papua Nugini disebelah bagian timur Laut Atlantik Selatan dalam cakupan 30 BB-10 BT ,20LS-0, indeks ini didefinisikan oleh Enfield ( JGR, 1998), dengan pola dipolar yang melintas Laut Atlantik Trofis Utara dengan periode 8-12 tahun saat bipolar musim dingin dan musim panas serta 2-3 tahun untuk bipolar musim gugur dan semi.
  3. Indeks SST North Atlantic Tropical (NAT) :Indeks anomali NAT (North Atlantic Tropical) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di laut Atlantik Utara dalam cakupan 40 BB-20 BT ,5LU-20LU, indeks ini didefinisikan oleh Chang,JI dan Li ( Nature, 1997), yang diasosiasikan dengan potensi dipole mode dekadal yang merupakan variabilitas kopel di Atlantik Trofis.
  4. Indeks SST South Atlantic Tropical (SAT):Indeks anomali SAT (South Atlantic Tropical) merupakan suatu indikator SPL ( suhu permukaan laut) di laut Atlantik Trofis Selatan dalam cakupan 15 BB-5 BT ,5LU-5LU, indeks ini didefinisikan oleh Chang,JI dan Li ( Nature, 1997), yang diasosiasikan dengan potensi dipole mode dekadal yang merupakan variabilitas kopel di Atlantik Trofis.
  5. Indeks SST Tropical Atlantic (TASI):Indeks anomali TASI (Trofical Atlantic ) merupakan suatu indikator gradien SPL ( suhu permukaan laut) di laut Atlantik Trofis yang dihitung sebagai perbedaan indeks NAT dan SAT. Indeks TASI ini didefinisikan oleh Chang,JI dan Li ( Nature, 1997), yang diasosiasikan dengan potensi dipole mode dekadal yang merupakan variabilitas kopel di Atlantik Trofis.

Fenomena yang terjadi di Samudera Pasifik:

  1. Nino3.4 :Indeks anomali SST Nino3.4 merupakan suatu indikasi kondisi anomali temperatur permukaan laut disekitar bagian tengah Pasifik Ekuatorial dengan daerah 170°BB – 120°BB, 5°LS – 5°LU.
  2. Nino4 :Indeks anomali SST Nino4 merupakan suatu indikasi kondisi anomali temperatur permukaan laut disekitar bagian Barat Pasifik Ekuatorial dengan daerah 160°BT – 150°BB, 5°LS – 5°LU.
  3. Nino3:Indeks anomali SST Nino3 merupakan suatu indikasi kondisi anomali temperatur permukaan laut disekitar bagian Timur Pasifik Ekuatorial dengan daerah 150°BB – 90°BB, 5°LS – 5°LU.
  4. Nino1+2 :Indeks anomali SST Nino 1+2 merupakan suatu indikasi kondisi anomali temperatur permukaan laut di sekitar Pantai Peru dan Cili yang didefinisikan dalam daerah 90°BB – 80°BB, 10°LS – 0°.

Fenomena-fenomena tersebut jika ditampilkan akan seperti Gambar 3.

Osilasi Dan Fenomena Alam Lainnya Di Peta Dunia
Osilasi Dan Fenomena Alam Lainnya Di Peta Dunia


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: