Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Siklon Tropis dan Tsunami di Indonesia

Posted by kadarsah pada Agustus 30, 2007

Siklon tropis digolongan dalam

 

  • depresi tropis,
  • badai tropis,
  • siklon tropis ( bermacam-macam: Bagyo di Filipina, Chubasco di Meksiko, dan Taino di Haiti.)

Siklon berasal dari kata Yunani kyklos yang berarti lingkaran atau roda, secara meteorologi siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis yang kemunculannya diawali oleh tahapan-tahapan tertentu, sifat sistem bertekanan rendah yang merupakan bagian dari sirkulasi atmosfer. yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi. Gambar dibawah merupakan contoh siklon yang disebut siklon Katrina yang muncul tanggal 26 Maret 2004 (sumber: wikipedia)

 

 

 

 

cyclone_catarina_from_the_iss_on_march_26_2004.jpg

 

 

Di Indonesia, siklon tropis selalau muncul dibagian selatan setiap tahun antara bulan Januari hingga Maret. Penyebabnya adalah tinggi suhu muka laut di selatan Indonesia tepatnya di timur laut Australia dan pergerakan ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) menuju utara. Pada bulan Desember, ITCZ berada di daerah itu sehingga tekanan menjadi rendah, kemudian pada bulan Januari, tekanan rendah itu tak disertai keberadaan ITCZ sehingga menjadi labil. Pemunculan siklon diawali pusat tekanan rendah di barat laut Australia dan bergerak menuju barat daya. Efek yang biasa diterima pantai selatan Indonesia biasanya pengaruh dari ekor siklon, bukan akibat pusat badai tropis yang berupa angin kencang, curah hujan tinggi dan tingginya gelombang muka laut. Indonesia bukan merupakan jalur siklon. Tetapi,Indonesia berada di ekuator yang nilai gaya putar buminya (koriolis) rendah dan tak memungkinkan terjadi perbedaan tekanan ekstrem. Ini mempersulit terjadinya udara berpusar. Daerah lain yang tak terpengaruh tapi kena dampak siklon adalah -10 lintang utara dan lintang selatan. Keuntungan dengan adanya siklon tropis di Indonesia terjadi di bidang pertanian , terutama di bagian selatan Jawa hingga Pulau Timor. sebab saat itu terjadi puncak curah hujan yang bisa mengairi pertanian.Siklon itu ada fasenya sekitar 10 hari sampai dua hingga tiga mingguan.

 

Anomali kemunculan siklon tropis di wilayah Indonesia terjadi tanggal 1-2 Desember 2004 yang bertepatan dengan kecelakaan pesaawat Lion Air di Solo. Badai tropis itu langsung bergerak ke barat daya. Penyebab munculnya siklon tersebut adalah adanya siklon utara di wilayah Filipina yang ekornya melintas ekuator. Anomali lintas ekuator ini baru pertama kali terjadi. Kemungkinan penyebabnya akibat pola perubahan iklim global. Dengan perubahan iklim global dimungkinkan adanya global warming yang berakibat tertahannya energi radiasi matahari di atmosfir bumi. Energi tersebut menjadi energi kinetik atau gerak yang memungkinkan adanya gejala cross equatorial (lintas ekuator) tersebut.

 

Badai tropis ini akan mempengaruhi curah hujan di kepulauan Indonesia pada umumnya. Sedangkan gelombang besar akibat angin yang bertiup kencang, dapat terjadi di pantai-pantai yang berdekatan dengan pusat badai. Fenomena alam ini terjadi sepanjang tahun, pada lokasi yang berbeda-beda, tergantung pada posisi matahari/musim. Tidak ada keterkaitan badai tropis dan tsunami, sebab gelombang badai dibangkitkan oleh kondisi cuaca ekstrim yang umumnya menyertai pergerakan oleh suatu siklon. Sedangkan tsunami sendiri dibangkitkan oleh gempa, tanah longsor ataupun letusan gunung api di bawah laut. Gelombang tsunami ini merupakan gelombang panjang yang energi dan kecepatannya sangat besar.

 

Badai tropis yang muncul pada kawasan perairan bertekanan rendah ini akan semakin melemah dan menghilang saat mendekati khatulistiwa. Karena faktor, inilah sebagian besar wilayah Indonesia relatif aman dari ancaman badai tropis.

 

Indonesia hanya terkena imbas dari ekor badai tropis berupa angin kencang, hujan deras, dan tingginya gelombang laut. Secara statistik, kenaikan gelombang pantai yang paling tinggi justru terjadi pada Juni, hal tersebut disebabkan di Australia terjadi musim dingin. Gelombang akibat badai tropis itu berbeda dengan yang disebabkan oleh tsunami. Gelombang akibat badai tropis dibangkitkan kondisi cuaca ekstrem yang diikuti pergerakan udara dalam siklon sedangkan gelombang akibat tsunami, dibangkitkan oleh gempa sehingga akibatnya gelombang pun sangat besar yang panjang dengan daya jangkau yang luas. Gelombang tsunami jauh lebih besar hantaman atau terjangannya dibanding gelombang akibat badai tropis.

 

 

 

 

About these ads

11 Tanggapan to “Siklon Tropis dan Tsunami di Indonesia”

  1. adyarto said


    Hai, nama sy ady mahasiswa oseanografi itb angk 2004
    Artikel yang bapak buat menginspirasi saya
    kebetulan saya sedang membuat TA mengenai kejadian siklon tropis dan pengaruhnya terhadap perairan indonesia.
    Apakah bapak mempunyai data-data kejadian siklon tropis yang melewati/melintasi Indonesia?
    Bantuan dr bapak sangat membantu proses pengerjaan TA saya.terimakasih

  2. kadarsah said

    Secara persis saya tidak punya data itu termasuk data detail dari sebuah situs.Tetapi, Mas Ady bisa mengunjungi dan mempelajari situs berikut ( yang kemungkinan pasti banyak membantu):
    1.http://maritim.bmg.go.id/cyclones/
    2.http://app.nea.gov.sg/cms/htdocs/article.asp?pid=1193
    3.http://www.freebase.com/view/meteorology
    4.http://www.atmos.washington.edu/~robwood/data/cyclones.html
    5.http://www.hko.gov.hk/informtc/tcWsignal.htm
    6.http://www.tropicalcyclone2005.com/

    data berupa file pdf:
    1.http://ams.confex.com/ams/27Hurricanes/techprogram/session_19492.htm

    Terimakasih

  3. M Dafi Akhtar said

    Halo pa Kadarsah,

    Saya sedang mencari informasi tentang pengaruh badai tropis terhadap keberadaan suatu bangunan lepas pantai (rig/platform/kapal/dll) yang berada di sekitar lokasi bibit badai tropis.
    Yang ingin saya ketahui adalah apakah kecepatan angin dilokasi bibit badai tropis itu lebih kencang dibandingkan apabila badai tersebut sudah mendekati daratan atau malah kecepatannya lebih rendah karena dipusat badai?. Apakah pernah terdokumentasi adanya kapal yang berada di tengah laut terseret oleh badai tropis?

    Terima kasih atas tanggapannya.

    Salam

  4. kadarsah said

    Terimakasih atas bahan diskusinya.
    1.Kecepatan angin di “mata” pusat siklon/badai trofis mendekati nol.

    2.Siklon/badai trofis memerlukan energi untuk tetap “hidup” dan energi ini sangat besar ketika masih berada di lautan dan akan melemah ketika menemui daratan. Jadi siklon/badai trofis memiliki kecepatan yang sangat besar di lokasi bibitnya (tetapi ini pun memiliki proses peningkatan kecepatan dari mulai cikal bakal dengan kecepatan rendah s.d kecepatan yang tinggi dalam kondisi yang matang ) di banding ketika mendekati daratan.

    3.Dokumentasi yang jelas sumbernya tentang kapal yang terseret badai trofis saya tidak bisa menunjukan , tetapi saya pernah membacanya, bahwa kemungkinan hal tersebut bisa terjadi.

    Salam,
    Kadarsah

  5. M Dafi Akhtar said

    Pa Kadarsah,

    Terima kasih atas tanggapannya. Saya ingin lebih menjurus dan straight to the point.
    1. Menurut informasi yang saya baca, lokasi pusat pembentukan badai tropis di sekitar Indonesia salah satunya adalah di Laut Timor dan perairan sekitar teluk Carpentaria di Australia.
    Apabila disekitar lokasi tersebut (pada jarak tertentu) ada bangunan lepas pantai, menurut penilaian pa Kadarsah apakah ada kemungkinan bangunan lepas pantai tersebut bisa tersapu oleh badai tropis.
    2. Karena prilaku badai tropis di Indonesia ini sedikit banyak sudah di ketahui (dipahami) seperti misalnya arah lintasannya, apakah ada suatu software yang memodelkan kemana arah lintasan suatu badai tropis tertentu.Atau dengan perkataan lain adakah suatu metode yang bisa memperkirakan kemungkinan dampak buruk dari badai tropis.

    Mohon maaf apabila merepotkan bapak.
    Terima kasih atas tanggapannya.

    Salam

  6. kadarsah said

    Jawaban saya,
    1.Tergantung kekuatan si bangunan pantai (dermaga, rumah, kilang minyak , dlln) dan kekuatan badai trofis, sehingga timbulah disiplin ilmu khusus yang membahas tentang bagaimana struktur dan desain banguan di tepi pantai dalam menghadapai potensi-potensi yang akan merusaknya ( angin laut, topan, badai , gelombang dlln). Salah satunya dibahas di teknik kelautan.

    2.Sofware tersebut sudah banyak yang beredar baik yang gratis maupun bayar. Maupun model-model meterologi misalnya WRF ( the Weather Research and Forecasting), MM5, Eta Model dlln, yang bisa mensimulasikan jejak-jejak badai dan prediksi jejak-jejak badai tersebut.

    Contohnya bisa dilihat di:

    http://www.spc.noaa.gov/

    Tentang model lainnya yang bisa digunakan dengan tujuan dan keperluan berbeda bisa dilihat di:

    http://www.ncar.ucar.edu/tools/models/modelslist.php#operational

    Mungkin demikian penjelasan yang bisa saya berikan.
    Terimakasih
    Kadarsah

  7. M Dafi Akhtar said

    Pa Kadarsah, terima kasih atas jawabannya.

    Salam

    M Dafi Akhtar

  8. Asry said

    Pa kadarsah,,,

    maaf,kalo kajian tentang mekanisme siklon troipis secara matematis/dinamis bisa diliat dimana?

    terima kasih

  9. fatuhri_Stamet GTO said

    Saya pernah melakukan kajian di T.A saya AMG 2010, sy berkesimpulan bhw semakin besar intensitas suatu siklon tropis maka akan semakin “sempit” ukuran siklon tropis tsb, dan sebaliknya.. dan ini berhubungan dengan momentum angular dari sebuah benda yang bergerak memutar… Bapak sependapat dengan hal itu ? Mohon pencerahannya…

  10. […] Sumber :http://kadarsah.wordpress.com/2007/08/30/siklon-tropis-dan-tsunami-di-indonesia/ […]

  11. Genevia said

    Selamat sore pak,.

    saya mau tanya, bagaimana cara mengunduh data curah hujan di TRMM?

    mohon bantuannya pak

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: