Kadarsah

Meteorologi dan Sains Atmosfer

Jenis-jenis hujan

Posted by kadarsah pada Juni 30, 2007

Berdasarkan terjadinya, hujan dibedakan menjadi

  • Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
  • Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
  • Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
  • Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
  • Hujan muson, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus.
About these ads

18 Tanggapan to “Jenis-jenis hujan”

  1. shine berkata

    kl hujan konvective temasuk golongan apa?

    apakah sama dengan hujan siklonik?

  2. kadarsah berkata

    Terimakasih telah mengingatkan saya.
    Hujan konvektif yang diakibatkan proses konvektif disebut hujan konvektif.Merupakan salah satu tambahan jenis di atas.

    Penggolongan tersebut berbeda-beda tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

  3. aan berkata

    Apa pula yang dimaksud dengan hujan lokal? bagaimana proses terjadinya?

  4. kadarsah berkata

    Pembagian hujan tidak hanya seperti diatas , ada beberapa ahli yang menambahkan hujan lokal.
    Hujan lokal merupakan hujan yang terjadi secara lokal dan dipengaruh oleh faktor lokal. Kata kunci dari hujan ini adalah hujan terjadi akibat faktor lokal. Faktor lokal ini bisa berupa faktor geografis setempat, adanya angin lembah dlln.

  5. Pynk berkata

    terima kasih atas infonya…saya ingin bertanya tentang kepanggahan data hujan..bisakah anda memberikan penjelasan kepda saya mengenai hal itu???

  6. kadarsah berkata

    Mohon diperjelas apa yang dimaksud kepanggahan data hujan?

  7. veza berkata

    kalo di daerah Kototabang sumatera barat itu termasuk jenis hujan apa???mohon penjelasannya.

  8. jabon berkata

    petani jabon mampier nich….
    salam…

  9. desi berkata

    apakah angin fohn terjadi setelah hujan orografis terjadi??

  10. suci rosadi berkata

    good !

  11. syifa violita berkata

    klo hujan yg sering terjadi di indonesia ap ???

  12. iin berkata

    tolong,setiap hujan ada contoh daerahnya

  13. sandhika berkata

    yahh ini mah kya d wikipedia

  14. raya berkata

    Siapa yg tau sebab hujan lokal ?

  15. thks info nyaa………….

  16. Liliz arizkha berkata

    Apkah yg dimksud dngn hujan ZENITHAL?

  17. adinda ayu berkata

    kenapa di suatu tempat /daerah di tempat ni bisa hujan sdgkn tempat lain nya tak hujan padahal jrak nya tak bgtu ja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: